Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

KESOMBONGAN, PERPECAHAN & PERMUSUHAN ADALAH SUMBER KEHANCURAN SUATU BANGSA

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 17 April 2012 | 07.47


Saudaraku, kaum muslimin sebangsa dan se-tanah air. Semoga rahmat dan kasih sayang Allah selalu menyertai kita semua. Amin. (lihat Materi Nuku Bahaya Indonesia Menuju Keruntuhan, hlman 206-210) Saudaraku, kita harus selalu waspada. Segala bentuk trik dan intrik untuk memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan banyak terekam dalam perjalanan sejarah bangsa kita dan terekam pula di dalam ingatan kita masing-masing. Akan senantiasa ada persekutuan terselubung dan lobi-lobi (pembicaraan) rahasia, yang dilakukan secara sistematis. Baik oleh institusi (lembaga) Negara, maupun yang dilakukan oleh kelompok gerakan-gerakan separatis musuh bangsa ini maupun kelompok sosialis yang tidak kelihatan gerakannya di permukaan.

Ada yang gerakannya bertujuan untuk membela penguasa dalam mempertahankan hegemoni kekuasaan dan tirani status qouanya. Ada pula yang garis pergerakannya bertujuan untuk membuat chaos dan huru-hara dan bertujuan akhir untuk memisahkan diri dari Negara kesatuan Republik Indonesia ini.

Aneh dan sedihnya, gerakan intelejen yang bertugas untuk membela hegemoni pemerintah dengan segala kekuasaan dan tiraninya, sering tidak diarahkan untuk membidik gerakan kelompok separatis ini. Padahal, hakekatnya gerakan separatis inilah yang selalu menebarkan perpecahan dan permusuhan yang dapat membahayakan jatidiri bangsa ini. Aktifitas dan gerakan intelejen bahkan selalu lebih banyak diarahkan untuk mengawasi dan memecah belah militansi gerakan pejuang kaum muslimin dengan alasan dan tuduhan-tuduhan dusta yang sering dipaksakan tanpa dalil yang jelas, maupun fakta dan data yang dapat dipertanggung jawabkan.
Hal ini mereka lakukan hanya karena gerakan militansi dakwah kaum muslimin yang ingin menegakkan kebenaran sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Sunnah yang diridhoi Allah, dianggap lebih berbahaya dari pada gerakan massif kelompok separatis dan sosialis yang memang tidak tampak di permukaan. Sehingga terjadilah ketakuatan dan islamophobia yang berlebihan dari para pemimpin dan aparat negeri ini. Padahal ketakutan itu dihembuskan oleh orang-orang kafir dari luar negeri yang membodohi dan menguasai mereka, yang pada hakekatnya ingin menguasai bangsa ini. Mari kita lihat petunjuk dan pernyataan Allah berikut ini;

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami ini), jika kamu memahaminya. (Ali Imran (3):118)

Sayangnya, pernyataan, peringatan dan pemberitahuan Allah yang jelas seperti ini, tidak direspon positif oleh para penguasa dan masyarakat bangsa ini. Yang ada malah menjauhi, mengingkari dan membantahnya dengan berbagai dalih bahwa bangsa ini bukan Negara Islam dan dalih-dalih bodoh lainnya. Maka Allah pun menohok kebodohan ini dengan berfirman:

"Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya [yang menerangi], 9. Dengan memalingkan lambungnya [menyombongkan diri] untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. ia akan mendapat kehinaan di dunia dan dihari kiamat Kami akan merasakan kepadanya azab neraka yang membakar. 10. (akan dikatakan kepadanya): "Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kalian dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya". 11. Dan di antara manusia ada orang yang menyembah (mengabdi kepada) Allah dengan berada di tepi [rasa enggan, malas & tidak ikhlas]; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang [ingkar/kafir lagi]. rugilah ia di dunia dan di akhirat, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. 12. Ia menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak (pula) memberi manfaat kepadanya. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. 13. Ia menyeru (ia tunduk dan patuh) kepada sesuatu (kaum penjajah) yang sebenarnya mudharatnya lebih dekat dari manfaatnya. Sesungguhnya yang diserunya itu adalah sejahat-jahatnya kawan. (Al Hajj (22):8-13)

Saudaraku sebangsa dan se-tanah air. Meskipun diantara mereka banyak yang mengaku muslim, pemimpin-pemimpin muslim berkendaraan partai politik berbasis muslim, ternyata ketidak pahaman terhadap ajaran Islam lebih besar daripada keteguhan imannya. Sehingga mereka tetap sangat ketakutan terhadap para aktifis dakwah yang mengidamkan berlakunya system yang berdasarkan keberanan ajaran Tuhannya.
Disamping itu juga, mereka (para oknum penguasa) itu cenderung hidup dalam budaya oportunis, dan masih belum mampu mengendalikan hawa nafsunya. Mereka tetap merasa tidak berdosa dan menikmati ketika berlaku curang dan melakukan kebohongan-kebohongan. Padahal semua hal itu sangat bertentangan dengan hukum negeri ini, apalagi terhadap hukum yang ditetapkan Tuhan, dan mereka pun sebenarnya mengakui kebenaran ajaran Tuhan dan memahaminya pula akan hal ini.

Akan tetapi, mereka sangat ketakutan jika kebenaran ajaran Tuhan ditegakkan. Karena, bisa jadi mereka sendiri yang akan terkena dampaknya, dan terbuka aurat-aurat kedzalimannya. Inilah hakikat yang terkandung di dalam pertimbangan pengambilan kebijakan dan keputusan politik, yang dikeluarkan dari diskusi-diskusi permusyawaratan-permusyawaratan mereka.


Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) Padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.( akibat yang ditimbulkan dari perbuatan orang yang ingkar dan sombong) (An Naml (27):14)
Nah, islamophobia yang mengikuti logika-logika seperti inilah yang terus dipelihara dan dikampanyekan melalui media secara meluas. Sehingga islamophobia masyarakat bangsa ini, justru dimanfaatkan oleh gerakan-gerakan separatis, yang ditunggangi dan didukung oleh kaum penjajah luar negeri. Mereka berkolaborasi (bekerjasama) dengan Zionis Yahudi dan misionaris Nasrani maupun kelompok sosialis di bawah tanah, untuk membuat konspirasi perpecahan, fitnah-fitnah, permusuhan dan peberontakan masyarakat. Mereka dan kaum menjajah itu berharap agar negara ini bisa terpecah belah dan bisa menjadi raja-raja kecil yang bisa menikmati kemewahan hidup sebagai penguasa di setiap daerah, di bawah kendali sutradara pemerintahan tangan-tangan zionis Internasional.

Saudaraku sebangsa dan setanah air. Di dalam sejarah perjuangan kaum muslim sejak di jaman penjajahan, bahkan sampai detik ini, belum pernah ada satu kelompok pun dari gerakan perjuangan kaum muslim yang ingin memisahkan diri dari kesatuan negeri ini. Atau ingin memperjuangkan eksisnya etnis suku ataupun kelompok tertentu. Islam tidak mengenal perbedaan etnis suku, warna kulit atau bangsa tertentu. Setiap muslim, dari suku bangsa manapun adalah saudara yang satu, sederajat, senasib dan sepenanggungan.
Perjuangan yang ada dan yang dilakukan oleh kaum muslim yang beriman di negeri ini, justru ingin membantu pemerintah yang syah untuk melakukan perbaikan-perbaikan di segala lini kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan ajaran Tuhan dan hukum-hukum yang diridhoi-Nya. Sehingga persatuan dan kesatuan ini dapat dipertahankan. Kedamaian, keselamatan, keadilan dan keberkahan negeri ini, dapat segera direalisikan dengan merata, di atas dasar keragaman, pluralitas, dan kemajemukan yang saling menghargai dan saling menghormati, dan di atas keharmonisan hidup yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

Sungguh sangat bertolak belakang dengan apa yang diperjuangkan oleh gerakan-gerakan separatis, Kita harus ingat dan menyadari, apakah yang diperjuangkan oleh Gerakan Papua Merdeka, Republik Maluku Selatan, Gerakan Aceh Merdeka dan gerakan-gerakan terselubung lain di bawahnya yang sangat mungkin masih berafiliasi dengan kelompok-kelompok di atas? Mereka berjuang dengan berlatar belakang kesombongan etnisnya masing-masing dan ingin memisahkan diri dari kesatuan bangsa ini. Sebagian besar dari mereka adalah pendukung gerakan kebebasan dan pembebasan, yang disokong oleh kekuatan-kekuatan besar yang ada di luar negeri.

Mereka ingin bebas melakukan penjajahan dan penjarahan dengan alasan mempertahankan eksistensi dan ciri khas kedaerahannya masing-masing, mereka ingin bebas melakukan kemaksiatan, perzinaan dan pemerkosaan, bebas untuk melanggar aturan-aturan Tuhannya.
Lupakah kita dengan tragedy kasus pembantaian dan pemerkosaan kaum muslim oleh pasukan RMS di tanah Ambon beberapa tahun lalu? Lupakah kita dengan tragedy pembakaran pemukinan transmigrasi, sekolah-sekolah dan penjarahan lahan yang dilakukan gerombolan Aceh merdeka terhadap orang-orang pendatang dari Jawa sebelum terjadainya badai tsunami tahun 2004? Lupakah dengan tragedy penyerangan kaum pendatang yang dilakukan penduduk pribumi yang terjadi di Nabire tanah Papua? Mengapa mereka berlaku dzalim demikian? Karena, agama yang telah disimpangkan oleh para Rahib mereka mengajarkan demikian, mari kita lihat buktinya;

Dalam Kitab Ulangan 20:10-17 ajaran Paulus diterangkan: “Tawarkan perdamaian pada suatu kota, apabila suatu kota itu menerima tawaranmu, maka jadikanlah semua penduduknya sebagai pekerja rodi bagimu untuk menjadi hamba (budak) kepadamu. Tetapi jika kota itu tidak mau berdamai denganmu, kepunglah mereka, dan setelah tuhan menyerahkan padamu maka engkau harus membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki. Kaum perempuan, anak-anak, hewan dan segala apa yang ada di kota itu boleh kau rampas sebagai jarahan dan boleh kau pergunakan. Demikianlah kau harus lakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dari kotamu, dari kota-kota bangsa yang telah menjadi milik pusakamu, janganlah kau biarkan hidup apapun yang bernafas melainkan kau tumpas sama sekali (semuanya)”

Lalu alam kitab Ulangan 21:10-14 juga dijelaskan; “Jika engkau berperang dan telah menaklukkan musuhmu dan engkau melihat diantara tawanan itu perempuan yang cantik yang menarik hatimu untuk jadi istrimu, maka kamu harus membawanya ke rumahmu, dia harus mencukur rambutnya,memotong kukunya dan menanggalkan pakaian yang dipakainya dan tinggal dirumahmu untuk menangisi ibu bapaknya sebulan lamanya setelah itu kamu boleh menghampirinya. Apabila engkau sudah tidak suka lagi kepadanya kau harus membiarkan dia pergi sesuka hatinya. Sadis dan jahat bukan??

Coba kita bandingkan. Adakah dalam catatan sejarahnya, pembantaian dan pemerkosaan yang dilakukan secara sadis dan terstruktur dalam perjuangan kaum muslimin di belahan bumi ini atau di daerah manapun di sebuah negeri? Kaum muslimin berjuang untuk menegakkan keadilan dan kebenaran ajaran Tuhan yg sesungguhnya. Untuk memberantas pelaku kemaksiatan dan penjajahan maupun penjarahan terhadap rakyat, serta untuk mengusir para penjahat dan para pengkhianat Negara, dan untuk melemahkan sepak terjang kaum penjajah, demi kehormatan dan jati diri bangsa yang merdeka dan beradab, agar kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi tenteram dalam kedamaian dan keadilan. Namun mengapa perjuangan seperti ini selalu dituduh sebagai radikalisme dan teroris? Inilah ironi dan kenyataan yang harus dijadikan bahan renungan.

Patut untuk dipertanyakan. Mengapa badan intelejen negara justru tidak bekerja lebih giat untuk menghancurkan kelompok-kelompok separatis seperti di atas? Bahkan sepertinya memberikan kebebasan dan toleransi yang sangat besar terhadap pergerakan mereka? Apakah karena takut dengan pendukung-pendukung dan penyandang dana mereka yang ada di luar negeri? Yang digerakkan oleh penguasa-penguasa kartel perusahaan kaya dan kaki tangan Zionisme Internasional yang juga sering memberikan bantuan-bantuan terselubung terhadap para oknum birokrat yang oportunis di negeri ini? Mari kita renungkan peringatan Allah berikut ini;

"Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan [maksudnya: ada yang membela] dalam (menghadapi) orang-orang munafik?, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya. (An Nisa’ (4):88)

"dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka (orang-orang yahudi dan kaki tangannya). dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (Al Maidah (5):64)
Saudara-saudaraku para pejuang dan para pecinta negeri ini… inilah peringatan-peringatan Allah. Janganlah tertipu berita dan terperangkap isyu, yang dapat memecah belah kita semua. Apa yang mereka propagandakan dan selalu mereka publikasikan, sebenarnya adalah untuk melemahkan kekuatan kita, agar kita selalu berbantah-bantahan, memusuhi para pejuang sejati, dan untuk menanamkan kedengakian, dendam dan kesumat, sehingga kita tidak akan sempat melakukan koreksi dan perbaikan-perbaikan. Setiap kita melakukan pertikaian untuk memperebutkan kekuasaan dan saling menanamkan kedengkian, maka itu adalah peluang bagi musuh-musuh kita untuk memecah belah dan menghancurkan negeri ini secara perlahan-lahan.
Oleh karena itu, janganlah mudah termakan fitnah untuk memusuhi para aktifis dakwah yang terus berjuang dengan lisan dan perbuatan yang nyata dalam rangka beramar ma’ruf dan nahi mungkar, menyampaikan kebaikan dan kebenaran serta memberantas kemungkaran dan kedurhakaan. Mari renungkan firman Allah berikut ini;

"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. 47. Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan."(Al Anfal (8):46-47)

Demikianlah uraian ini kami sampaikan. Semoga menjadi pelajaran yang berharga, menjadi ilmu yang bermanfaat dan semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar dan diridhoi-Nya, serta melindungi kita dari segala tipu daya syetan dan bala tentaranya Amin.

Saudaraku sebangsa dan setanah air yang kami cintai. Jika kebijakan dan arah politik yang dipertahankan, hasil keputusan-keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah dan para pemimpin negeri ini terus untuk mencurigai dan memojokkan kaum muslimin da ntidak mau merujuk dan berpihak kepada kebenaran, tidak berpihak kepada keadilan, tidak mengimani akan kesempurnaan aturan Tuhan, maka gerakan gerilya yang dilakukan oleh kelompok-kelompok separatis yang berkolaborasi dengan kaum opirtunistis di dalam negeri ini, dan disokong dana kapitalis terus menerus dari penjajah di luar negeri, maka keberadaan mereka semakin subur dan sepakterjang mereka semakin berani. Sehingga pada ujungnya akan mengarah kepada muara untuk menimbulkan perpecahan, permusuhan, pemberontakan dan peperangan yang dipicu oleh para pengkhianat Negara tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar