Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

KENIKMATAN, PUJIAN, DAN KESEGANAN. HATI-HATI YAH!

Written By Rudi Abu azka on Selasa, 04 Januari 2011 | 08.48

Ibnu Mas'ud adalah sseorang sahabat terkenal. Nama lengkapnya ialah Abdullah bin Mas'ud Ghafil al-Hadzaly bin Hubeb (meninggal tahun 32 H). Nasab Ibnu Mas'ud terkadang dinisbatkan kepada Ibunya, Ummu ‘Abd. Ia termasuk tokoh terkemuka di kalangan sahabat dan orang yang terdahulu memeluk Islam. Dialah orang pertama yang berani membaca al-Qur`an dengan jahr (suara keras) di Makkah. Meninggal dalam umur 60 tahun. Pernah berhijrah dua kali dan ikut serta dalam perang Badar dan peperangan lainnya.

Ibnu Mas'ud menerima transformasi al-Qur’an langsung dari Nabi Saw sebanyak tujuh puluh-an surat. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda tentang dirinya, “Barangsiapa yang ingin membaca al-Qur’an dalam kondisi masih segar sebagaimana diturunkan, maka bacalah sesuai bacaan Ibn Ummu ‘Abd.”

Ibnu Mas'ud adalah shahabat yang paling memahami asbabunnuzul ayat-ayat al-Qur`an dan dikenal sebagai orang yang tekun melayani Nabi Muhammad Saw. Dialah yang biasa memasangkan kedua sandalnya, mengambilkan air untuk wudhunya, dan mengambilkan bantal untuk tidurnya.Ia pernah diutus ‘Umar bin al-Khaththab untuk mengajar agama kepada penduduk ke Kufah bersama ‘Ammar bin Yasir. Sepeninggal Umar, ‘Utsman mengangkatnya jadi Amir di Kufah, lalu mencopotnya dan memeritahkannya agar kembali ke Madinah.

Berikut salah satu kata-kata hikmahnya yang maknanya sangat dalam. Ibnu Mas'ud mengingatkan kita semua agar berhati-hati terhadap nimat yang kita peroleh, pujian orang kepada kita, dan keengganan orang membuka aib kita. "Betapa banyak orang terpedaya dikarenakan keni'matan yang ada padanya; betapa banyak orang terfitnah dikarenakan pujian yang diarahkan kepadanya; dan betapa banyak orang tertipu dikarenakan orang segan membuka aibnya kepadanya."

0 komentar:

Posting Komentar