Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Siapa Tahu Nasib Seseorang

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 17 April 2011 | 08.55

Konon dahulu ada petani mempunyai seorang anak dan seekor kuda.
Suatu hari, kuda petani itu melarikan diri. Para tetangganya
menghibur agar si petani tidak bersedih. mereka berkata,
"Alangkah malang nasibmu, kudamu melarikan diri!"

Si petani menjawab, "Siapa dapat mengetahui nasib seseorang; malang atau mujur."

"Tentu saja itu adalah nasibmu yang malang," kata para tetangganya.

Seminggu kemudian, kuda petani itu pulang diikuti 20 ekor kuda liar.
Para tetangganyaa datang untuk memberi selamat,
"Alangkah mujurnya nasibmu, kuda itu telah pulang, bahkan membawa 20 kuda lain."

Si petani berkata, "Siapa dapat mengetahui nasib seseorang; malang atau mujur."

Hari berikutnya, anak petani menunggang salah satu kuda liar tersebut.
Ia terjatuh dari kuda dan patah kakinya.

Para tetangganya datang menghibur. mereka berkata,
"Alangkah malang nasibmu."

Petani itu berkata, "siapa dapat mengetahui nasib seseorang; malang atau mujur."

Sebagian dari tetangga mulai jengkel lalu mereka berkata,
"Tentu saja itu suatu kemalangan, dasar orang tua bodoh!"

Seminggu kemudian, sepasukan tentara datang ke desa itu,
mendaftar semua pemuda yang layak untuk diterjunkan dalam medan perang yang letaknya
sangat jauh dari desa itu. Anak si petani yang patah kakinya tidak didaftar.
para tetangga datang untuk mengucapkan selamat.
"Alangkah mujurnya nasib anakmu, ia tidak masuk dalam daftar wajib militer."

Si petani berkata, "Siapa dapat mengetahui nasib seseorang?!"

0 komentar:

Posting Komentar