Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

CINTA

Written By Rudi Abu azka on Senin, 15 Agustus 2011 | 11.51


Didalam raga yang tak berdaya ini terdapat
sebuah hati yang sedang sakit. Bertarung
dengan kegelapan dan kehampaan hidup.
Menggoncang dan menghancurkan hati. Sudah
terlalu banyak pertumpahan darah. Sudah terlalu
banyak kehinaan yang membekas. Dan bercat-
bercat hitam yang suram dalam segumpal daging
yang membeku ini
.
Ketika berteriak sekeras-kerasnya
merasakan kepedihan yang tak pernah berhenti
menyayat-nyayat jiwa dan raga ini. Dan
mengeluarkan keringat yang bercucuran.
Kebencian dan cinta telah bercampur aduk dalam
hati ini. Membuat mata hati buta dan tak tahu
perbedaan keduanya.

Peperangan dalam jiwa akan berakhir ketika
jiwa dan raga ini terpisah. Antara dua alam yang
sangat jauh berbeda dan inilah akhir dari
perjuangan yang sangat menentukan antara
kemenangan dan kekalahan.

Setiap manusia pasti mati, tak akan ada
yang bisa lari darinya, tapi betapa lalai tuk
mengingatnya seakan akan hidup untuk
selamanya. Jauhkah langkah seakan tak akan
ada yang dapat menghentikannya? jauhkah
langkah seakan tak akan memutih rambut
dimakan usia?

Seandainya kematian adalah akhir dari
segalanya itu akan menjadi sangatlah mudah,
tetapi kematian bukanlah akhir melainkan awal
dari segalanya, kematian adalah pintu dimana
akan memasuki hidup yang sebenarnya, hidup
yang tak akan pernah ada habisnya.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang
kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya
kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu
akan dikembalikan kepada (Allah), yang
mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia
beritakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan.” (QS. 62:8)

Ada yang bekerja keras dengan
mengorbankan begitu banyak harta dan dana,
lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah
mengenangnya lagi.

Ada yang beramal besar dan selalu
mengingat-ingatnya, bahkan sebagian
menyebut-nyebutnya.

Ada yang beramal sedikit dan mengklaim
amalnya sangat banyak.

Ada yang sama sekali tak pernah beramal,
lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang
yang beramal, karena kekurangan atau
ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan
pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal
di belakang para pejuang. Mereka menukar kerja
dengan kata.

Dimana engkau wahai diriku ?