Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Disini Kita Musafir Perjalanan

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 18 Februari 2011 | 21.18

Perjalanan ini berupa kehidupan yang tidak kita ketahui kapan akan berakhir. Kita adalah seorang anak manusia yang terbentuk dari setetes air mani dan tumbuh menjadi manusia dewasa. Betapa cepatnya waktu yang berjalan tanpa disadari telah kita tinggalkan masa-masa bermain dan masa-masa remaja, ingin rasanya hidup ditengah cerianya anak-anak yang bermain, ingin rasanya menikmati keadaan itu yang sungguh terasa tanpa beban, tertawa bersama teman-teman, hangat dalam dekapan orang tua, dan masih banyak yang sulit untuk diungkapkan. Sungguh kehilangan salah satu episode yang merupakan bagian kehidupan, dan pasti akan kita dapati episode kehidupan berikutnya yang belum diketahui keadaannya.

Jika menilik pada diri sendiri maka ada perubahan yang berbeda dari sebelumnya, apalagi kalau bukan perubahan tubuh dan perubahan pemikiran. Kagetkah kita saat bercermin ternyata muka anak-anak yang ceria kini menjadi muka orang dewasa, kagetkah saat kita menatap badan kita yang ternyata sudah dianggap sebagap orang dewasa? “ Engkau kan sudah dewasa jadi bisa mengambil keputusan atau pilihan tersendiri” itulah mungkin salah satu kata yang terucap oleh orang tua, teman, atau saudara. Ya, dewasa apa maknanya, perubahan pola pikir menjadi seorang yang mampu membuat suatu keputusan bijak atau mampu hidup tanpa tergantung pada orang lain mungkin salah satu maknanya. Merasa dewasa tentu maknanya berbeda dengan berfikir dan bertindak dewasa, karena banyak orang merasa mampu berbuat dan ternyata tidak mampu saat menghadapi masalah. Kita tentu paham bahwa dewasa bukan berarti fisik seperti orang dewasa, karena betapa banyak seseorang yang dewasa secara fisik tetapi berfikir seperti anak kecil.

Sangat penting bagi kita untuk mulai belajar dan berbuat dari sekarang agar kita bisa menangani berbagai macam problema kehidupan. Ilmu yang terpenting dari segalanya adalah ilmu Dien atau ilmu agama, yang hukumnya wajib bagi kaum muslimin tanpa memandang usia, kedudukan atau status social. Bagaimana mungkin seseorang dikatakan sebagai seorang muslim padahal masalah wudlu saja tidak tahu, masalah sholat tidak paham, lalu bagaimana ia dikatakan seorang yang dewasa sedangkan dasar agama saja tidak tahu. Oleh karena itu bentuk kedewasaan sesungguhnya ialah seseorang semakin paham tentang keadaan dirinya untuk apa dia hidup yang kemudian mati tidak lain satu tujuan suci dan paling utama dari harta dunia dan seisinya yaitu beribadah kepada Allah SWT. Menilik silih bergantinya manusia yang mendiami bumi tentu kita sadar bahwa kita tak selamanya hidup di dunia ini, hal ini sangat penting untuk disadari bahwa salah satu poin penting adalah kita niat hidup ini untuk beribadah penuh kepada Allah SWT dengan penuh pengharapan hidup selamat dunia akhirat.

0 komentar:

Posting Komentar