Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Belajar Dari Anak-Anak

Written By Rudi Abu azka on Senin, 28 Januari 2013 | 08.34

Bila kita amati, pada dunia anak-anak, ada sisi kehidupan yang penuh arti dan pesan.
Seorang anak berusia 4 tahun, baru saja menghabiskan sarapannya. Dengan bahagia ia berlari mencari ibunya dan berkata, "lihat! Aku sudah bisa makan sendiri! Habis, bersih!". Berbinar-binar matanya. "Alhamdulillah... pintar!", puji sang ibu sambil mencium pipi si kecil.

Hal-hal kecil dan sederhana mampu membuat anak-anak "benar-benar" bahagia. Gelembung-gelembung sabun yang ditiupkan, balon warna-warni 'membumbung tinggi diudara, pujian berupa kata dan belaian.
Berbahagialah...! Walau hanya karena hal-hal kecil yang kita lakukan. Selama itu positif dan kita suka.
Seorang peneliti mengajak siswa siswi TK untuk bermain "Menaikkan bola logam di atas pelat datar pada sebuah menara hingga bola mencapai puncak".

Ketika salah satu siswa mencoba permainan itu, mulanya bola langsung jatuh, kali kedua bola itu jatuh lagi hingga menggelinding ke sudut ruang. Kali ketiga bola sudah naik seperempat jalan sebelum akhirnya jatuh. Percobaan keempat tidak lebih baik dari sebelurnnya.

"Apakah menurutmu, kau akan sanggup melakukannyar tanya peneliti kepada siswa itu dengan nada netral. "Oh, pasti!" sahut sisiswa bersemangat sambil mencoba lagi.
Mungkin, kebanyakan anak-anak lain seusia siswa itu, akan berperilaku kurang lebih sama. Mereka yakin akhirnya akan berhasil menaikkan bola logam, walau telah mencoba berulang kali dan gagal. Optimis dan pantang menyerah!

Anak lelaki usia 8 tahun, memutuskan berdiri di dekat pintu toko swalayan sementara
ibunya berbelanja. Ketika ia melihat seorang nenek berjalan menuju pintu dengan membawa belanjaan yang cukup banyak, secara naluri, ia membukakan pintu bagi orang tua itu.
"Terima kasih, anak muda, kamu baik sekal i".

Selanjutnya, anak lelaki itu membukakan pintu untuk setiap orang yang tampak membutuhkan bantuan. Seorang ibu muda yang memegang belanjaan di satu tangan dan tangan lainnya menggendong bayi, seorang tukang cat yang membawa kaleng cat dan secangkir kopi, dan...ia selalu mendapatkan ucapan "terima kasih".

Banyak kisah lain menunjukkan rasa empati anak yang hadir secara alami.
lnilah pesan seorang dari mereka yang setiap hari memberi makanan kepada para tunawisma, "setiap orang diantara kita pasti mempunyai dorongan untuk memperhatikan orang lain dan sebetulnya memang kita berhutang. Tidak ada orang yang tidak pernah menerima bantuan dari orang lain. Maka, kita harus selalu siap memberikan yang pernah kita terima dari orang lain".
Ada sikap bijak yang dimiliki anak-anak dan patut kita teladani. Karena mereka terlahir fitrah.

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (ltulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".
Wallahu alam bisshowab.

0 komentar:

Posting Komentar