Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Panduan Mencari Kebahagiaan Di Dunia & Akhirat

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 25 Februari 2011 | 10.04


SESUNGGUHNYA kebahagiaan di dunia ini adalah bersifat sementara. Bahagia dengan pangkat besar, rumah mewah dan sebagainya hanya bersifat sementara. Orang yang dilimpahi nikmat kekayaan juga akan berakhir dengan mati.Dalam hal ini Allah S.W.T berfirman yang artinya:

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Surah Al Kahfi: Ayat 45)

Islam amat menganjurkan umatnya berusaha untuk mencari kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat. Rasulullah S.A.W juga menganjurkan kita supaya senantiasa berdoa seperti yang terdapat dalam Al Quran yang artinya:

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”(Surah Al Baqarah: Ayat 201)

Para ulama mentafsirkan kalimah hasanah dunia dan hasanah akhirat dengan pengertian berikut:

Kesehatan jiwa dan raga.
Ilmu yang bermanafaat.
Amalan yang soleh.
Keimanan yang teguh.
Ikhlas beramal dan mendapat keredaan Allah.
Disenangi umat manusia.
Hidup bahagia dengan rezeki dan harta.
Rumah tangga yang bahagia dan mendapat anak yang soleh.
Selamat dari siksaan kubur.
Dapat masuk syurga dengan segala kenikmatan yang abadi.

Islam memperingatkan barangsiapa yang hanya mencari kebahagiaan dunia akan hilang kenikmatan itu kerana ia bersifat sementara. Keadaan ini jelas dinyatakan Allah dengan Firman-Nya yang artinya:

“Kesenangan di dunia ini hanya sementara dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan Kami tidak akan anianya sedikit pun.” (Surah an Nisa’: Ayat 77)

Sesungguhnya kebahagiaan di dunia dan akhirat boleh dicapai dengan berpegang teguh dan yakin kepada tuntutan al-Quran dan sunnah rasul yang menjadi pedoman hidup manusia sama ada untuk dirinya,keluarga, jiran dan masyarakat.

Al-Quran berulang kali memperingatkan keimanan yang teguh serta amalan soleh dan ikhlas kepada Allah yang dapat memberi kebahagiaan abadi.

Keadaan ini jelas kalau kita perhatikan Firman Allah yang bermaksud:
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Surah An Nahl: Ayat 97)

Untuk mendapat kebahagiaan abadi, kita perlu mengamalkan prinsip-prinsip berikut:

Menjadikan diri orang yang baik dan patuh kepada segala perintah Allah. Kita hendaklah bersikap ramah dalam pergaulan, gembira dan bersyukur atas segala nikmat dan tidak berdendam serta bersabar atas qada dan qadar.

Bersungguh-sungguh mengerjakan ibadat siang dan malam agar mendapat keredaan Allah dalam kehidupan.

Menjauhkan diri daripada sifat munafik, noda dan dosa yang menyebabkan masuk neraka di akhirat kelak.

Bersifat murah hati menderma dengan mengeluarkan harta atau sedekah, tidak kikir. Firman Allah s.a.w yang artinya: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Surah Al Baqarah: Ayat 195)

Mentauhidkan Allah yaitu mengesakan-Nya tanpa syirik kepada-Nya dengan segala yang lain. Firman Allah yang artinya: “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (Surah Al Baqarah: Ayat 163)

Menjauhi zina kerana ia perbuatan mungkar, keji dan hina serta terkutuk dan berdosa besar. Firman Allah yang artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Surah Al Israa: Ayat 32)

Tidak membunuh yaitu tidak membunuh terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain yang halal darahnya. Firman Allah yang artinya: “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.” (Surah Al Isra': Ayat 33)

Sesungguhnya kebahagiaan selalunya datang secara kebetulan saja. Kebahagiaan bukan seperti sebuah rumah yang dapat dibangun dengan tangan. Kebahagiaan itu laksana lagu merdu yang didengari ketika sedang memanjat tanah tinggi dan apabila turun dari sebelah sana bunyi itu akan lenyap dari telinga kita. Dan hidup bahagia yang abadi ialah hidup yang diredai Allah dan Rasul-Nya serta disenangi semua manusia.

0 komentar:

Posting Komentar