Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

KELIRU

Written By Rudi Abu azka on Senin, 15 Agustus 2011 | 11.19



"Keliru Engkau Keliru
Memilih Warna Hidupmu
Keliru Engkau Keliru
Yang Putih Atau Yang Kelabu

Keliru Engkau Keliru
Memilih Arah Langkahmu
Keliru Engkau Keliru
Ke Barat Atau Ke Timur

Hanyalah Engkau Yang Tahu
Pilih Warna Hidupmu
Yang Putih Tandanya Bersih
Itu Yang Harus Kau Pilih

Berhati-Hati Melangkah
Menuju Ke Suatu Arah
Kelak Kau Akan Menyesal

Janganlah Engkau Keliru
Memilih Tuhan Yang Satu
Dialah Arah Tujumu
Yang Mewarnakan Hidupmu"(Nowseeheart)

Umat Islam terkadang sering keliru dalam
membedakan antara pikiran Islam dengan pikiran
umat Islam. Pikiran Islam dengan pikiran umat
Islam sangat jauh berbeda. Tidak sama antara
keduanya. Perbedaan antara pikiran Islam
dengan pikiran umat Islam sangat jelas.

Pikiran Islam itu baik dalam urusan
pendidikan, ekonomi, kebudayaan,kemasyarakatan,
perundang undangan,
perhubungan, pembangunan atau kemajuan
mesti berdasarkan atau berteraskan iman.
Apabila berdasarkan iman dan didisiplinkan oleh
syariat Islam, maka semua tindakan itu menjadi
ibadah.

Berlainan dengan pikiran umat Islam.
Pikiran umat Islam ialah buah pikiran dari umat
Islam atau pemimpin umat Islam atau ulama Is-
lam tapi belum tentu berdasarkan iman dan
mengikut disiplin syariat.

Kadang-kadang ada yang memberikan
pandangan atau buah pikiran dalam berbagai
aspek tidak berdasarkan iman dan tidak
didisiplinkan secara syariat Islam samasekali.
Hanya karena pikiran itu dikeluarkan oleh
pemimpin-pemimpin Islam atau cendekiawan Is-
lam terutama ulama Islam maka orang
menganggap pikiran itu atau pandangan itu
adalah pikiran Islam.

Orang awam tidak dapat menilai apakah
benar atau tidak pandangan itu. Berdasarkan
iman atau berdisiplinkan syariat Islamkah atau
tidak. Kebanyakan langsung menerima dan
mengamalkannya tanpa ragu.
Sesuatu pandangan atau buah pikiran itu,
sekalipun diucapkan oleh pemimpin Islam,
cendekiawan Islam atau ulama Islam, kalau tidak
berdasarkan iman dan tidak berlandaskan syariat
Islam maka ia bukanlah buah pikiran Islam.
***
Umat Islam hari ini hendaknya berhati-hati
karena hari ini pemimpin-pemimpin umat Islam,
cendekiawan-cendekiawan umat Islam dan
ulama-ulama umat Islam sebagian pemikiran
mereka telah rusak karena belajar dari Barat yang
sangat kebenciannya terhadap Islam.
Lebih-lebih lagi universitas-universitas di
Barat dan Amerika membuka fakultas fakultas
Islam. Ada dari umat Islam turut belajar Islam
yang telah diselewengkan dan diajar oleh musuh-
musuh Islam.

Selesai belajar, pulang ke tanah air umat
Islam. Menjadi pemimpin-pemimpin, menjadi
cendekiawan atau digelar ulama-ulama oleh umat
Islam. Tak sedikit yang terpengaruh sehingga
diambil pandangan mereka tanpa ditapis lagi.
Padahal mereka berbicara atau memberi
pandangan menyambung lidah musuh-musuh Is-
lam.

0 komentar:

Posting Komentar