Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Perusak hati (heart Broker) dan Cara Melapangkan Dada

Written By Rudi Abu azka on Kamis, 31 Mei 2012 | 06.13

Berkata Imam Ibnul Qoyyyim rohimahulloh : “Perusak hati itu ada lima, yaitu: banyak bergaul, berkhayal, bergantung kepada selain Alloh, kenyang, dan tidur. Lima hal tersebut adalah perusak hati yang utama.
  1. Banyak Bergaul (Pergaulan yang Salah)
banyak bergaul denga berbagai tipe orang menyebabkan hati orang yang bergaul tersebut menghirup berbagai macam asap nafas anak adam sehingga hatinya menghitam. Hati yang menghitam tersebut akan menimbulkan kecemasan dan kegelisahan, serta melemahkannya. Hatinya akan terbebani oleh kawan-kawan jeleknya dan dia tidak mampu untuk itu. Kemaslahatan dirinya akan musnah dan tersia-siakan. Dia akan selalu disibukkan dengan berbagai macam urusan mereka. Pikirannnya akan selalu memikirkan pemenuhan keinginan-keinginan mereka. Dalam keadaan seperti itu, apakah ada waktu dan tempat di hatinya untuk Alloh dan kehidupan akherat?
Renungkanlah! Berapa banyak sakit hati yang ditimbulkan oleh banyaknya bergaul, berapa banyak nikmat yang lenyap karenanya, berapa banyak fitnah yang timbul olehnya, berapa banyak kesempatan yang hilang disebabkannya, berapa banyak bahaya besat yang ditimbulkannya, berapa banyak musibah yang terjadi karenanya. Bukankah celakanya manusia itu disebabkan oleh manusia juga?
Itulah buah pergaulan yang didasarkan kecintaan di dunia saja. Penunaian kebutuhan sebagian oleh sebagian yang lainnya. Pergaulan (persaudaraan) yang bisa berubah menjadi permusuhan. Pergaulan (persaudaraan) yang akan diakhiri dengan penyesalan. Semuanya sebagaimana yang Alloh Ta’ala firmankan:
“Dan (ingatlah) pada hari, di mana orang-orang dlolim menggigit dua tangannya, seraya mereka berkata:”Aduhai kenapa aku (dulu) tidak mengikuti rosul. Kecelakaan besarlah bagiku sekiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrab. Dia sungguh-sungguh telah menyesatkanku dari Al-Qur’an ketika Al-qur’an itu dating kepadaku. Dan syetan tidaklah mau menolong manusia.”"(Q.S. Al-Furqon:27-29)
“Teman-teman akrab pada hari itu (kiyamat) akan saling bermusuhan kecuali orang-orang yang bertakwa.”(Q.S. Az-Zukhruf:67)
dan berkata kekasihNya:
“Tiada lain yang kalian jadikan sesembahan selain Alloh adalah patung-patung yang kalian cintai di dunia saja. Kemudian pada hari kiyamat, di antara kalian akan saling mengingkari dan di antara kalian akan saling melaknat. Dan tempat kalian adalah neraka dan kalian tidak memiliki penolong.”(Q.S. Al-’Ankabut: 25)
ada pun sisi baik dari bergaul bersama manusia adalah bergaul dengan mereka dalam masalah kebaikan, seperti menghadiri sholat jum’at dan sholat berjama’ah, sholat ‘ied, hajji, belajar ilmu (syar’i), jihad, dan nasehat. Serta menjauhi mereka dalam masalah mubah yang berlebih-lebihan.
Apabila pergaulan bersama mereka dalam masalah yang buruk tidak bisa dihindari, maka berhati-hatilah dan jangan sampai sampai menyetujui apa yang mereka lakukan. Juga harus sabar dengan siksaan yang mereka timbulkan. Karena mereka pasti akan menyakitinya apabila dia tidak memiliku kekuatan atau penolong. Akan tetapi, siksaan yang mereka buat akan menyebabkannya menjadi muilia dan orang yang disukai. Akan menyebabkan dia dihormati dan dipuji. Juga demikianlah perlakuan yang akan dia terima dari semua orang yang beriman. Juga dari Pencipta alam semseta. Sebaliknya, apabila menyetujui perbuatan mereka, maka dia akan menuai kehinaan dan kemarahan, kebencian, celaan dari mereka, juga dari orang-orang yang beriman, serta dari Pencipta alam semesta. Maka sabar atas siksaan yang mereka munculkan adalah sikap terbaik yang harus dia lakukan dan akan membuahkan akibat yang baik, serta hasil akhir yang terpuji.
Apabila harus berhubungan dengan manusia dalam masalah mubah, maka dia harus berusaha untuk mengubah majlis tersebut sebagai majlis untuk melakukan ketaatan kepada Alloh jika dia mampu.
  1. Berkhayal
khayalan adalah lautan yang tidak berombak. Lautan yang tenggelam di dalamnya orang-orang yang yang bangkrut. Sebagaimana sebuah pepatah mengatakan: “Sesungguhnya khayalan adalah harta orang-orang bangkrut yang paling berharga.” Dan selamanya gelombang khayalan adalah kebohongan. Semua khayalan tersebut adalah hampa. Lautan angan-angan akan mengombang ambingkan orang-orang yang berada di dalamnya sebagaimana anjing mempermainkan bangkai. Angan-angan adalah harta setiap jiwa rendahan, yang penuh dengan kehinaan dan murahan. Angan-angan tidak akan membuahkan terwujudnya cita-cita secara nyata. Angan-angan selamanya hanyalah khayalan jiwa belaka. Setiap pengkhayal tergantung keadaanya. Ada orang yang berangan-angan memiliki kedudukan dan kekuasaan. Ada orang yang berangan-angan bisa berkeliling dunia. Ada juga yang berangan-angan memiliki kekayaan dan harta dunia. Dan ada juga yang meangan-angankan wanita. Maka pengakhayal akan menggambarkan khayalannya di dalam pikirannya dan dia membayangkan bahwa dia telah mendapatkannya. Dia akan menikmati khayalannya. Dalam kondisi seperti itu, dia akan terkejut setelah dia bangun (tersadar) karena yang ada di hadapannya hanyalah kekosongan belaka.
Adapun pemilik cita-cita yang tinggi, maka khayalannya hanya berkisar tentang ilmu daniman. Dia akan berharap bisa beramal yang akan mendekatkan dirinya kepada Alloh. Dia akan berusaha mendekatkan dirinya kepadaNya sedekat-dekatnya. Maka khayalan orang ini adalah keimanan dan cahaya. Sedangkan khayalan para pengkhayal adalah tipuan dan kebohongan.
Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallama telah memuji pengkhayal kebaikan. Dan kadang-kadang beliau mengatakan bahwa pahala pengkhayal kebaikan sama dengan pelaku kebaikan tersebut.
  1. Bergantung kepada selain Allah (Syirik)
secara umum inilah perusak hati yang paling utama. Tidak ada perusak hati yang lebih berbahaya darinya. Tidak ada penghancur kebaikan dan kebahagian yang lebih buruk darinya. Apabila dia bergantung kepada selain Alloh, maka Alloh akan menyerahkan urusannya kepada sesembahannya. Dan Alloh tidak akan memperhatikannya. Dan orang tersebut tidak akan mendapatkan apa yang dia inginkan. Apa yang dia harapkan dari Alloh tidak akan tercapai. Dan yang dia harapkan dari selain Alloh juga tidak bisa mendekatkan dirinya kepada Alloh. Alloh Ta’ala berfirman:
“Mereka mengambil sesembahan-sesembahan selain Alloh agar mereka menjadi mulia. Sekali-kali tidaklah demikian. Sesembahan-sesembahan itu akan menginkari peribadatan kepada mereka dan akan menjadi musuh mereka.”(Q.S.Maryam:81-82)
alloh berfirman dalam ayat lain:
“Mereka menjadikan sesembahan-sesembahan selian Alloh agar menjadi penolong mereka. Tidaklah sesembahan-sesembahan itu dapat menolong mereka bahkan sesembahan-sesembahan itu bukanlah tentara yang dipersiapkan untuk menolong mereka.” (Q.S. Yaasiin:74-75)
dengan demikian, maka orang yang penolongnya paling lemah adalah orang yang bergantung kepada selain Alloh. Sesungguhnya maslahat dan kebahagiannya yang lenyap lebih sangatlah besar besar. Karena ketergantungan kepada selain Alloh mengantarkan ketergelinciran (dari rohmat Alloh) dan kelenyapan (dari nikmat Alloh). Permisalan orang yang bergantung kepada selain Alloh sebagaimana orang yang berlindung dari panas dan dingin ke rumah laba-laba, yaitu rumah yang paling lemah.
Secara singkat, pokok dasar kesyirikan adalah bergantung kepada selain Alloh. Pelakunya akan mendapatkan celaan dan kehilangan pelindung. Sebagaimana yang Alloh firmankan:
“Janganlah Engkau membuat tuhan yang lain bersama Alloh, agar kamu tidak menjadi tercela dan ditinggalkan (oleh Alloh).”(Q.S. Al-Isro’:22)
 
  1. kenyang
kerusakan hati yang disebabkan oleh makanan ada dua jenis:
  1. makanan yang merusak hati karena dzatnya memang perusak, seperti makanan-manakan haram. Makanan jenis ini ada dua:
    1. haram karena hak Alloh. Yaitu makanan yang Alloh tetapkan sebagai makanan haram, seperti bangkai, darah, daging babi, binatang buas yang bertaring, dan burung yang menerkam.
    2. Haram karena hak hamba. Seperti hasil curian, hasil pinjaman sebelum bilang kepada pemiliknya, hasil rampasan, barang yang diambil / diminta tetapi pemiliknya tidak ridho, baik mengambil barang tersebut dengan paksa atau dengan mencela.
  2. makanan yang merusak hati karena kadarnya / melebihi jumlah yang seharusnya. Sepeti berlebih-lebihan makan meskipun makanan yang halal, terlalu kenyang, karena kekenyangan akan menyulitkan taat kepada Alloh dan menyibukkan pelakunya untuk memenuhi isi perutnya dan dia akan selalu berusaha untuk memenuhi keingainannya. Apabila dia sudah dapat memenuhi keinginannya, maka dia akan disibukkan dengan cara melindungi dirinya dari penyakit yang timbul karena kekenyangan tersebut. Selain itu, dia akan meresa kesusahan dan berat. Kemudian syahwatnya akan menjadi lebih dominant. Dan dia akan membukakan jalan bagi syetan dan melonggarkan ruang geraknya. Karena syetan berjalan di dalam tubuh anak Adam melalui jalan darah. Itulah sebabnya shoum / puasa dapat menyempitkan ruang gerak syetan dan dapat menghalangi jalannya. Sedangkan kenyang berarti memberinya jalan dan melonggarkan ruang geraknya. Maka barang siapa yang makan banyak dan minum banyak, dia akan menanggung banyak kerugian. Dan disebutkan dalam sebuah hadits yang masyhur:
    “Tidaklah anak Adam mengisi suatu bejana yang (keadaannya) lebih jelek dari mengisi perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang sulbinya. Apabila dia harus (makan lebih banyak), maka lakukanlah sepertiga (dari bagian perut) untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk naasnya.” (H.R. At-Tirmidzy, Ahmad, dan Al-Hakim, dan Al-Albany menshohihkannya.)
  3. Tidur (sleep for Long time)
    banyak tidur akan mematikan hati. Memberatkan badan. Mengilangkan manfaat waktu. Menimbulkan kemalasan. Dan banyak tisur ini hukumnya sangat makruh sekali. Banyak tidur juga akan membahayakan badan dan tidak bermanfaat bagi badan. Sedangkan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur di saat sangat diperlukan tidur (sangat ngantuk). Demikian juga, tidur di awal malam lebih bermanfaat dari pada tidur di akhir malam. Tidur di tengah siang lebih bermanfaat dari pada tidur di dua ujung siang (pagi dan sore). Apabila tidur di saat dekat dengan dua ujung siang, maka manfaatnya akan semakin berkurang dan madhorotnya semakin besar. Apalagi tidur di waktu ‘ashar (atau sesudah sholat ‘ashar) dan tidur di awal siang, kecuali bagi yang malamnya tidak tidur.
    Selain itu, waktu-waktu yang dimakruhkan untuk tidur adalah waktu antara sesudah sholat shubuh dan terbitnya matahari. Karena waktu tersebut adalah emas. Maka orang yang memanfaatkan waktu tersebut berarti memiliki kelebihan yang agung, meskipun di malam hari dia juga memanfaatkan waktunya, tetapi dia tidak boleh melewatkan waktu antara sholat shubuh sampai terbit matahari. Karena waktu tersebut adalah awal siang dan kuncinya. Waktu tersebut adalah waktu turunnya rizki. (Sehingga orang yang memanfaatkannya) akan mendapatkan bagian (dari rizki) dan akan mendapatkan barokah. Karena waktu tersebut yang akan menentukan kejadian di siang harinya.
    Secara ringkas, tidur yang standar dan yang paling bermanfaat adalah tidur selama setengah malam yang pertama dan seperenam yang terakhir, yang kira-kira lamanya sekitar delapan jam. Inilah tidur yang standar menurut para dokter. Kurang dan lebihnya waktu tidur dari delapan jam akan menimbulkan ketidak seimbangan pada badan.
    Adapun tidur yang tidak bermanfaat adalah tidur di awal malam sesudah tenggelamnya matahari sampai waktu ‘isya’. Karena rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallama membencinya. Maka tidur ini makruh secara syar’i dan tabiat manusia. Alloh lah tempat kita bersandar.
 
SEBAB-SEBAB YANG MELAPANGKAN DADA
 
    Berkata lagi Ibnul Qoyyim: Sebab utama untuk melapangkan dada adalah:
  1. tauhid
    kelapangan dada seseorang tergantung dari kesempurnaan, kekuat, dan bertambahnya tauhidnya. Alloh Ta’ala berfirman:
    “Apakah sama antara orang-orang yang Alloh bukakan hatinya untuk menerima islam (dengan orang-orang yang hatinya membatu?)”(Q.S.Az-Zumar:22)
    dalam ayat lain Alloh Ta’ala berfirman:
    “Barang siapa yang Alloh kehendaki untuk mendapatkan petunjuk, maka Alloh bukakan hatinya untuk menerima islam. Dan barang siapa yang Alloh kehendaki untuk sesat, maka Alloh jadikan hatinya sesak dan serasa sempuit, seakan-akan dia naik ke langit.”(Q.S. Al-An’am:125)
    maka petunjuk dari Alloh (hidayah) dan tauhid adalah sebab utama kelapangan dada. Sedangkan syirik dan kesesatan adalah seabb utama kesempitan hati dan penyimpangannya.
  2. cahaya yang Alloh bersikkan di hati seorang hamba
    cahaya itu adalah cahaya keimanan. Dan cahaya ini akan melapangkan dada dan melonggarkannya. Serta akan membuat hati gembira. Apabila cahaya ini telah hilang dari hati seorang hamba, maka hatinya akan serasa sesak dan penuh dosa. Sehingga dia meresa seakan-akan dia sedang berada di adalam sebuah penjara yang paling sempit dan paling menyengsarakan.
    At-Tirmidzy pernah meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Jami’ dari Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallama bahwasannya beliau bersabda:
    “Apabila cahaya (keimanan) telah memasuki hati, maka hati tersebut akan menjadi longgar dan terbuka (dapat menerima islam sepenuhnya).” Para sahabat bertanya: “Apa tandanya wahai rosululloh?” beliau menjawab:“Bersandar (lebih mementingkan) tempat yang kekal (akherat), berlepas diri (tidak menyibukkan diri) dari tempat yang penuh tipuan (dunia), dan bersiap-siap (menyambut) kematian sebelum kematian mendatanginya.”
    Dengan demikian, kelonggaran hati seorang hamba tergantung seberapa besar cahaya keimanan menerangi hatinya dan seberapa besar cahaya kegelapan menutupi hatinya.
  3. ilmu
    ilmu (syar’i) akan melapangkan dan meluaskan hati sampai lebih luas dari dunia. Sedangkan kebodohan akan menyempitkan hati, membatasinya, dan menahan kelonggarannya. Setiap kali bertambah ilmu seorang hamba, makahatinya juga semakin luas dan lapang. Ilmu yang meluaskan hati bukan semua ilmu. Ilmu yang dapat melapangkan dada adalah ilmu yang diwariskan dari rosul sholallohu ‘alaihi wa sallama . inilah ilmu yang bermanfaat. Orang yang mewarisinya adalah orang yang dadanya paling lapang dan hatinya paling luas, serta akhlaknya paling mulia, dan terakhir kehidupannya paling menyenangkan
  4. bersandar kepada Alloh, mencintaiNya dengan sepenuh hati, menerima ketetapanNya, dan menikmati beribadah kepadaNya.
    Tidak sesuatu pun yang lebih melapankan hati seorang hamba dari hal-hal tersebut di atas. Sampa-sampai kadang-kadang dia mengatakan: “Kalau saja aku di surga dalam keadaan seperti ini, maka aku berada dalam kehidupan yang mulia.” Kecintaan memberikan pengaruh yang sangat menakjuban untuk melapangkan dada, kemulian jiwa, nikmatnya hati, yang tidak akan dirasakan kecuali oleh orang yang memiliki perasaan. Setiap kali kecintaan bertambah dan menjadi kuat, maka kelapangan dada semakin luas. Dan dada tersebut tidak akan terasa sempit kecuali saat melihat para pelaku kebatilan, yang hati-hati mereka tidak pernah tersisi kecintaan ini. Maka melihat mereka hanyalah mengotori pandangan pemilik hati yang suci. Sedangkan bergaul dengan mereka hanya akan membikin ruhnya sakit.
    Dan salah satu penyebab utama kesempitan hati adalah menentang Alloh Ta’ala, menyandarkan hati kepada selainNya, lalai dari berdzikir kepadaNya, dan mencintai selainNya. Sesungguhnya barang siapa yang mencintai selain Alloh, maka dia akan diadzab karenanya. Hatinya akan dipenjara dalam kecintaannya tersebut. Maka di muka bumi ini tidak ada orang yang lebih sengsara darinya. Tidak ada orang yang keadaannya lebih suram darinya. Tidak ada orang yang lebih susah kehidupannya darinya. Tidak ada orang yang hatinya lebih lelah darinya. Kecintaan yang menyengsarakan ini ada dua jenis:
    1. kecintaan yang merupakan surga dunia, yaitu kebahagiaan jiwa, kelezatan hati, kenikmatan ruh, kesembuhannya, dan bahkan perhiasan pandangan adalah hanya dalam kecintaan kepada Alloh saja dengan sepenuh hati. Serta pencurahan seluruh keinginan dan kecintaan kepadaNya saja.
    2. Kecintaan yang menyebabkan teradzabnya ruh, gelapnya jiwa, terbelenggunya hati, dan sempitnya dada, yang semua itu menimbulkan penderitaan, kesusahan, dan kesengsaraan. Semua ini disebabkan oleh kecintaan kepada selain Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
  5. selalu berdzikir kepadaNya dalam segala keadaan dan tempat.
  6. berbuat baik kepada makhluk Alloh, memberi nafkah kepada mereka dengan harta, kedudukan, dan badan.
  7. keberanian.
  8. menghilangkan penyakit hati, karena penyakit hati adalah sifat tercela yang akan menyebabkan tertimpa kesempitan dan adzab, serta penghalang dari kesembuhan (kelapangan dada).

0 komentar:

Posting Komentar