Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Iran - Qatar duel di film tentang Nabi Muhammad SAW

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 02 Oktober 2013 | 15.05

Sineas Iran dan Qatar kini tengah bersaing membuat film tentang kehidupan Nabi Muhammad yang akan diangkat ke layar lebar. 

"Wajar jika para ulama sangat khawatir dengan pembuatan film ini," kata produser film The Lord of The Rings Barrie Osborne yang direkrut sebagai penasihat film ini.
Seolah tak mau kalah, sutradara asal Iran Majid Majidi juga akan mulai membuat film kisah kehidupan Nabi Muhammad Oktober tahun lalu dengan total biaya Rp 291 miliar. 

Karakter Nabi dalam film produksi Majidi itu tidak akan memperlihatkan wajah Nabi. Menurut aliran Islam Sunni menggambarkan atau memperlihatkan wajah Nabi dilarang. Tahun lalu film Innocence of Muslims buatan Sam Bacile, seorang Yahudi Amerika Serikat mengundang protes dan unjuk rasa besar-besaran di sejumlah negara Timur Tengah dan mayoritas muslim. Film itu menghina Nabi sebagai tukang perayu wanita.


Ketika proyek produksi film Nabi Muhammad Saw telah melewati tahap produksi, sejumlah berita menunjukkan upaya sejumlah negara Arab untuk memproduksi film serupa. Bedanya di sini, negara Arab tersebut menggandeng Hollywood menggarap film serupa yang bakal diluncurkan oleh Republik Islam Iran. Skenario film tak banyak beda dan uniknya film dengan tema sama ini bakal diluncurkan berbarengan.

Sejak pertama proyek pembuatan film Nabi Muhammad Saw beserta perinciannya yang disutradarai Majid Majidi dimuat oleh media massa,diharapkan dapat memicu reaksi. Khususnya film ini sepenuhnya diseting mendunia dan telah memasuki tahap produksi. Harapan ini bukannya tak ada tujuan, karena film Nabi Muhammad Saw sangat penting, sensitif serta membidik banyak audien.

Perbincangan mengenai film ini memiliki dimensi internal dan terkadang global. Namun di dimensi internasional muncul berbagai kejadian yang patut direnungkan terkait film ini. Bersamaan dengan konspirasi politik sejumlah negara Arab terhadap kepulauan di selatan Iran, mereka juga melakukan konspirasi media di sejumlah media anti Iran yang berporos pada film Nabi Muhammad Saw.

Sebuah koran Wahabi yang dicetak di Madinah tahun lalu mengklaim syuting film Nabi Muhammad Saw telah rampung dengan dibintangi oleh seorang aktor yang memerankan Nabi serta keberatan para ulama al-Azhar. Berbagai media Wahabi lainnya sejak lama merilis berita pembuatan film ini mulai menebar agitasi.

Terlepas dari itu semua, produksi film layar lebar Nabi Muhammad Saw setelah gelombang penistaan terhadap sosok suci ini yang melukai hati umat Islam semakin penting. Mungkin karena itu pulalah, Syeikh Yusuf al-Qaradawi bersama sejumlah ulama Sunni lainnya meluluskan pembuatan film Nabi Muhammad Saw di Hollywood.

Menurul laporan Aljazeera, alasan Qaradawi adalah, "Menyusul penistaan berulang kali terhadap Nabi dan pengikutnya di dunia, umat muslim harus mengambil langkah pasti untuk menjelaskan kehidupan junjungan mereka dan pesan-pesannya kepada non muslim di seluruh dunia. Bersamaan pula, Ahmad al-Hashimi, direktur Alnoor, Qatar optimis bahwa produksi film Nabi Muhammad di Hollywood merupakan jalan terbaik untuk menyampaikan pesan Islam kepada dunia.

Sebuah perusahaan dari Qatar, Alnoor Holding menyatakan akan menaikkan bujet untuk sebuah rencana serial film tentang kehidupan Nabi Muhammad menjadi US$1 Miliar dari US$1,5 juta yang diumumkan tiga tahun lalu.

Film biografi ini akan diproduksi sebagai sebuah serial yang terdiri dari "tujuh film – dan bukannya tiga film yang sebelumnya pernah diumumkan – dengan total bujet US$1 miliar," kata kepala Alnoor, Ahmed Al-Hashemi dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh AFP pada Selasa (18/12).

Perusahaan ini menyatakan bahwa "Tim yang terdiri dari para pakar telah menyelesaikan penulisan scenario setelah mengatasi sejumlah tantangan dalam bidang artistik dan dramatik."

Alnoor mengumumkan pada tahun 2009 bahwa mereka tengah mencari pembiayaan untuk film serial yang akan diproduksi oleh Barrie Osborne, seorang veteran Hollywood lebih dari 40 tahun yang salah satunya pernah memproduksi film Lord of the Rings dan The Matrix.

Nabi Muhammad sendiri tidak akan muncul di film, mengikuti aturan yang diyakini dalam tradisi Islam yang melarang memberikan gambaran tentang Sang Nabi.
Ulama Sunni dari Qatar, Sheikh Yusuf Qaradawi, kepala Asosiasi Sarjana Muslim, akan memimpin riset tentang film itu dan bertindak sebagai konsultan teknis dalam proyek tersebut.

Alnoor mengatakan film ini akan berbahasa Inggris dan akan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa yang berbeda " untuk mengoreksi gambaran yang salah dari masyarakat Barat tentang Islam".

Awal tahun lalu, sebuah film berbujet rendah yang diproduksi Amerika Serikat yang berjudul Innocence of Muslims yang mengolok-olok Nabi Muhammad telah memicu gelombang kekerasan anti Amerika Serikat yang mematikan. 

Sebaliknya, kantor berita Iran Mehr mengkritik keputusan Qatar untuk merekrut Hollywood membuat film tentang Nabi Islam: "Seiring dengan petualangan negara-negara Arab 'pada masalah Teluk Persia pulau Iran, media mereka host propaganda anti-Iran Wahhabi, dengan fokus pada 'Nabi Muhammad. "

Film tentang Muhammad yang paling terkenal adalah 'The Message', dibuat oleh produser 'Halloween' Moustapha Akkad pada 1977. Film itu didanai oleh diktator Libya Muammar Gaddafi setelah Hollywood menolak mendanainya. Dibintangi oleh Anthony Quinn dan Irene Papas,film itu menghindari penggambaran sosok Muhammad dalam layar lebar. Adegan-adegan dalam film disuguhkan dengan perspektive sang nabi, tapi gambarnya tak diperlihatkan, pun dengan suaranya. Meski demikian, film tersebut menimbulkan kemarahan dari umat muslim karena rumor yang beredar adalah Quinn sebagai pemeran Muhammad.

Sekelumit Film Garapan Majid Majidi
Seiring dengan dirilisnya rencana Qatar memproduksi film serupa garapan Majid Majidi, maka pertarungan naskah film Iran dan Amerika terkait kehidupan Nabi Muhammad Saw di layar lebar bakal menyita perhatian besar. Jika rencana pembuatan film biografi Nabi Muhammad Saw oleh Hollywood cukup menarik minat anda, maka film serupa garapan Majid Majidi yang juga memiliki standar internasional patut diperhitungkan.

Majidi memulai proyek ini sejak tahun 1386 HS (2008) dan naskah film ini tuntas tahun 1388 HS (2010). Screendaily menulis, "Majid Majidi, sutradara Iran tengah menggarap film biografi Nabi Muhammad Saw dengan bujet sebesar 30 juta dolar."

Majid Majidi memilih masa kecil Nabi sebagai bagian dari filmnya. Masa kecil Nabi menurut Majidi akan menjadi pendukung untuk menjelaskan risalah kenabian dan masalah khatamiat (nabi akhir zaman). Film akan dibuka dengan menampilkan kehidupan zaman jahiliyah dan kondisi sosial ketika nabi dilahirkan.

Cerita film akan berlangsung dari kelahiran Nabi hingga usia 12 tahun ketika beliau untuk pertama kalinya menyertai pamannya, Abu Talib pergi berdagang ke Syam dan berakhir di sebuah kuil Buhaira. Buhaira adalah seorang pendeta Nasrani yang memberi kabar gembira kepada Abu Talib soal nabi akhir zaman.

Untuk menampilkan film ini diperlukan lokasi yang mirip dengan Arab Saudi. Oleh kerena itu kemudian diadakan riset untuk mendukung naskah film. Kemudian dimulailah riset geografi Mekan dan Madinah serta diterapkan pada lokasi syuting film di Iran.

Sumber: Dari Berbagai Sumber

0 komentar:

Posting Komentar