Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

ACARA TALKSHOW KKG KEMENTRIAN PERANAN PEREMPUAN & PERLINDUNGAN ANAK

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 07 Desember 2011 | 22.09



Membangun Karakter Bangsa

Bersama Nara Sumber Ibu Ustadzah Fathimah di Radio Komunitas NURIS 107,8 FM Tema "Membangun Karakter Bangsa" Senin, 5 Desember 2011.

Mengapa harus ada pendidikan karakter?
Fenomena yang terjadi saat ini di media banyak sekali terjadi kekerasan yang dilakukan remaja. Kemudian kita lihat tauran, pergaulan bebas, seks bebas yang dilakukan para remaja, kemudian juga prilaku pimpinan atas maupun bawah yang sudah cukup mengalami penurunan moral. Kita sangat memerlukan semua komponen bangsa untuk konsen kembali pada pendidikan karakter.
Karakter sendiri diartikan banyak sebagai akhlak, perilaku yang berdasarkan nilai-nilai yang dipahami seseorang dan berdasarkan nilai itulah seseorang mulai bersikap baik mengeluarkan pikirannya, berperilaku.

Pendidikan karakter penting diberikan mulai dari usia dini yaitu usia emas (golden age) 0-5 tahun sampai usia remaja. Ketika seorang ibu mulai mengandung anaknya pada saat itu sudah dapat dimulai pendidikan karakter yaitu ibu tersebut berperilaku mulia atau berakhlak baik. Nah, ini sudah termasuk menjadi awal pendidikan karakter seorang anak manusia, kemudian berlanjut ketika mereka mulai bersekolah contohnya di usia dini misalnya PAUD. Namun fenomena yang terjadi saat ini yang kita lihat ada dua fenomena pada masyarakat, masyarakat kita ada yang menengah kebawah dan menengah keatas. Masyarakat yang menengah kebawah yang rata-rata memiliki pendidikan yang rendah sehingga mempengaruhi cara mereka mendidik anak, karena mereka tidak mengetahui bagaimana mengembangkan dan mengarahkan anak-anaknya seperti apa.

Berbeda lagi dengan lapisan masyarakat menengah ke atas saat ini biasanya karena pendidikan lebih tinggi mereka biasa bekerja, kedua orang tuanya bekerja sehingga pendidikan anak-anaknya di tangani oleh pembantu, nah fenomena ini yang cukup miris dan tidak sesuai dengan harapan. Basic pendidikan karakter adalah usia dini tadi yaitu tahapan pembentukan karakter dan usia remaja adalah tahapan pengembangan serta usia dewasa adalah pemantapan. Pada usia dini yang paling berpengaruh dalam pembentukan karakternya adalah rumah dan sekolah, namun pada usia remaja yang paling berpengaruh dalam pengembangan karakternya adalah teman sebaya (peer group). Jika semua tidak terfasilitasi dengan baik maka tidak adanya karakter positif pada generasi ini.

Siapa yang harus bertanggung jawab melakukan pendidikan karakter??
Pendidikan yang paling bertanggung jawaqb itu, basic yang paling pertama adalah rumah atau keluarga, kemudian lingkungan sekolah disini maksudnya adalah guru. Namun ada dua fenomena yang tidak menguntungkan seperti yang kita bahas diawal ada dua fenomena lapisan masyarakat yang menjadi dasar. Tidak itu saja sebenarnya media juga mempunyai peran yang sangat besar, kalau kita lihat saat ini tanyangan di televisi, kemudian public figure (idola) juga menjadi pengaruh yang cukup besar karena sering di ikuti oleh remaja kita saat ini.

Jika disimpulkan yang paling bertanggung jawab yaitu orang tua, guru, dan media baik cetak maupun elektronik serta public figure yang sering di ikuti.

Kenapa baru sekarang pendidikan karakter diangkat?
Jika melihat angka statistik untuk hal-hal negatif atau banyak nilainya rendah, sebagai contoh posisi Indonesia saat ini:



Melihat angka statistik tersebut pengembangan karakter menjadi sangat penting,
- “selama dimensi karakter tidak menjadi bagian dari criteria keberhasilan dalam pendidikan, selama pula pula tidak akan berkontribusi banyak dalam pembangunan karakter” (I Gedhe Raka)
- Dalam kenyataannya, pendidik berkarakterlah yang menghasilkan SDM handal dan memiliki jati diri. Oleh karena itu jadilah manusia yang memiliki jati diri berkarakter kuat dan cerdas.

Bagaimana melakukan pendidikan karakter??
Kita harus merubah paradigma pendidikan yang hanya mementingkan dari segi akademis saja, tapi juga memperhatikan pendidikan dari secara keseluruhan (holistic). Pendidikan harus menyentuh 3 aspek pertama aspek afektif, yaitu yang terkait moral, akhlak., kedua aspek kognitif yaitu terkait dengan pengetahuannya Kemudian yang ketiga psikomotorik yaitu bagaimana anak didik dapat mempraktekannya apa yang mereka pahami. Jadi tidak hanya segi akademisnya saja atau ilmu pengetahuannya tapi juga nilai-nilai yang terkait dengan ketakwaan dan juga keimanan yang harus dikembangkan. Misalnya mereka tahu tentang konsep baik tapi juga tahu bagaimana mempraktekannya sebagai contoh memberikan tempat duduk didalam bis.


Indikator guru berkarakter?
Lembaga pendidikan adalah tempat yang sangat penting untuk membentuk dan mengembangkan karakter generasi bangsa. Kita harapkan guru dapat merubah bangsa ini, seperti apa guru yang dapat merubah yaitu guru yang memang sudah merubah dirinya terlebih dahulu.
Diantara indikatornya yaitu:
1. Memiliki pengetahuan keagamaan yang luas dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari secara aktif
2. Meningkatkan kualitas keilmuan secara berkelanjutan
3. Zuhud dalam kehidupan mengajar dan mendidik untuk mencari ridha Tuhan
4. Bersih jasmani dan rohani
5. Pemaaf, penyabar dan jujur
6. Berlaku adil terhadap peserta didik dan semua stakeholders pendidikan
7. Mempunyai watak dan sifat robbaniyah yang tercermin dalam pola pikir, ucapan dan tingkah laku.
8. Tegas bertindak, professional dan proporsional
9. Tanggap terhadap berbagai kondisi yang mungkin dapat mempengaruhi jiwa, keyakinan dan pola pikir peserta didik
10. Menumbuhkan kesadaran diri sebagai da’i.

Kesimpulan
Bahwa kita semua punya tanggung jawab untuk kembali membentuk karakter bangsa ini, tidak hanya keluarga, guru juga pemerintah tapi tiap individu, dengan kesadaran kita semua semoga bangsa yang sudah kehilangan karakternya dapat bangkit dan bangga memiliki bangsa yang berkarakter seperti Indonesia ^_^

2 komentar:

Posting Komentar