Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Jika Inginkan Kebaikan Yang Sebenarnya Adalah Dengan Islam

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 14 Januari 2011 | 14.58

Allah beri bermacam-macam kebaikan di dunia buat hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Dan segala kebaikan itu pula bermanfaat untuk akhirat mereka.
Bagaimana kita hendak tahu kita telah mendapat kebaikan di dunia atau tidak? Apa kata para ulama mengenai kebaikan di dunia itu?
Ulama-ulama dahulu termasuk Ibnu Katsir, telah menjelaskan apa itu kebaikan di dunia di dalam kitab-kitab mereka. Apa yang mereka jelaskan itu semuanya dilihat dari neraca agama dan penilaian Allah serta bertepatan dengan fitrah manusia yang inginkan kebaikan dalam hidup. Kebaikan yang dijelaskankan itu meliputi hal-hal berikut: kesehatan, isteri yang solehah, rezeki yang luas lagi halal, anak-anak penyejuk hati, kerehatan, ilmu yang bermanfaat, amal soleh, rumah yang aman, kendaraan yang baik, dan pandangan baik dari orang. Kebaikan di dunia juga menurut ulama mencakup limpahan segala nikmat, kesejahteraan hidup dan taufik dari Allah Yang Esa.
Ada juga ulama mengatakan kebaikan di dunia itu meliputi tiga hal yaitu hati yang bersyukur, lidah yang berzikir dan tubuh badan yang sabar (dalam menanggung ujian Allah). Tiga hal ini terkandung dalam doa yang diamalkan oleh Nabi s.a.w.
Penjelasan kebaikan di dunia oleh ulama-ulama ini bukan hanya dilihat pada hal yang bersifat lahir yang dapat dipandang mata tetapi juga meliputi perkara batin yang dapat dirasaan oleh hati. Perkara-perkara itu adalah keutamaan kebaikan di dunia.
Keutamaan Kebaikan Di Dunia :
Apa rasionalnya mereka mengatakan demikian? Kenapa dikatakan semua itu kebaikan di dunia? Mari kita lihat dan coba jelaskan:
1. Mendapat taufik dan hidayah Allah s.w.t.
Orang yang mendapat taufik dan hidayah artinya dia seorang yang dibantu oleh Allah untuk mengamalkan Islam. Islam bererti “selamat”. Orang Islam kalau kekal mendapat taufik dan hidayah dari Allah, akan selamat di dunia dan akhirat. Sabda Nabi s.a.w.:
“Sungguh beruntung orang yang beragama Islam” (Riwayat Muslim)
2. Diberi kefahaman dalam beragama
Untuk mengamalkan ajaran Islam iperlukan kefahaman. Siapa yang diberi kefahaman tentang Islam juga dianggap telah mendapat kebaikan di dunia. Orang Islam yang tidak diberi kefahaman tentang Islam oleh Allah akan mengamalkan apa yang disangkanya dari ajaran Islam tetapi sebenarnya menyeleweng dari Islam. Hidupnya tak akan benar-benar selamat dan tak mampu menyelamatkan orang lain. Sabda Nabi s.a.w.:
“Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, Dia akan menjadikannya faham dalam agama.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
3. Dapat berbuat amalan soleh
Dengan kefahaman agama yang Allah beri, seseorang dapat berbuat amal kebajikan. Ini juga merupakan kebaikan di dunia karena hidup akan terisi perkara baik dan tidak terumbang-ambing. Firman Allah:
“Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperolehi ‘hasanah’ (kebaikan). Dan bumi Allah itu adalah luas” (Az-Zumar: 10)
4. Mendapat ilmu yang bermanfaat
Ilmu yang bermanfaat adalah panduan untuk mengisi hidup dengan perkara-perkara baik dan selamat. Sebab itu Nabi s.a.w. berdoa:
“Ya Allah ya Tuhanku, berikanlah manfaat kepadaku dari apa-apa Engkau ajarkan kepadaku dan ajarkan daku apa-apa yang bermanfaat buat diriku.” (Riwayat at-Tabrani)
5. Mendapat isteri yang solehah
Kebahagiaan hidup adalah perkara yang semua orang impikan. Kebahagiaan selalunya bermula di rumah. Siapa yang mendapat pasangan hidup yang baik patut bersyukur kerana di situlah tanda kebahagiaannya. Isteri atau suami yang baik ini juga membantu seseorang mendekatkan diri kepada Allah. Itulah antara kebaikan di dunia buatnya. Sabda Nabi s.a.w.:
“Empat dari tanda-tanda kebahagiaan seseorang: Isterinya solehah, anak-anaknya abrar (soleh), teman-temannya orang soleh dan sumber rezekinya di negerinya sendiri.” (Riwayat ad-Dailami dari Ali r.a.)
Namun ada juga orang yang Allah beri kebaikan walaupun tidak mendapat pasangan hidup yang soleh atau solehah. Buat mereka Allah kurniakan pahala sabar dalam mendidik atau sabar dalam menghadapi pasangannya.
6. Mendapat zuriat penyejuk hati
Betapa sejuknya hati kalau anak-anak taat, hormat dan tahu berbakti. Tanpa tiga perkara ini, tidak ada artinya kepandaian, kedudukan dan jabatan tinggi yang dibangga-banggakan pada anak. Anak yang baik akan terus memberi manfaat setelah kematian kita. Pahala amalan baiknya hasil didikan kita terus mengalir kepada kita dan kita juga menerima kebaikan dari doa mereka.
7. Mendapat sahabat yang solihin
Perkara ini juga disebut dalam hadis sebagai tanda kebahagiaan. Sahabat yang baik akan tegur kesalahan kita dan mengajak kita buat baik. Sahabat yang soleh atau solehah ini akan bawa kita ke jalan hidup selamat. Mereka tempat berkumpul masalah dan kegagalan, bukan hanya berkumpul dalam kesenangan dan kejayaan.
8. Kesehatan dan kesejahteraan
Dengan kesehatan yang baik, banyak perkara dapat dilakukan dalam hidup ini. Orang Mukmin memanfaatkan kesehatan untuk buat sebanyak mungkin kebaikan sebelum datangnya sakit. Kesehatan juga sering dikaitkan dengan kesejahteraan hidup. Nabi s.a.w. memohon:
“Ya Allah, afiatkanlah tubuh badanku dan ‘afiatkanlah pendengaranku.” (Riwayat Ibnu Syaibah)
9. Panjang umur di dalam ketaatan
Hampir setiap orang ingin hidup lama, kecuali orang yang putus asa dengan hidup. Paling baik kalau dapat panjang umur sambil berbuat ketaatan kepada Allah. Sabda Nabi s.a.w.:
“Sesungguhnya sehabis-habis kebahagiaan itu ialah panjang umur di dalam mentaati Allah.” (Riwayat Khotib daripada Abdullah dari bapanya)
10. Mendapat rezeki yang halal
Nabi s.a.w. menekankan agar umatnya berusaha mendapatkan rezeki halal karena ia akan memberkatkan hidup. Dalam satu hadis, baginda mengatakan bahawa mencari rezeki yang halal itu satu jihad. Malah sabdanya:
“Amalan yang paling utama itu ialah mencari rezeki dari usaha yang halal.” (Riwayat al-Hakim)
11. Memperoleh keimanan dan ketakwaan
Dengan iman dan takwa, seseorang itu mulia di sisi Allah dan di sisi manusia. Siapa yang tak suka akan kemuliaan? Sabda Nabi s.a.w.:
“Semulia-mulia manusia adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Baginda juga bersabda:
“Hendaklah kamu bertakwa, karena ia meliputi semua kebaikan.” (Riwayat Abu Ya’ala)
12. Banyak mengingati Allah s.w.t.
Nikmat paling besar yang manusia cari-cari dalam hidup ialah nikmat ketenangan. Orang Mukmin adalah orang yang hidupnya penuh ketenangan. Firman-Nya:
“Sesungguhnya dengan mengingati Allah itu hati akan menjadi tenang.” (Ar-Ra'du: 28)
Sabda Nabi s.a.w.:
“Aku berpesan kepada kamu semua supaya mengingati Allah, kerana hal itu dapat menghiburkan hati kamu dari segala kesulitan duniawi.” (Riwayat ad-Dailami)
13. Menyucikan jiwa dari mazmumah
Hidup tak akan tenang jika hati penuh hasad dengki, tamak, takut, benci, keluh-kesah dan lain-lain sifat mazmumah. Tidak heranlah dikatakan, orang yang bersih hatinya dari sifat mazmumah ini adalah orang yang mendapat kebaikan di dunia. Bila menghadapi musibah, dia sabar dan bersangka baik dengan Allah.
Misalnya jika ada orang terganggu dengan turunnya hujan pada waktu hujan itu tak diperlukan, dia sentiasa mencari hikmah di sebaliknya. Bila dapat nikmat pula, dia bersyukur. Hatinya tak pernah keluh-kesah. Firman Allah Taala:
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyuci (membersihkan) jiwanya.” (Al-A’la: 14)
14. Mati di dalam kebaikan (Husnul Khotimah)
Ini merupakan penutup segala kebaikan di dunia. Firman Allah s.w.t.:
“demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka) Salamun ‘Alaikum.” (An-Nahl: 32)
Sabda Nabi s.a.w.:
“Sebaik-baik amalan itu ialah bahawa kamu berpisah dengan dunia ini sedangkan lidahmu basah berzikir kepada Allah.” (Riwayat Abu Na’im)
Para ulama yang beramal dengan ilmunya melihat sesuatu dengan mata hati. Oleh karena itu, dalam penjelasan tentang kebaikan di dunia yang mereka paparkan di atas, tidak ada perkara-perkara berbentuk nikmat zahir semata-mata. Misalnya mereka tidak katakan kebaikan di dunia itu dilihat pada rumah besar, kedudukan tinggi, isteri cantik, duit banyak, nama populer, kendaraan mewah dan lain-lain yang sering kita buru hari ini. Semua ini tidak ada dalam penjelsan para ulama. Artinya, mendapatkan semua itu belum bererti mendapat kebaikan yang hakiki.
Kebaikan di dunia itu sebenarnya milik hamba-hamba Allah yang taat hamba yang lebih mengutamakan akhirat dari dunia. Dalam surah an-Nahl ayat 122 dinyatakan bahawa Allah telah mengurniakan kepada Nabi Ibrahim a.s.hasanah (kebaikan) di atas kehidupan dunia. Ayat ini menjadi dalil bahwa ada kebaikan duniawi yang Allah akan beri kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Walaupun mengutamakan akhirat, Allah akan dahulukan bermacam-macam kebaikan buat mereka di dunia lagi. Dan segala kebaikan itu pula bermanfaat untuk akhirat mereka.
Oleh: Amaluddin Mohd Napiah, Zakaria Sungiba