Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Belajar Dari Kesalahan

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 17 Juni 2009 | 09.38


Belajar Dari Kesalahan

Bagi orang yang memiliki jiwa sehat (bersih), sekecil apapun kesalahan akan membuatnya tidak merasa tenang. Ia merasa tidak nyaman dan terus dihantui rasa bersalah, terlebih ketika seseorang yang disalahinya tidak juga mau memaafkan. Ia merasakan betapa tidak enaknya dibenci seseorang dan betapa tidak nyamannya di kejar rasa bersalah. Bahkan meminta maaf kepada orang yang kita telah bersalah kepadanya terkadang bukanlah pekerjaan mudah.

Berapa banyak orang yang tidak mengakui kesalahannya, ia lebih siap untuk menanggung beban pikiran seumur hidupnya dari pada meminta maaf. Akan tetapi, sekalipun telah dimintai maafnya, terkadang persoalannya belum selesai sampai disitu. Karena itu, sebaiknya jangan melakukan kesalahan agar jiwa tetap dalam ketenangan yang abadi.

Perbuatan dosa atau kesalahan yang dilakukan seseorang akan tetap meninggalkan kesan tidak baik didalam jiwanya, selama perbuatan itu tidak mendapat penyelesaian dengan pengampunan atau pemaafan. Karena itu, untuk memudahkan jiwa agar tidak menderita, janganlah lakukan kesalahan. Sebab tidak melakukan itu lebih baik dari pada meminta maaf. Dan dengan tidak melakukan kesalahan, jiwa menjadi tenang.

Belajar dari kesalahan itulah, kemudian ia mencoba untuk intropeksi kedalam dirinya dan menemukan satu titik kesadaran tentang pentingnya arti sebuah kebenaran. Betapa memang hidup terasa indah tanpa kesalahan. Dan lihatlah betapa kesalahan membuat hidup terasa sempit, dunia seakan terjepit dan membuat kebebasan kita semakin terhimpit.

0 komentar:

Posting Komentar