Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Iblis dan Kelihaiannya Menyesatkan Manusia

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 01 Juni 2011 | 08.52


“Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (QS Shad:82-83)

Setan telah meyakini bahwa dirinya telah binasa. Bahwa ia termasuk penduduk neraka. Dan ia pasti masuk ke dalamnya tanpa dapat menghindar sama sekali. Oleh karena itu ia berusaha menyesatkan bani Adam agar mereka bisa masuk bersama- sama ke dalam neraka. Bahkan setan bersumpah untuk melakukan tekadnya itu.

Allah juga mengabarkan bahwa di kalangan manusia juga ada yang berperan sebagai setan. “Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap- tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin.” (al- an'am:112)

Allah Ta'ala mendahulukan penyebutan setan dari jenis manusia sebelum penyebutan setan dari jenis jin! sebab setan dari jenis manusia itulah yang mengajak kepada apa yang diserukan oleh setan jenis jin. Mereka mengajak kepada kekufuran, bid'ah dan maksiat, yang mana itu merupakan seruan setan.

AJAKAN SETAN

Alim ulama menjelaskan bahwa setan senantiasa mengajak manusia kepada perbuatan dosa yang paling besar sampai dosa yang kecil. Ibnu Qayyim menyebutkan dalam kitab Al-Bada'iul Fawaaid di akhir juz kedua sebagai berikut: Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada 6 perkara . Ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil :

1. Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. jika hal ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.

2. Jika tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat bid'ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya, maka setan akan membuat bid'ah itu indah di matanya hingga dia rela dan setanpun membuatnya puas dengan bid'ah itu.

3. Jika gagal, setan akan menjerumus- kannya ke dalam dosa-dosa besar.

4. Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskan ke dalam dosa-dosa kecil.

5. Jika tidak berhasil juga, setan akan menyibukkannya pada perkara-perkara mubah hingga dia lupa beribadah.

6. Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara yang lebih penting dan prinsip.

Jika gagal juga, setan akan melakukan tipu daya terakhir, jarang orang yang selamat darinya hingga para nabi dan rosul sekalipun, yaitu; mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh pada agamanya.

Oleh sebab itu banyak setan jenis manusia yang menyeru kepada kekufuran, syirik, mengajak untuk berbuat dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Jika tidak mampu, mereka akan membuat orang lalai dengan perkara-perkara mubah. Jika masih juga gagal, maka mereka memalingkan amal

penting ke amal yang kurang penting. Jika ternyata gagal, maka tidak ada jalan lain kecuali mengganggu dengan lisan, dengan tangan atau dengan gangguan model apa saja! Dari sini manusia selayaknya tetap waspada dan menjauhkan diri dari setan- setan baik dari jenis jin maupun manusia.

0 komentar:

Posting Komentar