Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

KEMBALI...

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 10 Agustus 2011 | 16.14


Disebabkan perbuatan manusia Allah
munculkan bencana agar kembali kepada Allah.
Allah perlihatkan betapa dahsyatnya api gunung
berapi. Allah perlihatkan betapa dahsyatnya
gempa bumi yang membunuh ratusan ribu or-
ang.

Bentuk-bentuk musibah yang terjadi pada
manusia yang mengakui “ Laa ilaaha illallah
Muhammadun Rasulullah” maka baginya adalah
penghapusan dosa. Yang tidak mendapatkan
musibah maka sebagai pelajaran agar segera
kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan
tidak pergi terlalu jauh dari-Nya, sebagaimana
firman Allah subhanahu wa ta’ala :
“ Maka segeralah kembali kepada (mentaati)
Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi
peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” ( QS.
Ad Dzaariyaat : 50 )

Tempat menghindar yang paling indah dan
paling aman dari segala musibah hanyalah Allah,
satu-satunya yang paling bisa melindungi
hanyalah Allah subhanahu wa ta’ala.
Semua manusia bisa berlaku tidak setia dan
jika seseorang setia kepada Allah maka Allah akan
lebih setia kepadanya. Manusia bisa berbuat
untuk tidak setia namun Allah tidak demikian,
bukan berarti Allah tidak bisa namun Allah tidak
mau untuk berbuat tidak setia karena Allah Maha
Sempurna.

Bagi pendosa pun perbuatan Allah tetap
indah. Bagi para pendosa masih ditawarkan
pengampunan dan disiapkan penghapusan dosa,
masih ditawarkan kemuliaan untuk dekat kepada
Allah sebelum mencapai sakaratul maut.
“Sekali-kali jangan. Apabila nafas
(seseorang) telah (mendesak) sampai ke
kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya):
“Siapakah yang dapat menyembuhkan?”, dan dia
yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu
perpisahan (dengan dunia). “ (QS : Al Qiyamah :
26 – 28 )

Manusia lebih memilih kehidupan dunia yang
fana dibandingkan dengan memilih Allah Yang
Maha Abadi dan memiliki keindahan.
Adapun orang yang selalu memikirkan
akhirat dan berniat ingin selalu dekat dengan
Allah dan ingin selalu beribadah namun dia tetap
memaksakan untuk beraktifitas dan bekerja
karena kewajiban memenuhi kebutuhan
keluarganya maka dia akan mendapatkan
keberkahan yang jauh lebih mulia daripada or-
ang yang tidak memiliki niat dan keinginan untuk
dekat kepada Allah.
Ketika manusia melupakan kehidupan akhirat

dan lebih memilih kehidupan dunia yang
sementara maka Allah memanggil sanubari yang
terdalam : “ Maka segeralah kembali kepada
(mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang
pemberi peringatan yang nyata dari Allah
untukmu.” ( QS. Ad Dzaariyaat : 50 )

0 komentar:

Posting Komentar