Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Berhenti Sejnak

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 16 Februari 2011 | 01.29

Sejenak kita melepas dari penatnya keadaan aktivitas kehidupan kita untuk melihat kembali perbuatan-perbuatan yang telah kita lakukan. Orang yang memiliki mata hati tentu akan mengikat janji terhadap dirinya sendiri, seperti pedagang yang beker jasama dengan seorang mitra kerja , yang harus melaporkan pembukuannya setiap bulan atau setiap tahun. Melakukan instropeksi bisa kita lakukan kapan pun dan segera tanpa menunggu hari yang kita anggap tepat, muhasabah banyak sekali tahapannya, diantaranya dapat dengan melakukan;

Pertama kita secara jujur mengakui apa yang diperbuat dan tidak perlu malu untuk mengakui kesalahan. Kesalahan ini bisa kita indikasikan dengan mengingat perbuatan buruk kita kepada orang tua, teman, atau saudara, kemudian dapat kita ketahui dengan kritik atau teguran yang disampaikan kepada kita terhadap perbuatan buruk kita, dan dapat melalui teman atau guru yang dengan jujur member i nasehat tentang kelemahan-kelemahan kita. Dalam membentuk kepribadian setelah kita berpemahaman agama dengan benar tentu akan adanya perubahan akhlak pada kepribadian. Kalaulah kita melihat kelemahan diri kita tentu sangat banyak dan kita tidak memikirkan kelemahan orang lain, ketika melihat orang lain tidak membaca buku atau al-qur’an setelah melihat diri kita ternyata keadaan kita lebih malas dalam membaca. Kalaulah kita jujur berapa kali kita membaca buku maupun al-qur’an setiap harinya, tentunya fakta membuktikan dalam sehari saja kita malas untuk membaca.

Kedua adalah tekad atau kesungguhan untuk berubah karena yang namanya muhasabah tanpa diiringi tekad maka tidak ada manfaatnya. Orang yang ingin meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok jika tidak ada I’tikad yang kuat akan sangat sulit meninggalkannya, mungkin satu atau dua hari masih bisa tetapi karena azzam yang lemah bisa jadi satu atau dua minggu malah mencoba lagi dan akahirnya kembali ke kebiasaannya tersebut.

Ketiga menghukum diri sendiri atas kelalaian, menginstropeksi diri sendiri dan melihat adanya kelalaian padanya atau dia telah melakukan suatu kesalahan, maka kita tidak boleh meremehkannya. Karena dalam keadaan ini terlalu mudah untuk melakukan keburukan-keburukan dan sulit untuk meninggalkannya. Sehingga menghukum diri sendiri atas kesalahan tentu sangat diperlukan, hukuman kepada diri sendiri dapat kita arahkan kepada hal-hal yang positif seperti berpuasa sunnah, wajib membaca al-qur’an setiap hari kita target satu juz misalnya. Tentunya kita harus berani dalam bertindak terhadap diri sendiri, dan jenis hukuman tentunya harus membuat kita lebih baik kedepannya.

0 komentar:

Posting Komentar