Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

HIDAYAH & TAUFIQ ITU PEMBERIAN ALLAH

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 13 Desember 2017 | 07.23

🏷 *HIDAYAH & TAUFIQ ITU PEMBERIAN ALLAH*⌛

📜 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
ٱهْدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلْمُسْتَقِيمَ
(Tunjukilah kami jalan yang lurus). *HIDAYAH* adalah *keterangan dan petunjuk*, sedangkan _taufiq dan ilham_ datang setelah keterangan dan petunjuk itu. Tidak ada jalan untuk mendapatkan keterangan dan petunjuk itu melainkan dari rasul. Apabila penjelasan, petunjuk dan pengetahuan telah diperoleh, maka selanjutnya akan diperoleh *hidayah taufiq* (penerimaan hati terhadap petunjuk itu), penanaman iman dalam hati, cinta terhadap iman, dijadikan Nya iman itu indah dalam hati, menimbulkan pengaruh dan motivasi, ridha terhadap keimanan dan gemar kepadanya.

👉🏿Keduanya merupakan hidayah yang amat penting, kita tidak mungkin mendapatkan kebahagiaan dan kejayaan tanpa adanya hidayah ini. Keduanya mengandung penjelasan dan pengenalan terhadap kebenaran yang tidak kita ketahui, secara terperinci ataupun secara garis besar. Selanjutnya adalah pemberian ilham kepada kita terhadap keimanan itu, dan menjadikan kita sebagai orang-orang yang berkeinginan untuk mengikutinya secara lahir dan batin. Kemudian menciptakan kemampuan dalam diri kita untuk melaksanakan petunjuk (hidayah) ini dengan ucapan, perbuatan, tekad dan kemauan yang kuat, kemudian dikekalkan-Nya hal itu untuk kita dan dimantapkan-Nya kita pada kebenaran itu hingga kita meninggal dunia.

👉🏿Dari sini kita mengetahui betapa perlunya seorang hamba memanjatkan do'a ini (tunjukilah kami jalan yang lurus) melebihi keperluankeperluan lainnya. Di samping itu kita mengetahui pula ketidakbenaran orang yang mempertanyakan, “Apabila kita sudah mendapatkan petunjuk, mengapa kita memohon hidayah (petunjuk) lagi? Karena kebenaran yang belum kita ketahui masih sangat banyak. Ada hal-hal (kebaikan) yang kita tidak ingin mengerjakannya, baik karena sembrono maupun karena malas, atau hal-hal yang kita inginkan tetapi kita tidak mengerti,. Ada pula hal-hal yang kita kehendaki tetapi kita tidak memiliki kamampuan melakukannya, tidak mengetahui jumlah dan perinciannya yang tidak terbatas. Karena itu, kita membutuhkan hidayah yang sempurna. Barangsiapa telah mendapatkan hal-hal tersebut, maka permintaannya akan hidayah berarti permintaan agar hidayah-hidayah itu ditetapkan dan dikekalkan untuknya.

👉🏿Masih ada tingkatan lain dari hidayah - yang merupakan tingkatan PUNCAK yaitu *hidayah pada hari kiamat ke jalan surga*, atau jalan yang menyampaikannya ke surga. Barangsiapa di dunia ini diberi. petunjuk ke jalan Allah yang lurus, jalan lurus yang dengannya Allah mengutus rasulrasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya, maka di akhirat nanti orang ini akan mendapatkan petunjuk ke jalan lurus yang menyampaikannya ke surga-Nya dan tempat pahala-Nya. Sekokoh langkah kaki seseorang hamba di jalan yang dipancangkan Allah untuk hamba-hamba-Nya di dunia ini, sekokoh itu pula langkah kakinya di atas titian yang dipasang di atas neraka Jahanam. Sebagaimana perjalanannya menempuh jalan hidup (agama) ini di dunia, seperti itu pula perjalanannya waktu melintasi titian. Karena itu ada orang yang melintasi titian seperti kilat. Ada orang yang melintasinya dengan kecepatan sekejap mata. Ada yang melintasinya dengan kecepatan angin. Ada yang melintasinya seperti larinya kuda. Ada yang berjalan cepat, ada yang berjalan biasa, ada yang merangkak, ada yang tertatih- tatih, dan ada yang langsung dihempaskan ke neraka. Karena itu hendaklah seseorang memperhatikan bagaimana perjalanannya di atas jalan yang lurus (yakni bagaimana perhatian, kepedulian, sikap; dan pelaksanaannya terhadap agama Islam) di dunia ini, karena ia akan mendapatkan balasan yang setimpal, "

_”Bukankah kamu tidak dibalasi melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan?"_ (an-Naml [27]: 90)

👉🏿Hendaklah ia memperhatikan syubhat-syubhat dan syahwat-syahwat yang menghalangi perjalanannya di atas jalan yang lurus ini, karena itu semua merupakan besi-besi pengait di pinggir kiri dan kanan titian tersebut yang akan menyambar dan mengaitnya hingga ia tidak dapat melintasi titian itu. Kalau di dunia ini banyak syubhat dan syahwat yang diterjangnya, maka demikian pula besi-besi pengait dan rintangannya di atas titian akhirat tersebut,

_” Dan Tuhanmu sama sekali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.”_ (Fushshilat [41]: 46)

👉🏿Karena itu, permintaan hidayah tersebut meliputi permintaan untuk dapat memperoleh semua macam kebaikan dan keselamatan dari semua bentuk keburukan.

✒ *Ibnul Qayyim Al Jauziyyah* - "Madarijus Salikin" 📚

--------🌴🌴🌴--------
📻 *KCRT Channel*
✍📮 Rudi Abu Azka
| www.kisahruqyah.com
| www.inforuqyah.com
| www.ibnukatsironline.com
|www.abuazkacollection.blogspot.com

---------- 🌴🌴🌴 -----------

🛍 *WhatsApp@Kcrtangerang*
  +62 857 1686 3625

0 komentar:

Posting Komentar