Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Hal Hal Yang Terlewatkan

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 23 Juni 2011 | 21.09


Ketika masih di SMA dulu, aku memiliki seorang guru istimewa. Suaminya tiba-tiba meninggal karena serangan jantung. Kira-kira sekitar se minggu setelah kematian suaminya, ia berbagi pe ngalaman batin dengan murid-muridnya di kelas. Ketika matahari akhir siang menerobos lewat jendela kelas, dan jam pelajaran hampir habis, ia meletakkan beberapa barang ke pinggir meja lalu duduk diatasnya.

Dengan roman muka yang syahdu, ia berdiam sejenak lalu berkata, “sebelum pelajaran selesai, aku ingin berbagi pandangan dengan kalian. Meski tidak ada hubungannya dengan pelajaran, pembicaraan ini sangat penting. Setiap orang dari kita dilahirkan ke bumi untuk belajar, berbagi, mencintai, menghargai dan berbakti. Tidak seorangpun dari kita mengetahui kapan pengalaman fantastis ini akan berakhir. Nyawa kita dapat setiap waktu melayang. Mungkin, ini adalah cara Tuhan untuk memberitahu bahwa kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya setiap hari yang kita lewatkan.”

Sampai di sini matanya berkaca-kaca, lalu ia melanjutkan, “oleh karena itu, aku minta kalian semua berjanji kepadaku, mulai saat ini, dalam perjalanan ke sekolah atau dalam perjalanan pulang ke rumah, carilah sesuatu yang indah, perhatikanlah!. Tidak perlu harus sesuatu yang dapat dilihat, boleh saja berupa bau-bauan, mi salnya bau roti yang sedang dibakar disalah satu rumah yang sedang dilalui, atau suara tiupan angin sepoi-sepoi di dedaunan, atau cahaya pagi yang menerpa daun yang sedang melayang jatuh ke bumi. Perhatikanlah semua itu, dan syukurilah, meskipun semua itu tampak biasa-biasa saja. Kita harus menjadikan kejadian itu sebagai hal-hal penting yang harus diperhatikan, karena semua itu setiap saat dapat dicabut dari kita.”

Suasana kelas menjadi hening, kami merapikan buku lalu keluar kelas tanpa mengeluarkan suara geger seperti biasanya.

Dalam perjalananku pulang siang itu, aku memperhatikan lebih banyak dari yang kulihat selama satu semester. Kadang-kadang aku masih ter ingat guruku itu dan kesan yang digoreskan di hatiku. Sekarang aku mulai menghargai hal-hal yang dulu aku anggap biasa saja

0 komentar:

Posting Komentar