Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Insyaa-aLLAAH

Written By Rudi Abu azka on Senin, 18 Juni 2012 | 22.36

Insyaa-aLLAAH :)

“إِنْشَاءَ اللّه”
insyaAllah“..
Seringkah Anda mengucapkannya? Apa yang Anda maksudkan setiap kali mengucapkannya? Terkadang, “insyaAllah” digunakan untuk menyatakan ketidakpastian kita terhadap suatu janji.. Terkadang pula, “insyaAllah” diucapkan untuk mengelak, padahal saat itu di benak terlintas kepastian untuk tidak hadir.

Penggunaannya

InsyaAllah” seharusnya digunakan untuk menjanjikan sesuatu yang kita memang sungguh-sungguh berniat melakukannya. Jika niat kita masih belum pasti, katakan saja “belum bisa menjanjikannya“, agar terbebas dari tagihan Allah kelak pada Hari Akhir. Bagi kaum Muslim, “insyaAllah” lebih pas digunakan, untuk menggantikan ”pasti”; ini bisa menjadi pengingat bahwa hanya Allah sajalah yang Maha Berkehendak. ;)
Namun “insyaAllah” dapat pula kehilangan maknanya jika disalahgunakan; dan dijadikan sebagai alat untuk “menghindar” saja. Dalam mengucapkan dan menuliskan ”insyaAllah” juga harus hati-hati, karena dapat terjadi kesalahan yang bisa mengubah artinya secara fatal.

Susunan Kata

insyaAllah” terdiri atas tiga kata:
- إِنْ – شَاءَ – اللّه -
in” = jika;
syaa-a” = (dia) menghendaki; dan
Allah“.
insyaAllahBUKAN terdiri dari kata:
- إِنْ – شَا – ءَاللّه -
in“;
syaa“; dan
Allah
Kata “Allah” (اللّه), jika didahului dengan kata yang lain, harokat pertamanya tidak dituliskan. Sehingga tampak seperti “LLAAH” atau “Llaah“. Oleh sebab itu, ada yang menuliskan “insyaAllah” dengan “insyaa-aLLAAH” atau “insyaa-aLlaah“. Karena “syaa-a” sendiri memang merupakan satu kata yang utuh, bukannya terpisah antara “syaa” dan “a“. Dan ”insyaAllah” juga sebenarnya BUKAN terdiri atas dua kata “insya” dan “Allah“.
Selain itu, dalam “insyaAllah” digunakan huruf hijaiyyah “syin” (ش)berlafal “sy–, BUKAN “sin” (س)berlafal “s–.

Salah Tulis/Ucap

Bagaimana jika sampai salah “dikit”? 
Kata “syaa-a” (شَاءَ) artinya “(dia) menghendaki”. Sedangkan kata “saa-a” (سَاءَ) artinya “(dia) buruk”! :-|
Jika sampai terucap “insa Allah” atau “insaa-allaah(إِنْسَاءَ اللّه), maka ia mengandung arti “jika Allah buruk“. Na’uudzubillaah :(
Penulisan “insyaAllah” dengan transliterasi (bahasa Arab yang ditulis dengan alfabet) memang sulit, dan tidak selalu bisa pas dengan arti yang sebenarnya. Maka hendaknya kita mengucapkan/menuliskannya dengan benar dan penuh pemahaman, agar menjadi dzikir, untuk selalu mengingat kuasa Allah.
Makin banyak kita belajar, makin terasa bahwa ilmu kita tak ada apa-apanya dibandingkan dengan ilmuNya.

0 komentar:

Posting Komentar