Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Muslimah Bersih, Muslimah Rapi, Forever

Written By Rudi Abu azka on Senin, 09 September 2013 | 22.07

Muslimah, mestinya terdepan dalam masalah kebersihan. Bersih diri, menjaga kuku jari jemari tangan dan kaki dalam setiap kesempatan, memberi perhatian pada gigi geligi seperti yang disarankan, dua kali dalam
sehari menyikatnya bahkan Rasulullah SAW menganjurkan setiap akan melaksanakan sholat. Rambut juga tak luput dari perhatian. Bukan hanya membasahinya dua hari sekali, karena membasahi rambut atau yang biasa disebut keramas pun ada aturannya, agar hasil yang didapat tak mengecewakan. Memperhatikan bau badan, untuk menjaga wibawa.

Tentu tak ada yang ingin mendengar bisik-bisik, " penampilan sih..islami tapi baunya, dalam radius beberapa meter sudah tercium!?!"(bau disini tentu bau yang kurang sedap). Atau bisikan lain tentang betapa gigi
f ulanah yang " berantakan"("si katan ga' sih?. " ), apalagi bila sampai ketahuan rambutnya ternyata berpenghuni (baca : berkutu) hii...

Mungkin ada yang menyangkal bahwa hal-hal yang tersebut diatas, tak mungkin terjadi pada diri seorang muslimah. Tapi faktanya ..tak perlu menutup mata. Banyak komentar miring tentang kurang pedulinya
muslimah dalam menjaga penampilan. Penampilan bukan sebatas mengoleksi warna baju dari hijau, kuning, kelabu, hingga merah muda dan biru, juga bukan hanya "sibuk" memburu berbagai model dari yang sulam pita, renda, bordir tabur, hingga  bunga-bunga. Tapi, lebih kepada menjaga bagian-bagian tubuh agar tetap bersih terawat seperti yang dibahas dalam materi fiqih sunanulfitroh.

Selain menjaga penampilan diri, keluargapun prioritas utama. Acapkali, bila diamati, anak-anak yang ikut dalam  pertemuan, kuku jari jemari ciliknya panjang dan kotor. Padahal sangat mungkin ia akan
mengambil, memegang dan memakan cemilan yang dibelikan atau dihidangkan dalam pertemuan itu. selain mengganggu pemandangan, dari kuku yang kotor itu juga bisa memberi kesan, bahwa bunda sikecil
kurang memperhatikan khususnya kuku jari tangan sikecil. kalau untuk kuku saja luput perhatian bagaimana dengan yang lain? Bukankah memotong kukunya dikala harus dipotong itu hanya masalah ringan? Muslimah mestinya terdepan dalam masalah kebersihan.

Bersih lingkungan. Menjaga rumahnya tetap bersih. Dari depan hingga belakang. Mulai dari lancar bersihnya selokan rumah, Membuang sampah ditempatnya, mengutamakan kebersihan kamar mandi dan dapur (karena berdasar penelitian dua tempat itulah yang paling banyak kuman dan bakterinya), rutin menjemur bantal dan kasur, mengganti seprai dan sarungnya, dan banyak lagi yang harus dilakukan demi bersihnya
lingkungan tempat tinggal. Jangan sepelekan!

Ketika menghadiri pertemuanpun patut diperhatikan, masalah sampah dan makanan yang bersisa. Bila setiap bunda sigap mengumpulkan sampahnya sendiri dan juga sampah anak-anaknya, tidak membiarkan makanan yang disajikan tercecer dan tersisa,sebab membiarkan makanan sisa terbuang sia-sia adalah mubadzir, tak perlu ada panitia bagian "bersih-bersih". Bila adapun tugasnya jadi ringan, karena setiap yang hadir mengumpulkan dan membuang sampah pada tempatnya, sendiri-sendiri. Tak ada sampah beftebaran, tak ada sisa makanan tertinggal dan terbuang.

Muslimah bersih, muslimah rapi, forever.