Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

SEMENTARA

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 09 September 2011 | 22.19

Pernahkah berfikir bahwa perjalanan hidup
ini bagaikan perantau yang sedang merantau ke
suatu tempat? Yang mana tempat itu merupakan
tempat penentu. Antara akan mendapat
keuntungan atau kerugian. Kegembiraan atau
kesedihan. Kebahagiaan atau kekecewaan.
Bersenang-senang atau bersusah payah. Malah
penentu adakah benar-benar ikhlas atau
sebaliknya di 'dunia' ini.

Dunia yang penuh tipu daya. Yang penuh
dengan lakonan. Yang penuh dengan kemewahan
dan keceriaan fatamorgana yang dikata indah
tetapi merusakkan bahkan menghancurkan andai
tersilap cara dan kaedahnya. Bahaya betul andai
tidak merasai dan memikir soal ini. Suatu hari
setiap diri akan berangkat. Ya, satu hari yang
pasti. Akan menuju ke akhirat selepas bersimpuh
sebentar di bawah pohonan yang bernama '
DUNIA '.

“ Maka apabila telah tiba ajal mereka (waktu
yang telah ditentukan), tidaklah mereka dapat
mengundurkannya sesaat pun dan tidak pula
mereka dapat mempercepatkannya. ” (An-Nahl:61)

Hakikatnya, tiada yang kekal di dunia ini.
Semuanya pasti berakhir. Setiap saat ada
manusia yang menemui Penciptanya. Ia tidak
mengira umur, sebab tentang masa dan ketikanya
juga tidak bisa dirancang.
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasai
mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah
disempurnakan balasanmu. Barangsiapa yang
dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke
dalam syurga, maka dia telah berjaya. Dan
tidaklah kehidupan dunia itu melainkan
kesenangan yang memperdayakan." ( Surah Ali
Imran, ayat 185)

Kematian bukanlah berarti penamat bahkan
ianya merupakan permulaan bagi sebuah
kehidupan baru yang kekal.
Sungguh keliru bagi mereka yang
mengingkari wujudnya kehidupan selepas mati
dengan mengatakan dunia inilah segala-galanya
dan apabila mati maka manusia hanya akan
menjadi tanah. Seterusnya hilang dari muka bumi
- tamatlah segala perkara dan sengsara.

Orang orang yang tak beriman dengan
kehidupan selepas mati apabila menghadapi
tekanan dan penderitaan maka segera
memutuskan nyawa dengan membunuh diri. Tak
sedikit yang tersilap dan terpedaya. Menyangka
membunuh diri sendiri dapat menamatkan
penderitaan padahal sebaliknya bahkan
menambah derita apabila disiksa dan diazab di
alam kehidupan selepas mati yang kekal dan
abadi.

Sesiapa yang menghendaki kejayaan dan
kepuasan dalam kehidupannya, maka dia dapat
menemukannya dalam iman dan hidayahNya.
Sama-samalah kita meminta kepada Allah agar
Allah memberikan kita pengakhiran yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar