Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Ibadah Yang Terlalaikan

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 23 Juni 2013 | 17.54


Kisah-kisah birrul walidain memang seringkali membuat kita terharu. Apalagi kalau
jauh dari orang tua, membuat rindu kepada kedua orang tua tidak tertahankan.
Masih banyak orang yang tidak sadar akan besarnya kewajiban tentang birrul walidain.
Baik orang awam, atau bahkan sebagian aktifis pun masih menganggap remeh birrul walidain

Yang membuat pilu adalah, sebaglan aktifis lebih merasa enjoy mendakwahi orang lain
dari pada berdakwah dan berbakti kepada kedua orang tua. Kesabarannya menghadapi
tantangan dakwah dari orang lain melebihi kesabarannya tatkala berhadapan dengan
kedua orang tuanya.

Kedua Setelah Beriman

Dalam Al-Qur'an maupun Hadits, perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua
menduduki posisi yang sangat urgen. Bahkan dalam beberapa ayat, perintah ini disampaikan
bersamaan dengan perintah untuk beribadah kepada Allah semata. Allah berfiman
"Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan
sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa"(An-nisa: 36)

Perintah berbuat baik dalam hadits lebih banyak lagi. Pernah seseorang bertanya kepada
Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, ibadah apakah yang paling utama?" Rasulullah SAW
menjawab, "Shalat tepat pada waktunya." Ia bertanya lagi, "Kemudian apa?" Rasulullah SAW
menjawab, "Berbuat baik kepada kedua orang tuamu." la bertanya lagi, "Kemudian siapa?"
Rasulullah SAW menjawab, "Jihad dijalan Allah." (Muttafaqun Alaihi)

Kedua orang tua adalah dua pintu surga.Sangat rugi kiranya orang yang mendapati
kedua orang tuanya atau salah satunya hidup namun tidak berbakti kepada keduanya.
"Celaka, celaka, celakaiah orang yang mendapati orangtuanya sudah tua; baik salah
satunya atau keduanya, namun keduanya tidak menyebabkan ia masuk surga." Sabda
Rasulullah SAW dalam riwayat Muslim.

Berbuat baik kepada orang tua tidak sekedar di saat mereka hidup, setelah keduanya wafat
pun seorang anak masih diharuskan untuk berbakti kepada keduanya. Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, setelah kedua orang tuaku wafat, masihkah aku bisa berbuat baik
kepada keduanya?' Rasulullah SAW menjawab, "lya, yailu kamu mendoa'akan dan memohon
ampun untuk keduanya, kamu penuhi janji keduanya, menyambung silaturrahim yang dulunya tidak akan terlaksana kecuali melalui  usaha kedua orang tuamu, juga engkau berbuat baik kepada sahabat mereka berdua." (HR. lmam Ahmad dan Abu Dawud)

Pernah putra Umar bin Khattab, yaitu Abdullah bertemu dengan seorang badui di sebuah jalan di Makkah. la memberi salam kepada badui ini, lalui menaikkannya di atas unta tunggangannya. Kemudian ia mencopot
imamah dari kepadalanya lalu menyerahkan kepada badui ini. Saat melihat peristiwa ini, Malik bin Dinar merasa heran. "Semoga Allah melindungimu wahai Abdullah, kenapa engkau berbuat begini. Bukankah badui itu sangat merasa cukup dengan sedikit kebaikan. Kenapa anda berlebih-lebihan menghormatinya.?"
Tanya Malik. Putra Khilafah ke-2 ini menjawab, "Bapak dari orang badui ini sangat mencintai Umar,
bapakku, dan aku mendengar Rasulullah SAW memerintahkan berbuat baik kepada keluarga
orang yang mencintai kedua orang tua kita."

Sudah seharusnya seorang muslim, apalagi aktifis untuk berbakti kepada orang
tuanya semaksimal-maksimalnya. Tidak perlu menunggu keduanya tua renta atau meninggal.
Tentunya ketaatan dan bakti kepada mereka diwajibkan selama tidak bertentangan dengan
syari'at.