Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Allahumma Shoyyiban Naafi'an

Written By Rudi Abu azka on Senin, 24 Juni 2013 | 09.48

Dari sepagi mendung menggantung, angin berdesir. Awan hitanr nreneteskan titik-titik air. Rintik turun perlahan, dan mulai menderas. "Allohumma shoiban naafi'an" 'Ya...Alloh turunkanlah hujan yang bermanfaat untuk manusia, tanaman. dan binatangr".

Musim hujan. Lazimnya enam bulan. Hujan bisa turun seharian atau lebih, tak terkira, tak terbatas karena hujan dibawah kuasa Ilahi.

"Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hinggaapabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang
tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan
kamu mengambil pelajaran". (AI-Araaf: 57)

Hujan, adalah rahmat dan membawa manfaat. Tanah menyimpan air hujan yang kelak akan digunakan makhluk hidup selama kemarau. Hujan, salah satu jenis air mutlakmaa un thohuurun yang mufakat
dipakai untuk menghilangkan hadast dan membersihkan najis.

Bagi para lbu, musim hujan berarti hari-hari penuh baju yang tak kering. Wira-wiri mengurus baju menumpuk Belum lagi kering cucian kemarin, sudah harus menjemur cucian hari ini. Langganan kata yang biasa terdengar.

Selain cucian, kasur-bantal bisa menambah daftar jemuran. Sikecil yang kedinginan, kerap ngompol. Kasur bantal basah pesing, harus dijemur karena najisnya baru bisa hilang "bittajfiif" (dengan dijemur)
Ada lagi, anak-anak yang sekolah dan pulang kehujanan, padahal seragamnya esok harus dikenakan lagi. Nyuci lagi?

Perut pun mudah keroncongan. lbu harus menyiapkan konsumsi berlipat, lebih dari biasanya. Menu yang tak menarikpun jadi istimewa dikala hujan. Dampak lain, Suasana rumah bisa jadipengap, lembab dan gelap karena baju-baju basah mendadak jadi pajangan. Nyamuk punmeriah beterbangan. Bahkan bila rumah
dekat kebun atau sawah, berbagai serangga rajin berkunjung juga.Bagi mood tubuh yang tak stabil, akan segera terkena flu,mungkin diare, bahkan malaria atau demam berdarah. Naudzu billah min dzaalik.

Untuk ibu, salah satu manfaat musim hujan adalah ujian kesabaran. Seberapa tahan kita mampu menghadapi situasi "penuh basah" ini, hingga kurang lebih enam bulan kedepan dan juga mampu mengatasinya. Membuat suasana rumah tetap nyaman tidak pengap, lembab dan gelap. Karena dapat menimbulkan penyakit. Bersih-bersih, rapi-rapi rumah dan sekitar hal wajib yang harus dikerjakan setiap hari. Memperhatikan asupan pangan seimbang bagi keluarga, agar tak mudah jatuh sakit, jugi sangat penting.

Bersyukur kepada-Nya atas ni'mat yang telah dilimpahkan, harus selalu dilakukan. Terutama bagi kita yang terbebas dari banjir. "Dan jika kamu sekalian bersyukur atas nikmat yang Aku berikan, maka niscaya akan
Aku tambah nikmat-Ku untukmu. Dan jika kamu sekalian kufur atas nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku itu sangat pedih." (lbrahim: 7).

0 komentar:

Posting Komentar