Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Bukan Air Mata Biasa

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 19 Juni 2012 | 13.51

Ketika mata itu basah, mengalirkan tetes-tetes bening yang tak terbendung. Ungkapan dari suasana hati yang sedih atau suka, takut, bingung dan kecewa. Terharu, senang dan bahagia. Serta beragam rasa lain yang datang pergi, silih berganti.

Haruskah malu untuk menangis? Apa yang didapatkan dari tangis dan air mata?

Menangis adalah hal yang wajar. Bagi bayi, terutama yang baru dilahirkan, tangis adalah satu-satunya cara untuk berkomunikasi. Tangis yang keras dan kuat memberi pertanda bayi aktif dan sehat.Memberi pertanda ia membutuhkan bantuan.

 Ketika manusia meninggalkan kehidupan di dunia ini , banyak yang dihantar dengan hujan tangis dan air mata. Rasa haru semata yang tersisa bagi mereka yang ditinggalkan, mengingatkan ajal yang sewaktu waktu akan menjemput juga. "Walau kuntum fii burujim musyayyadah"(kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh).

Tangis dan air mata, begitu banyak yang dapat kita ungkapkan dengannya. Namun dari sekian tangis yang meredakan perasaan ada tangis yang bukan hanya tangis dan air mata biasa. la tangis dan air mata yang luar biasa. Tetesnya mampu menyelamatkan pemiliknya dari bara api neraka, tak tersentuh siksa jahannam, menghadirkan naunganNya, cinta kasihNya, ampunan dan maghfirahNya. Tetes air mata dari tangis apa gerangan?

lalah tetes air mata yang mengalir karenarasa takut kepadaNya, berharap ridho dan ampunan ilahi hadir bagi segala salah khilaf yang terjadi. Rasulullah dan para shahabatnya yang mulia tak jarang menangis tersedu karena mengingat mahakuasaNya la. Lantunan ayat yang diperdengarkan bercerita tentang dahsyat siksa bagi hamba durhaka. Terbakar tubuh tanpa kata akhir, khoolidiina fiihaa abadaa..

 Rasulullah dan para shahabatnya bukanlah hamba yang amal sholihnya dalam hitungan jemari, bahkan "mubasyiriina fil jannah" telah tersandang sebelum wafatnya. Lalu bagaimana dengan kita? Yang berlimpah dosa dan terkadang tak menyadarinya...

Wahai muslimah menangislah Karena ia dapat membebaskan dari siksa Nya. "Dua jenis mata yang tidak tersentuh api neraka. Mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga fie sabilillah. (Al Hadist) Wahai muslimah, menangislah karena ia dapat mendatangkan naungan dariNya di hari akhir kelak. "Tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah disaat tidak ada naungan selain naunganNya (diantaranya) seseorang yang berdzikir kepada Allah menyendiri dan menangis karenaNya". (Al hadist)

Wahai muslimah menangislah Karena ia dapat menghadirkan cinta kasih ilahi."Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah dari dua tetes dan dua bekas. Dua tetes itu adalah tetes-tetes air mata karena takut kepada Allah dan tetes-tetes darah yang tertumpah fie sabilillah. Sedang dua bekas adalah bekas jihad di jalan Allah dan bekas dalam melaksanakan kewajiban yang Allah wajibkan" (Al Hadist)

Wahai muslimah menangislah Karena ia dapat menghadirkan ampunan dan maghfirahNya. "Apabila seorang hamba menggigil karena takut kepada Allah maka dosa-dosanya berguguran sebagaimana bergugurannya dedaunan dari pohon yang kering" (Al hadist) "Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak..." Wallahu A'lam bisshowwab

0 komentar:

Posting Komentar