Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

KASIH

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 16 Agustus 2011 | 09.22


Termasuk yang paling berharga dalam hidup
ini adalah kasih. Mereka yang memiliki kasih
sejati menolong sesamanya dengan riang-
gembira. Mereka selalu berbahagia dalam
hidupnya yang indah dan penuh makna.
Mangasihi dan dikasihi adalah berkah.

Mereka yang dapat mengasihi dan dikasihi adalah
orang-orang yang beruntung. Jangan memagari
diri. Pancarkanlah kasih yang murni kepada or-
ang lain supaya mereka juga berkesempatan
untuk memberikan kasihnya kepadamu.

Bila kita selalu memperlakukan orang lain
dengan ramah dan penuh kasih, kita tidak akan
pernah benar-benar menderita. Terkadang kita
harus bersedia menanggung sedikit kerugian,
dan memang orang bijaksana kadang-kadang
nampak seperti orang dungu.

Memberi dan mempersembahkan dana
bukanlah hak kaum berada saja, itu merupakan
suatu kepuasan bagi hati yang tulus dan penuh
kasih. Perasaan paling menyedihkan dalam hidup
adalah : “Orang lain berlimpah kasih sayang,
sedangkan aku merana sendirian.”

Tapi hal itu tidak akan menimpa mereka yang
menempuh jalan, yang memandang orang yang
lebih tua sebagai orangtua dan menaruh hormat
kepada mereka, memperlakukan yang sama usia
sebagai saudara, dan yang lebih muda sebagai
anak kandung. Ini adalah kasih yang paling luhur,
murni, indah dalam hidup. Jangan mencampur
adukkan kasih dengan cinta duniawi, karena yang
terakhir itu penuh noda dan belenggu.

Pancarkanlah kasih yang murni dan tidak
bernoda, singkirkan konsep-konsep “untung dan
rugi”. Bila kita mengasihi tanpa membelenggu,
noda-noda itu tidak akan muncul. Kasih yang
menuntut sesuatu sebagai imbalan tidak akan
bertahan selamanya. Yang tidak lekang oleh
waktu adalah kasih yang tidak berbentuk, tidak
ternoda dan tidak menuntut apa-apa.

Bila orangtua selalu mencintai anak-
anaknya, akibatnya cinta itu akan berubah
menjadi kekecewaan. Jangan mencintai anak-
anak secara berlebihan karena hanya dengan
demikian batin mereka bisa berkembang.
Secawan teh yang harum, segar, penuh
aroma, akan membangkitkan semangat. Tapi
jangan menaruh daun teh terlalu banyak karena
rasanya akan sangat pahit dan tidak dapat
diminum. Begitu juga dengan cinta dan kasih
sayang.

Memaafkan memang tidak semudah
menyebutnya, tetapi apabila kita berhasil
melaksanakan perkara ini, kesan dari dalam jiwa
kita akan dapat dirasai. Ia kemudiannya akan
terpancar ke wajah. Inilah hikmah lain yang bisa
kita peroleh, selain jiwa tenang, wajah pun akan
berseri-seri. Insya Allah.