Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Iman, Kunci Ketenangan

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 02 Juni 2009 | 07.23


Iman, kunci ketenangan

Orang yang beriman diibaratkan sebuah gunung yang tegar. Sekalipun dunia disekeliling gocang, angin topan menerjang, petir bergemuruh, sungai meluap banjir, dan gelombang lauatan menggunung, tetepi ia tetap tegar tidak bergeming, kokoh tidak tergoyahkan. Ia menancapkan kakinya dihamparan pintu kekuasaan Allah, meletakkan tangannya dalam naungan kasih sayang Allah, serta mempertautkan kehidupannya dengan Allah.

Dan selogan yang selalu di pegang oleh orang beriman adalah apa yang telah di firmankan Allah kepada Rasul-Nya:
“Katakanlah: “sekali-kali tiak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allaha orang-orang yang beriman harus bertawakkal”. (Qs. At-Taubah [ 9 ]:51).

Orang yang tidak mempunyai keimanan yang benar akan selalu menderita kehampaan rohani dan selalu merasakan kesempitan diri. Tetapi orang yang beriman dengan benar hidupnya selalu diselimuti rasa aman dan kedamaian pikiran.

Apabila hati di penuhi oleh iman, maka seluruh indra, perasaan dan anggota tubuh tergerak untuk melakukan kebaikan dan amal sholeh. Dan setiap iman bertambah dalam hati, maka kekuatan kebaikanpun akan bertambah, lalu hati seorang mukminpun akan terasa lapang. Kelapangan dada adalah buah sifat qona’ah. Lebih dari iti, iman merupakan kekuatan yang mampu menanamkan ketenangan dalam jiwa , rasa aman dan damai dalam hati.

Dialah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanana mereka ( yang telah ada”.
Qs. al-fath [48 ]:4).

Dr. Yusuf Al-Qaradhawi mengatakan, Iman adalah kekuatan pendorong yang memberikan stimulus kepada manusia untuk memberi dan membangun, mengerjakan kebajikan serta berlomba-lomba menuju kebaikan. Ibnu Khaldun menambahkan; bahwa bahagia dan tidaknya seseorang berangkat dari mampu dan tidaknya seseorang memenuhi kebutuhan keinginannya ( dalam bentuk positif).

Dan orang bahagia adalah mereka yang bisa menerima (qonaah) kenyataan hidupnya, bisa menerima segala yang ada pada dirinya. Akan tetapi percaya bahwa di balik kepahitan pasti ada kesejahteraan yang lebih lama. Seperti orang yang minum obat, pahit dikala meminumnya, tetapi setelah di minum hadir kesehatan yang lebih lama dari pahitnya rasa. Hidup dalam kesadaran akan betapa dekatnya Tuhan terhadap diri kita, bisa menghalau awan kegelisahan dan akan menghadirkan semangat hidup yang menggelora. Kita tidak dapat hidup dalam kesadaran akan dekatnya Allah dan pergi kemana-mana dalam kemurungan dan kegelisahan. Bila kita yakin bahwa Allah selalu bersama kita.

0 komentar:

Posting Komentar