Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Memilih Jejak Ke Syurga Atau Ke Neraka

Written By Rudi Abu azka on Jumat, 21 Januari 2011 | 09.55


Kita sekarang dihidupkan oleh Allah, di bumi Allah dan di dalam zaman yang Allah tentukan. Selepas itu kita akan dikembalikan, disadari atau tidak ke salah satu daripada dua negeri yang kekal dan abadi yaitu syurga atau neraka.

Semua manusia sedang berjalan ke tujuan yang dipilihnya sendiri - syurga atau neraka. Allah menyediakan dua jalan untuk kita pilih. Kembali kepada mansuia untuk memilih apakah jejak ke syurga atau jejak ke neraka.

Namun begitu, Allah sudah memberitahu kita di dalam Al-Quran, tentang betapa nikmatnya kehidupan dan pengalaman manis di syurga. Begitu juga dijelaskan betapa azabnya kehidupan dan pengalaman ngeri di neraka. Nabi Muhammad saw. juga menguatkan lagi melalui hadith-hadithnya yang masih segar dibaca dan didengar hingga hari ini.

Sebagai makhluk yang diberikan kesempurnaan akal fikiran, manusia bisa berfikir aibat dan resiko yang bakal diterima akibat dari sesuatu tindakannya. Setiap sesuatu itu ada sebab-musababnya. Allah masukkan seseorang ke syurga karena dalam hidupnya di dunia ini, dia memilih jalan ke syurga. Begitu juga Allah masukkan seseorang itu ke neraka karena dalam hidupnya dia sengaja memilih jalan ke neraka. Terpulang kepada manusia hendak mengikuti jejak syurga atau jejak neraka...

Pilih dan ikutlah jalan ke syurga sebagaimana yang diuraikan di bawah:

-beramal semasa muda
-Tolong menolong karena Allah
-jauhi diri dan keluarga dari zina
-mendidik anak kewajiban beragama
-mendirikan solat wajib dan sunat
-bertahajjud di tengah malam
-menangis dan menginsafi diri kerana takut akan ALlah
-bersedekah, menderma dan berwakaf secara sembunyi-sembunyi
-berpaut hati pada masjid
-senantiasa belajar hal-ihwal tentang agama
-shalat berjamaah
-selalu berada di tempat pengajian agama
-mengunjungi orang sakit
-mengiringi jenazah hingga ke kubur
-mengadakan upacara atau peringatan cara Islam
-mendamaikan yang bertengkar
-menolong anak yatim dan miskin
-dan lain-lain perkara kebajikan.

Pada waktu yang sama hindarilah jejak neraka yang dijelaskan di bawah:

-tidak mengajar anak hal-hal keagamaan
-kaya tapi bakhil
-menipu
-mengambil arak, judi dan yang memabukkan
-mengadakan majlis maksiat
-berzina
-memakan harta anak yatim
-meremehkan atau menunda-nunda shalat
-tidak mengeluarkan zakat
-panjang angan-angan dan tak mau bertaubat
-meninggalkan shalat
-durhaka kepada ibu bapak
-berbuat fitnah
-suami dayus (membebaskan isteri)
-ibu bapa dayus (membebaskan anak)
-makan harta haram
-berbohong dan berdusta
-menggunakan sihir
-dengki dan khianat

Sementara manusia diberi peluang oleh Allah untuk memilih jalan yang menentukan nasib kita pada masa hadapan, marilah sama-sama kita saling bantu-membantu menegakkan amar makruf dan nahi mungkar yang dewasa ini sudah kurang berfungsi dan tidak diberi keutamaan lagi.

Hidup sangat sementara di dunia, tidak tahu saat berakhir. Setiap langkah menentukan arah perjalanan emnuju antara dua pilihan. Percaya atau tidak, zaman ini agaknya tidak mudah untuk benar-benar meyakini. Sebagaimana tercermin dalam kehidupan dari waktu ke waktu.

Banyak yang tak sadar kearah mana setiap langkahnya menuju. Termasuk kita.