Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

METODE DAKWAH

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 20 Januari 2013 | 11.51

Sejak Rasulullah saw., dakwah memang ditetapkan sebagai suatu metode yang khas islami dalam penyebaran agama Islam bagi seluruh umat manusia. Kini masyarakat manusia sudah semakin maju dan problematika hidupnya semakin bertambah kompleks, sementara dakwah hams tetap berjalan, terus berlaku, tetap berfungsi dan terus berperan, tetap berlangsung dan terus berkelanjutan melangkah untuk memberikan insentif-insentif bagi tingkah laku manusia, memberikan respons kuratif dan rispek (respect) preventif, dalam rangka menyelamatkan manusia dari degradasi sosial dan kemanusiaan dari penyakit dehumanisme yang semakin berkembang dan sedang menuju krisis identitas, legalitas krisis penetrasi, partisipasi dan krisis distribusi.

Maka metode dakwah berupaya untuk mengadakan pendekatan-pendekatan, agar dakwah bisa mengatasi, sekurang-kurangnya dapat memecahkan problematikanya dengan memberikan jalan keluar yang terbaik. Kalau kita sudah terjun di medan dakwah berhadapan dengan objek dakwah di lapangan, berarti saat itu juga kita akan berhadapan dan dihadapkan kepada masalah metode dakwah. Berhadapan, karena manusia sebagai sasaran memerlukan penerapan metode yang berbeda-beda. Dihadapkan sebab kita benar-benar menghadapi kenyataan objek yang beraneka ragam yang tentu saja menuntut kita untuk menguji efektivitas metode dengan intensitas materi dakwah atau antara teori dan praktik.

Jadi, masalah metode dakwah berkisar pada masalah bagaimana kemampuan juru dakwah menyesuaikan materi dengan situasi dan kondisi sasaran serta tujuan yang hendak dicapai. Di sinilah dibutuhkan keterampilan dan kecakapan juru dakwah serta motivasi yang kuat dalam keiempatan melaksanakan dakwah yang luas.

Metode berasal dari bahasa Yunani methodos, merupakan gabungan dan kata meta = melalui, mengikuti, sesudah dan kata hodos = jalan, arah, cara. Jadi, metode artinya suatu cara yang bisa ditempuh.
Selain metode, ada lagi istilah sistem, yang juga berasal dari bahasa Yunani sistema, artinya: Sekumpulan atau keseluruhan cara yang tersusun secara rapi dan baik, yang bergerak menuju suatu tujuan tertentu.
Ada lagi istilah Tech'nique (teknik) yang artinya: Kemahiran membuat atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan seni.

Ketiga istilah tersebut bisa dibedakan dalam pengertian, tetapi sulit dipisahkan dalam praktik karena ketiga-tiganya mengandung arti yang sama, yakni tatacara yang diorganisasi, untuk mencapai tujuan lebih maksimal dan optimal.

Syiar dakwah yang pertama kali dilaksanakan oleh Rasulullah, seluruhnya merupakan lambang metodologis dakwah yang seclikitnya telah mampu mengubah manusia jahiliyah ke dunia barn Islam. Maka metode dakwah sebagai sarana objektif yang bersumber dari ajaran Allah dan Rasul-Nya itu hams mampu dijalankan dan dapat diterapkan untuk segala tingkatan masyarakat sasaran di segala ruang dan waktu.

Oleh karena itu, metode-metode ini hams terus dikembangkan mengikuti lajunya zaman, dan pesatnya ilmu pengetahuan serta canggihnya teknologi, melalui pendekatan-pendekatan dari berbagai disiplin ilmu, agar tetap up-to-date, aktual dan rasional. Artinya, dengan metode itu, juru dakwah hams mampu menjabarkan kebenarankebenaran sesuai dengan keperluan, kebutuhan, permintaan dan tuntutan masyarakat sasaran, dengan tetap berpijak di atas acuan yang bersifat standar universal serta rujukan yang tetap autentik dari Rasulullah saw. sebagai manusia sumber yang tetap diakui keabsahan dan validitasnya, maupun kesolidan dan aktualitasnya sepanjang masa. (Al Ahzab: 21).
Metode klasik yang masih tetap up-to-date itu adalah:
1. Metode sembunyi-sembunyi, pendekatan kepada sanak keluarga terdekat, terang-terangan atau dekralatif.
2. Metode bil lisan, bil qolam, bil hal dan bil 'amal.
3. Metode bil hikmah, mau'izlatil hasanah, mujadalah billati hiya ahsan (disebut juga sistem)
Metode:
Tabsyier wat Tandzier
Targhieb wat Tarhieb
Amar ma'ruf nahi mungkar
Ta'awanu alal birri wat taqwa, wala ta'awanu alal itsmi wal 'udwan
Dana 'ala khairin
Tawashau bil haq wash shobr
Tadzkirah
Taghyier Tabligh Di'ayah Fastabiqul khairat, ilal maghfirah wa jannah
Da'a ilallah (yang disebut juga Teknis).

Di dalam metode-metode tersebut sudah tercakup pengertian metode langsung dan tidak langsung. Kemudian, metode, sistem, dan teknik dakwah tersebut masih bisa dikembangkan lagi menjadi beberapa pola dan cara yang sedang berkembang di dalam masyarakat dengan bermacam-macam istilah baik yang tradisional, formal maupun yang ilmiah.

0 komentar:

Posting Komentar