Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Inikah Perbekalan Anakmu Fatimah?

Written By Rudianto on Sabtu, 15 Oktober 2011 | 22.32

“Ketika Rasulullah S.A.W. menikahkan Fatimah (anaknya) dengan sahabat Ali bin Abi
Talib, baginda mengundang sahabatnya Abu Bakar, Umar, Usman dan Usamah r.a. untuk
membawakan perbekalan Fatimah r.a.
Mereka membawa alat penggiling (penumbuk) gandum, kulit yang disamak, sebuah
bantal yang isinya sabut dan biji kurma, sebuah kendi dan sebuah piring. Maka Abu Bakar
menangis dan berkata: “Wahai Rasulullah, inikah perbekalan anakmu Fatimah?”
Rasulullah S.A.W. menjawab; “Wahai Abu Bakar, inipun adalah cukup banyak bagi
orang yang masih berada di dunia.” Maka Fatimah binti Rasulullah pun keluar sebagai
mempelai dengan mengenakan pakaian dari bulu yang sudah bertampal sebanyak duabelas
tempat.
***
Aku membaca banyak cerita sejarah, orang-orang yang menggapai
kesuksesan cemerlang di dalam bidang yang mereka geluti. Mereka ini,
maaf kukatakan bukannya diskriminasi... kebanyakan kaum lelaki.
Tetapi sesuatu yang aku ketahui dari kisah-kisah tersebut, ada
wanita/ibu/isteri yang berada di belakang mereka... merawat dan
menyembuhkan luka suaminya, memberi dekapan ketenangan,
memercikkan semangat juang si suami...
Aku kagum!
Bagaimana anda seorang istri,
demikiankah bagi suami? Dan anda seorang
suami, demikiankah istri anda?
Bagaimanapun bersyukur adalah yang
terbaik dari segalanya.

0 komentar:

Posting Komentar