Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

SIHIR

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 23 Agustus 2017 | 10.56


Definisi Sihir

Adalah hal yang sulit jika kita membatasi arti sihir dalam kata-kata atau kalimat singkat. Sebab sihir digunakan untuk menunjukkan beragam ilmu dan trik yang semuanya diselimuti oleh ketidakjelasan yang terkadang didahului dengan jampi-jampi, rekayasa, memasukkan sedikit kebenaran, dan menambahkannya dengan seribu kedustaan. Oleh karena itu, saya beranggapan bahwa yang paling tepat adalah menampilkan lebih dari satu makna.

Adapun di antara definisi sihir adalah suatu aksi yang dilakukan penyihir untuk menutupi kebatilan dan mencampuradukkannya dengan kebenaran yang sedikit melalui cara tipu daya. Oleh karena itu, dikatakan 'sahara alfidh-dhah', jika mewarnainya dengan warna emas. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, satu keterangan tentang tipu daya jiwa yang diikuti oleh para tukang sihir, yaitu menakut-nakuti orang dengan sugesti jiwa. Allah Ta‘ala berfirman,

"Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah ( lebih dahulu)! " Maka setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan). ” (QS. Al-A'raf: 116
Maksudnya para tukang sihir berhasil mempengaruhi orang-orang dan menakut-nakuti mereka, yang menjadikan mata orang-orang yang melihat tidak bisa melihat apa sebenarnya yang dilemparkan oleh tukang sihir.

Sihir juga merupakan suatu aktivitas yang ditujukan untuk bertaqarub (mendekatkan diri) kepada jin dan setan dengan cara meninggalkan bersuci, shalat, dan melakukan berbagai perbuatan haram, seperti membunuh, minum khamar, zina, melakukan kemungkaran dan kekufuran dengan imbalan agar jin dan setan menolongnya dalam melakukan sihir. Dalam kitab Lisan Al-Arab disebutkan, ”Sihir adalah suatu amalan untuk mendekatkan diri kepada setan.”(11) Dengan makna seperti ini pula kamus Webster mengartikan sihir, "Sihir adalah keahlian yang bertumpu kepada kekuatan yang tersembunyi.(12) Dalam kitab Funun as-Sihri disebutkan, ”Sebagian orang menyifati sihir dengan seni (trik) membuat informasi tanpa ada alasan yang jelas. Sebagian yang lain berpendapat bahwa sihir adalah kebatilan semata sekalipun tidak diragukan keberadaannya karena telah disebutkan dalam Taurat dan Al-Qur'an, serta diterangkan melalui lisan para nabi dan rasul.”(13) Sementara dalam kitab Al-Insanu wa asy-Syaithanu wa asasihru, disebutkan:

“Para ulama dan peneliti mengatakan bahwa sihir itu merupakan kemampuan yang dimiliki sebagian orang sehingga mampu mempengaruhi orang lain atau yang ada di sekitarnya. Pengaruh ini bisa dalam bentuk materi maupun ilusi. Sebagian yang lain mengatakan bahwa sihir adalah perbuatan yang menghasilkan perkara-perkara yang ber-tentangan dengan hukum alam (Sunnatullah) dan rasio. Ada juga yang berpendapat bahwa sihir adalah seni yang memiliki pengaruh yang tidak bisa dipungkiri, sekalipun hakikatnya merupakan perkara yang samar karena bersandar kepada hukum-hukum gaib yang tidak bisa dianalogikan, diurai atau dimaknai. Adapun sebagian dari psikolog berpendapat bahwa sihir adalah kemampuan tinggi untuk mempengaruhi ketika orang yang memilikinya mampu memindahkan pemikiran dan persepsinya kepada orang lain sehingga mereka melihat apa yang diinginkannya sesuai dengan kemauannya. Kelompok yang lain berpendapat bahwa ada fenomena-fenomena yang tidak bisa dijangkau oleh ilmu karena berada di. luar materi yang bisa diindera, sehingga di perlukan metodologi baru untuk bisa menafsirkan perkara yang tidak bisa dijangkau oleh ilmu, di antaranya adalah sihir” (14)

Dalam Ensyclopedia Britanica dikatakan bahwa sihir adalah salah satu seni (keahlian) bangsa-bangsa kuno, sedangkan kebudayaan modern menempatkan sebagian unsur kepercayaan pada sihir. Akan tetapi, dalam kebudayaan kuno, sihir merupakan hakikat yang nyata. Sihir ibarat sarana yang menggiring manusia kepada keberhasilan dalam tugas dan keluar dari kesulitan serta peperangan”(15)

Ibnu Khaldun mendefinisikan sihir sebagai berikut, "Ilmu tentang cara persiapan-persiapan yang dengannya jiwa manusia mampu mem pengaruhi unsur lain, baik secara acak (tidak ditentukan) atau sesuatu tertentu dari perkara-perkara langit, yang pertama disebut sihir yang kedua disebut rajah."(16)

Imam Al-Ghazali mengatakan, ”Sihir adalah satu jenis ilmu yang diambil dari kekhususan-kekhususan suatu jauhar (unsur, elemen) yang terhitung pada permulaan peredaran bintang-bintang, kemudian dari substansi tersebut diambil bentuk orang yang tersihir, dengan memperhatikan waktu-waktu khusus dari peredaran bintang disertai mantramantra yang dengannya sampai kepada permintaan tolong kepada setan. ”(17)

Dalam kitab Miftah as-Sa'adah dikatakan, ”Sihir adalah sesuatu yang tersembunyi oleh kebanyakan manusia, baik dari sebab ataupun menyimpulkannya. Hakikatnya adalah setiap yang menyihir akal lalu diikuti oleh rasa tertarik dengan penuh ketakjuban, kekaguman, dan menyita perhatian, maka semua itu adalah ilmu yang membahas tentang pengetahuan kondisi-kondisi perbintangan dan tempatnya serta hubungannya dengan kejadian-kejadian di bumi, khususnya tentang tanggal kelahiran seseorang untuk menampakkan perbuatan-perbuat an ganjil dan rahasia-rahasia dengan cara yang samar.”(18)

Pada tempat yang lain dalam Miftah as-Sa'adah disebutkan, 'Ketahuilah bahwasannya terjadinya suatu kejadian jika hanya disebabkan oleh pengaruh jiwa, maka hal tersebut dinamakan sihir. Jika dengan meminta perlindungan kepada benda angkasa, maka hal tersebut termasuk berdoa kepada bintang dan apabila menggabungkan kekuatan langit dan bumi, maka disebut rajah atau azimat.'19
Setelah memaparkan berbagai macam pengertian dari sihir, maka kami melihat bahwa tidak ada definisi yang mencakup seluruh tema sihir. Definisi yang satu mengartikan sihir dengan penggabungan kekuatan bintang-bintang dan benda angkasa dengan unsur-unsur di bumi, sedangkan definisi yang lain mengartikannya dengan kekuatan mental yang dimiliki oleh penyihir dan seterusnya.

Pada dasarnya, jika kita ingin mengartikan sihir dengan menyeluruh, maka kita harus menggabungkan semua unsur kemudian menambahkan dengan unsur lain seperti yang akan dijelaskan pada pasal berikutnya yang membahas secara gamblang tentang macam-macam dan jenis sihir.

_______________
Catatan kaki :
11) ibnu Mandzur. Lisan Al Arab, Beirut Daar Shadlr, 1375 H, Jilid 4 hal. 348
12) Webster, Webster's Collegiate Dictionary, 118 A. G and 0. Merriam CO. 1922. hal.590
13)  Al Syantanawi, Ahmad Funun as-Sihri, Kairo: Daar al Ma'arif. 1957, hal.5-6
14) ismail, Said, Al-lnsan, Malhabl', al Akhbar, 1984 M, ceti, hai.1 1-12.
15) Encyclopedia Bn'tanica, U.S.A. 1970, V 14, hal.693.
16) lbnu Khaldun, Abdurrahman, a! Muqaddimah, Beirut: Daar lhya' al-Turats al-Arabi. u, cel.3, hal.496
17) Al-Ghazali, Abu Hamid. lhya' Ulumudin, Beirut: Dear al-Ma'rilah, ti, Jilid 1. Hal.29.
18) Zada, Tash Kubri, Millahu al Sa'adah, Haidar abad al-Dukan, tapi saya Majlis Da'iratu al Ma'arif al-Ulsmamyah, t1. illid 1. hal. 276-277.
=========================
📚 As Sihru wa As Sahrah min Minzhar Al Qur'an wa Assunnah
✍🏿 DR. Ibrahim Kamal Adham
📮 Abu Azka
💿 Maktabah Rlc

0 komentar:

Posting Komentar