Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Kedalaman Nilai Keyakinan

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 08 Januari 2010 | 08.14

Maha suci Allah! Tak ada satu kejadianpun yang terjadi tanpa sepengetahuan-Nya. Bahkan, daun yang gugur serta butiran pasir yang terbangpun tak luput dari pengawasan-Nya. Sungguh Allah maha besar lagi maha kuasa.
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” Qs. Al-An’a [6]:59.

Dia-lah yang menentukan hidup dan mati, menganugerahkan
kenikmatan yang kita miliki:“ Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa
(orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. Qs. Az-Zumar [39]:42

Masih ingatkah kita akan kisah Musa as. yang memegang kepercayaan kepada Allah swt sewaktu dirinya dihadapkan oleh hamparan laut dengan gelombangnya yang sangat dahsyat. Sementara firaun dan bala tentaranya terus mendekati hendak membunuhnya dan pengikutnya. “kita akan tertangkap! Ujar seorang pengikutnya pasrah. Namun, Nabi Musa berkata:Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya
Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. Qs. Asy-Syu’ara [26]:62

Subhanallah, dengan mantap Nabi Musa as berjalan di tengah lautan. Ia sangat yakin Allah pasti akan menyelamatkan dirinya dan pengikutnya dari kejaran firaun dan pasukannya. Lain lagi dengan kisah Nabi Nuh as, Allah mengabarinya bahwa tidak akan ada lagi kaumnya yang beriman, kecuali memang mereka yang telah beriman Allah memerintahkan Nabi Nuh as membuat perahu:“ Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman
(saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Qs. Hud [11 ]:37
Nabi Nuh diperintahkan membuat bahtera (perahu) di gunung pasir yang tandus. Karena keyakinannya akan datang perubahan yang lebih lebih, iapun mengikuti apa yang Allah
perintahkan. Kenapa Allah menyuruhnya membuat membuat bahtera. Hal itu untuk membuktikan keimanannya yang kuat
kepada Allah.

Sahabat. Jika kisah Nabi Nuh ini di analogikan dengan keadaan kita sekarang, Andalah yang menjadi bahternya. Gurun pasir Nuh tidak ada bedanya dengan kondisi saat ini.
Karena yakin, akhirnya Nuh dan pengikutnya bertahun-tahun membuat kapal walaupun menemukan begitu banyak kesulitan. Tetapi lagi-lagi, ternyata kehidupan bukan persolan sulit dan mudahnya, persoalannya adalah yakin atau tidaknya kita akan
adanya perubahan itu. Jika kita memiliki keyakinan, maka jangan biarkan “diam” kita. Bangunlah keyakinan dengan kemahakuasaan Allah.

0 komentar:

Posting Komentar