Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Wahai saudaraku fillah, beritahu aku, kapankah kau akan marah?

Written By Rudi Abu azka on Senin, 14 Maret 2011 | 08.55

Marah….

Wahai saudaraku fillah, beritahu aku, kapankah kau akan marah?

Jika milik kita yang suci dihina, dan tempat kita dihancurkan, dank au tidak menjadi marah. Jika sifat ksatria kita dibunuh, dan kehormatan kita diinjak-injak, dan dunia kita berakhir, dank kau tidak menjadi marah?

Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?

Jika sumberdaya kita dirampas, dan institusi kita diruntuhkan, dan masjid-masjid kita dihancurkan, dan masjid Al-Aqso dan al-Quds kita tetap dirampas, dank au tidak menjadi marah?

Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?

Musuhku, atau musuhmu, menghina kehormatan, darahku dijadikan mainan oleh dia, dank au jadi penonton permainan. Jika untuk Allah, untuk suatu yang suci, untuk Islam kau tidak marah,

Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?

Aku melihat kengeriaan, aku melihat darah mengucur. Wanita-wanita tua mengiringi anak-anak menjemput maut mereka. Aku telah melihat segala macam bentuk penindasan. Dan kau tidak menjadi marah?!.

Jadi beritahu aku, kapankah kau akan marah?

Dan kau duduk seperti boneka bisu, perutmu memenuhi kantor. Kau habiskan malam banggakan angka-angka, dengan uang, curahkan dirimu kepada berkas-berkasnya. Aku melihat kematian diatas kepala-kepala kami. Dan kau tidak menjadi marah?!.

Jadi terus terang saja padaku, jangan malu-malu: kamu ada di Ummat yang mana?

Jika kau juga derita, apa yang kami derita, tidak menjadikan kamu ingin membalas, maka tidak usah repot.

Karena kamu bukanlah kami, maupun bagian dari kami, bahkan kamu bukan bagian dari dunia manusia.

Apakah mungkin kamu tidak membaca apa yang dikalamkan Allah?

Allah berfirman :

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara (QS. Al Hujurat [49] : 10)

0 komentar:

Posting Komentar