Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Ayah...

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 09 Juni 2011 | 19.51


Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru lulus kuliah duduk ngobrol di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, “Nak, apa itu?”. “Burung gagak”, jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun kemudian bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, ”Itu burung gagak, ayah!”

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa ada yang keliru dan sedikit jengkel dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, “BURUNG GAGAK!!”

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada ogah-ogahan, “Gagak, ayah...”.

Tetapi agak mengejutkan si anak, saat ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk pertanyaan yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan marah. “Ayah!!! saya tak tahu ayah faham atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah bertanya soal tersebut dan saya sudah jawab.

Apalagi yang ayah mau saya katakan? Itu burung gagak, burung gagak !!!”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah bangkit menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang terlihat kesal. Sebentar kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia menyodorkan sebuah buku diary lama kepada anaknya yang masih geram penuh tanda tanya.

“Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diary itu”, pinta si ayah. Si anak menerima dan membaca penggalan berikut.......... “Hari ini aku di halaman melayani kemauan anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, “Ayah, apa itu?”. Dan aku menjawab, “Burung gagak”. Walau bagaimanapun, anakku terus bertanya pertanyaan yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Hingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangku padanya aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga.”

Setelah selesai membaca penggalan tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu. Si ayah tersenyum dan dengan perlahan bersuara, ” Hari ini ayahbaru bertanya kau soal yang sama sebanyak limakali, dan kau telah hilang sabar serta marah.”

0 komentar:

Posting Komentar