Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

PEMBAHASAN TENTANG PSIKOLOGI

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 15 Februari 2012 | 21.30


PENDAHULUAN

1. Sesuatu dari manusia yang mudah dikenal identitasnya adalah, bahwa manusia menampakkan kehadirannya di dunia ini sebagai kenyataan yang materiil, merupakan makhluk fisik. Seperti halnya makhluk hidup lainnya, unsur terpenting bagi terwujudnya makhluk manusia ini adalah, tanah, cahaya, air dan udara. Oleh karenanya hubungan komunikasi dan kontak antara manusia dengan alam lingkungannya menjadi serasi. Dari aspek fisiknya saja tampak manusia merupakan makhluk hidup tertinggi yang dapat kita jumpai di alam ciptaan Tuhan di dunia ini dan makhluk hidup yang tersusun paling kompleks dari aspek luarnya, lebih-lebih dari aspek dalamnya.

2. Manusia adalah satu-satunya model makhluk hidup yang kita kenal, yang mampu memproblemkan dirinya sendiri. Sejak kemunculannya di muka bumi ini ia sudah tertarik untuk mempersoalkan dirinya. Namun, hingga kini masih ada yang tersisa yang belum dapat dipahami, yang perlu diselesaikan melalui konsep atau teori lain. Dari bahan literatur yang ada yang mempersoalkan manusia, dunia ilmu tidak memasalah¬kan pertanyaan siapa hakikat manusia itu?

3. Tentang kejadian manusia-fisik Alkuran (Quran) menying¬kapkan prinsip-prinsipnya saja, yakni:
a. Dari saripati berasal dari tanah, kemudian ia di
b. jadikan air mani,
c. yang ditempatkan dalam tempat yang kokoh,
d. lalu dijadikan segumpal darah
e. selanjutnya menjadi segumpal daging
f. lalu tulang belulang yang dibungkus dengan daging
g. akhirnya dijadikan makhluk berbentuk (janin). (Al Mu'mi¬nun: 12 — 14).

Dunia ilmu pengetahuan menjelajahi masalah tersebut, dari materi ke materi secara eksperimental. Dalam perkem¬bangannya, cabang ilmu biologi menetapkan bahwa tubuh
manusia adalah sekias laboratorium yang ajaib. Kemudian, Kara ahli biologi sekarang banyak menumpahkan perhatian¬nya kepada sel, karena hampir semua kegiatan dan proses yang ditunjukkan oleh makhluk hidup dapat dicari dengan mempelajari struktur dan fungsi sel, sehingga dapat dinyatakan hahwa sel itu adalah kesatuan struktur, dan kesatuan fung¬sional dari kehidupan. Benda yang hidup, yang dengan ini cip¬taan menjadi wujud, disebut Plasma. Setiap sel yang hidup ber¬isi plasma ini. Dengan demikian menurut mereka, plasma adalah substansi dasar dari makhluk hidup. Dan unsur-unsur oksigen, karbon dan hidrogen merupakan tiga unsur yang paling menonjol pada plasma. Suatu pengamatan ilmiah menyatakan bahwa di dalam plasma terjadi kegiatan-kegiatan yang sarba menakjubkan dan merupakan teka-teki, dengan adanya gejala hidup selanjutnya. Lebih mendalam lagi, orang menerjuni selidiknya kepada plasma ini ternyata akan banyak dijumpai tabiat-tabiat yang serba tersembunyi yang tidak dapat di-mengerti dan diperkirakan, yang tidak dapat diungkap dan diikuti oleh ilmu pengetahuan, yaitu sesuatu yang bekerja pada makhluk hidup yang tidak terdapat pada benda mati.

Dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam tubuh manusia menunjukkan adanya kekuasaan hukum yang mendalam dan teliti. Susunan materi memegang peranan yang begitu pen¬ting dalam ilmu pengetahuan, kecuali satu soal yang sampai sekarang belum dapat dijawab, yakni apa kekuatan dan siapa kekuasaan yang mengatur kerapian kerja menurut tujuan-tu¬juan tertentu hingga menjadi makhluk hidup yang disebut manusia itu.
4. Dengan mengamati proses kejadian embrio secara singkat itu, dan dilihat dari hukum bio-genitis, masalahnya tidak semudah seperti apa yang dapat kita ulas dengan kata-kata atau yang bisa kita teteskan dengan tinta walaupun seluruh perkem¬bangan dari benih menunjukkan pementasan materiil yang sederhana, namun sebenarnya mengandung teka-teki silang yang tak habis-habisnya. Dari kenyataannya terjadinya manusia¬fisik seperti apa yang diketengahkan di atas, belum berarti kita telah dapat menangkap isyarat bahwa manusia merupakan totalitas. Ungkapan biologis bahwa semua makhluk hidup adalah tersusun dari unsur-unsur kimiawi yang sama dan ber¬beda-beda pada kadarnya sudahlah jelas. Akan tetapi, apabila ditanyakan tentang kekuatan yang mengatur kerapian gerak unsur-unsur materiil itu, ilmu pengetahuan belum menegaskan. Dari kesamaan bahan materi yang menyusun semua makhluk hidup itu tentu ada perbedaan paling prinsip antara makhluk manusia dengan lainnya, yang kemudian oleh ilmu pengetahu¬an dikenal dengan sebutan psyche (jiwa). Alkuran (Quran) hanya menyatakan secara dasar bahwa kekuatan non-materiil itu namanya Nafs dan Roh

"Tidakkah manusia menyadari bahwa Aku telah menciptakannya sebelum ini, dan dia bukan sesuatu apa" (yang bisa disebut: Maryam: 67).

"Aku tidak mempersaksikan penciptaan langit dan bumf kepada mereka dan tidak juga penciptaan diri mereka" (Al Kahfi: 51)

"Kemudian Dia menyempurnakan kejadian-(fisik)nya, lalu Dia tneniupkan ke dalamnya Roh (ciptaan)-Nya, dan Dia mencip¬takan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur." (As Sajadah: 9).

0 komentar:

Posting Komentar