Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

OBJEK DAKWAH

Written By Rudi Abu azka on Sabtu, 19 Januari 2013 | 09.54


Sudah jelas kiranya bahwa objek dakwah adalah manusia, mulai dari individu, keluarga, kelompok, golongan, kaum, massa dan umat seluruhnya. Sudah jelas pula bahwa setiap insan yang normal, 'dewasa dan beradab, pada umumnya mempunyai citacita mencapai kebahagiaan hidup. Cita-cita yang luhur itu kemudian dimanifestasikan dalam bentuk keinginan-keinginan yang akhirnya mengarah kepada tujuan hidupnya di dunia ini. Dakwah sudah menggaris bawahi tujuan manusia itu serta memasukkannya ke dalam agenda dan jadwal tugasnya amar ma'ruf — nahi mungkar.

Manusia sebagai objek dakwah dapat digolongkan menurut Manusia sebagai objek dakwah dapat digolongkan menurut klasnya masing-masing serta menurut lapangan kehidupannya. Akan tetapi menurut pendekatan psikologis, manusia hanya bisa didekati dari tiga sisi, yaitu sebagai makhluk individu, makhluk sosial dan makhluk ber-Ketuhanan
Manusia sebagai makhluk individu memiliki tiga macam kebutuhan hidup yang hams dipenuhi secara seimbang, yaitu:
1. Kebutuhan kebendaan (material). Pemenuhan aspek ini akan memberikan kesenangan bagi hidup manusia.
2. Kebutuhan kejiwaan (spiritual). Pemenuhan aspek ini akan memberikan ketenangan, ketenteraman dan kedamaian dalam batinnya, dan
3. Kebutuhan kemasyarakatan (sosial). Pemenuhan aspek ini akan membawa kepuasan bagi hidup manusia.
Sebagai makhluk sosial, manusia hams hidup bersama kelompolcnya, bersatu dan bergaul dengan yang lain.

Dalam kehidupan sosialnya ini manusia terikat dalam sistem hidup tiga dimensi yang disebut:
1. Dimensi Kultural (kebudayaan dan peradaban). Selain memberikan kepuasan bagi hidup manusia, kultur ini pula yang akan memberikan nilai tinggi rendahnya kemanusiaan.
2. Dimensi Struktural (bentuk bangunan hubungan sosial). Di sinilah titik temu (perjumpaan) manusia satu dengan yang lain dalam berbagai kepentingan hidupnya, yang menentukan chaos tidaknya kehidupan.
3. Dimensi Normatif (tatakrama dalam pergaulan hidup sosial). Manusia adalah pelaku dan sekaligus peserta dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Dari sini manusia akan ditentukan baik dan buruknya dalam berperilaku.

Dari dua kelompok tersebut di atas, individual manusia harus difahamkan terlebih dahulu untuk mengerti manusia dan keperluannya secara balk. Selanjutnya memahami dinamika sosialnya. Manusia sebagai makhluk ber-Ketuhanan akan menampakkan sikap, tingkah laku serta keadaan hidupnya sebagai besar kecilnya pengaruh keyakinan agama (kepercayaannya kepada Tuhan Yang Mahaesa). Dakwah sebagai metode ternyata sangat cocok untuk kemanusiaan. KonseP' hidup dan kemasyarakatan yang disajikan dakwah sangat cocok, gampang dicerna, mudah ditangkap akal, sarat dengan isi dan padat dengan norma, mantap dengan mengena, dan kompak. Konsep yang lahir dari dakwah ini merupakan konsep penyelesaian (problem solving) dari semua persoalan hidup yang dihadapi manusia di dunia ini. Dikatakan kompak karena, antara konsep dengan kenyataan selalu paralel, (sistem fithri) oleh karenanya seluruh pendekatan dakwah secara umum dapat diterima oleh seluruh lapisan manusia, sebab keserasian, kekompakan dan kesesuaian itu diatur oleh Allah swt. seperti dalam firman-Nya:

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah, itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Ar Ruum: 30).

Apabila dakwah menghadapi kenyataan objek yang kebanyakan manusia tidak mengetahui, itu berarti manusia yang telah menyimpang dari fitrahnya yang suci. Kepada mereka itulah dakwah dihadapkan, atau merekalah sebenarnya sasaran atau objek dakwah. Hal itu tidak mengherankan, karena dalam stratifikasi spiritual, manusia ada enam tingkatan, yaitu: Ammarah, Musawwilah, Lawwamah, Muthmainnah, Radliyah Mardliyah dan tertinggi adalah Kamilah.

Kemudian, selain itu, cita-cita manusia modern sekarang ini, adalah ingin mewujudkan lima tujuan pokok hidupnya, yaitu:
1. Perkembangan sosial ekonomi yang merata
2. Menciptakan kemerdekaan dan perdamaian yang sesungguhnya, bagi seluruh umat manusia.
3. Menciptakan keadilan sosial atau keseimbangan tanpa membeda-bedakan ras dan keturunan.
4. Mencegah timbulnya pengotoran lingkungan hidup, baik fisik maupun mental spiritual.
5. Menciptakan terwujudnya hak asasi yang sebenarnya dan kemudian moralitas agama akan diresapkan kepada seluruh umat manusia dengan dasar amar ma'ruf nahi mungkar.
Karena sasaran dakwah adalah manusia sebagaf organisme yang hidup dan mempunyai cita-cita yang luhur, maka juru dakwah dituntut untuk pandai menjual ide dan memasarkan materi dakwah ini.

0 komentar:

Posting Komentar