Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

TERKURUNG DALAM PENJARA MATERIALISME

Written By Rudianto on Senin, 13 Juli 2009 | 01.33


TERKURUNG DALAM PENJARA MATERIALISME

“Hai orang-orang yang beriman, jangan sampai anak-anak dan hartamu
melalaikanmu dari Dzikrullah”. (Qs. Al-Munafiqun: 9)

Sahabat. Pengalaman sejarah menunjukan bahwa manusia selalu dihinggapi dengan kemauan untuk hidup dengan bergelimang harta benda. Hal ini merupakan suatu kenyataan hidup yang mendorong banyak manusia untuk meraihnya. Bahkan para pemikir humanisme barat di sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 mereka berani menyatakan: “Singkirkan Tuhan dari kaedah moral, dan gantikan dengan kata hati, sebab manusia adalah makhluk yang punya kata hati yang melawan moral bawaan”. Karena itu agama hanya dijadikan komoditas, sebuah kepentingan bagi pemenuhan hidup manusia. Agama kemudian ditundukan untuk pemuasan kebutuhan material semata.

Setiap orang di dunia ini berusaha mencapai kebahagiaan dan ketentraman. Siang malam berjuang menggapai impian ini dalam kehidupan yang nampak seperti gelanggang peperangan. Sayang, banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupan yang bahagia. Tetapi membiarkan beberapa faktor mempermainkan jiwanya sendiri dalam kesusahan dan keresahan. Sebagai akibatnya, orang ini menjadi korban impian Khayali bahwa hidup bahagia tak lain dari khayalan semata, dan bahwa kesudahan manusia hanyalah bagaikan jerami yang dipermainkan gelombang kepahitan khayali yang berakhir di liang kubur kemalangan.

Banyak diantara kita yang senang dengan kehidupan dunia sehingga lupa bahwa ada kehidupan setelah dunia, yaitu akhirat. Mereka yang sedang terkurung dalam penjara materi sesungguhnya memahami bahwa kesenangan dunia ini bila dipakai akan berkurang dan bila dibiarkan akan hilang. Bahkan merekapun sering menyaksikan atau mungkin merasakan, semakin banyak dunia yang di dapat dan di miliki maka akan semakin berat mempertanggung jawabkannya. Semakin kuat kita mengejarnya maka akan semakin lelah dibuatnya.

Sahabat, dunia ini laksana pedang bermata dua, jika kita piawai memainkannya maka kita akan selamat. Tetapi jika kita tidak mampu memainkannya maka kita akan binasa. Ketahuilah, sekalipun kehidupan dunia ini nampak begitu indah dan mempesonakan tetapi ketajamannya jauh melebihi ketajaman sebilah pedang.

Jika ketajaman pedang hanya mampu memotong dan mencabik-cabik tubuh kita, tetapi ketajaman dunia bukan hanya memotong tubuh tetapi ia akan membabat habis tubuh, menyayat hati, jantung, otak dan seluruh anggota tubuh kita. Ini belum selesai, ia akan menyayat-nyayat tubuh dan hati kita dalam waktu yang tak terbatas.

Syekh Ahmad Athaillah dalam kitabnya Al-Hikam mengungkapkan, “Sesungguhnya bangunan wujud (dunia) ini akan rusak sendi-sendinya, dan akan musnah semua kemulyaan (kebesarannya).” Itulah dunia, tidak kekal karena memang sifatnya fana, yakni sementara dan cepat rusak juga membosankan. Kalau sudah tidak suka dibuang menjadi barang yang tidak berharga, itulah dunia.

Ketahuilah, semua yang ada di alam ini adalah tontonan , datang lalu pergi, disukai lalu dibenci. Tidak ada yang kekal di muka bumi ini. Oleh karena itu, seutama-utamanya manusia ialah orang yang memilih kekekalan dari pada kefanaan memilih yang abadi dari pada yang musnah. Itulah orang yang tidak tertipu oleh keindahan duniawi, sehingga tidak terkurung dalam penjara materi yang menghancurkannya.

Yaa Rabbi, kami memohon kepada-Mu. Mudahkan segala urusan yang selalu mendatangkan kebaikan. Berikan kami kemampuan yang dapat menghadirkan kerihoan. Lapangkanlah dada kami untuk selalu menerima segala aturan-Mu. Wahai Dzat yang segala kekuatan ada pada-Mu. Tidak ada kemudahan kecuali Engkau telah menjdikannya mudah.
01.33 | 0 komentar

DUNIA INDAH MENIPU

Written By Rudianto on Minggu, 12 Juli 2009 | 04.37


DUNIA INDAH MENIPU

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhynya pada hari kiamat sajalah di sempurnakan pahalamu. Barang siapa di jauhkan dari neraka dan di masukan kedalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (Qs. Ali-Imran [3]:185)

Sahabat…menyelami kebenaran ayat Allah yang mulia ini, nampaknya sesuai benar dengan realitas saat ini. Kepalsuan dunia yang mempesona sering membuat kita tertipu oleh keindahan dan keelokannya. Tertipu (ghurur) oleh kepalsuan dunia telah menjadi penyakit yang mampu membutakan nurani. Kita sering tertipu oleh penglihatan lahir dan membiarkan diri dibohongi oleh kemauan hawa nafsu. Bertanyalah dalam hati. relakah kita menghancurkan diri hanya demi sebuah kebahagiaan yang sesaat. Padahal Allah menjanjikan tempat yang lebih indah darisegala keindahan, hidup yang lebih kekal dari segala kekekalan. Tidak sadarkah kita bahwa kehidupan pasca dunia teramat panjang dan tidak dapat diukur dengan hitungan waktu manusia. Astaghfirullah, rasanya berat nian pertanggung jawaban kita kelak dihadapan Allah.

Marilah , kita buka lembaran mulia firman Allah. Kita selami lautan ilmu yang tak terbatas. Kita akan menemukan tentang sebuah kebenaran yang hakiki, juga sebuah informasi yang pasti. Bahwa disekian banyak ayat, begitu jelas Allah berbicara tentang keberadaan dunia dan sifat-sifat yang terdapat didalamnya. Renungkanlah:

• Dunia adalah mata’ (kesenangan yang menipu). Ketertipuan kita terhadap dunia terjadi manakala kita beralih sikap dari menjadikan dunia sebagai sarana menjadi tujuan. Dari pelengkap menjadi utama dan dari beribadah menjadi demi benda-benda. Allah berfirman: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan binatang-binatang ternak dan sawah landang. Itulah kesenangan hidup didunia dan disisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga)”. (Qs. Ali-Imran [3] :14.

• Dunia adalah la’ib (main-main) dan laghwu (senda ghurau). Dunia bagai panggung sandiwara dimana kita hanya memainkan peran yang ditugaskan sang sutradara. Sutradara kehidupan adalah Allah. Manusia menyusuri relung-relung ketentuan Allah dalam upaya-upaya yang dikerjakannya. Oleh karena itu tertipulah manusia yang menganggap upayanya di dunia sebagai satu-satunya faktor yang menentukan hari depannya. Allah berfirman ; “Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sunguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Qs. Al-An’am [6] : 32).

• Dunia ini adalah Qalil (kecil). Allah menciptakan alam raya ini lengkap dengan atribut yang ada di dalamnya. Mulai dari gugusan bintang-bintang yang nampak begitu kecil sampai pada planet-planet yang ada di dalamnya. Dan dunia adalah salah satu dari planet yang Allah ciptakan. Bahkan dunia ini bagaikan debu kecil yang berterbangan di langit yang maha luas ini. Dan di tempat yang kecil inilah kita berada di dalamnya, hidup dan berkembang. Oleh karenanya betapa kerdilnya jika kita menganggap bahwa kenikmatan dunia ini besar, seakan tidak ada yang lain yang mampu memberikan kenikmatan itu. Allah swt berfirman ; “Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanyalah kecil (sebentar) dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa dan kamu tidak dianiaya sedikitpun”. (Qs. An-Nisa’ [4] : 77)

Benar, bahwa manusia memerlukan fasilitas dunia untuk mampu bertahan hidup. Bahkan Allah mengharuskan kita untuk mencari apa yang telah dianugerahkan-Nya agar kita mendapatkan kebahagiaan hidup. Tetapi harus di ingat bahwa proses pencarian kita tentang sarana kehidupan ini harus berorientasi pada kepentingan akhirat : “Dan carilah pada apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu (untuk mencari kebahagiaan) akhirat dan janganlah melupakan bagianmu di dunia”. (Qs. Al-Qashas [28] : 77).

Allahumma, Ya Allah, adalah taufiq-Mu jua yang dapat menghantarkan kami menuju ampunan-Mu. Sinarilah langkah kami dengan kebenaran firman-Mu, teguhkan jiwa kami untuk selalu mentauladani sunnah Rasul-Mu. Jadikan dunia ini sebagai tempat segala kebaikan bukan tempat untuk menambah keburukan. Engkaulah maha pemberi ampunan.
04.37 | 0 komentar

Top 20 Nasheed Nuris FM -edisi 11 Juli 2009

Written By Rudianto on Sabtu, 11 Juli 2009 | 21.59


Bisa disimak live setiap Sabtu Malam 19.30-21.30 WIB
on air di 107.7 FM (bagi Anda yang berdomisli di Ciledug, Larangan, Kreo, Petukangan, Joglo, Meruya, Kebon Jeruk, Keb. Lama, Bintaro, Pd. Aren, Ciputat,dan sekitarnya)

atau via streaming on
http://nurisfm.blogspot.com/
http://nurisfm.listen2myshow.com
http://nurisfm.listen2mymusic.com
http://nurisfm.listen2myradio.com

1. Kau Tiada Terdua - Rakhmat Fajar (album: Kompilasi Semusim Inspirasi/2008)
2. KarenaNya Aku Menolakmu - Haris Isa (album: No.1/2009)
3. Ketika Cinta Tak Bertasbih (KCTB) - Faris JV (single/2009)
4. Maharku Untukmu - Alief (single ANN Jateng)
5. Lembayung - Izzatul Islam (album: Saatnya Kemenangan/2009)
6. Sholat Cinta - Tirta (single)
7. Waspadalah - The CS (single ANN Jateng)
8. Dia Muhammad - Inteam (album: Allahu Rabbi- Reunited/2009)
9. KKTD (Kini Kau Tlah Dewasa) - Justice Voice (album: Jangan Mepet Mepet)
10. Ibu - Naufal (single ANN Jateng)
11. Asma Allah - Sami Yusuf (album: Without You/2009)
12. Visi Peradaban – Asy Syujaa’ (Kompilasi Bogor Nasheed Center)
13. Sendiri Menyepi - edCoustic (album: Sepotong Episode/2008)
14. Petuah Hati – Jamus Kalimasada (single/2009)
15. Jejak- Maidani (single/2008)
16. Wahai Sahabat – Riham Nasyid (single/2009)
17. Delete Dosa Click Pahala–Casella Nasheed(single/2009) new entry
18. Buah Hati – Nasyid BaNa (single/2009) re-entry
19. Bersama – Shoutul Harakah (single/2009) new entry
20. Pemuda Pilihan – Asma Voice (single/2009) new entry

NB:
rekomendasi file nasyid baru
kirim ke
Music Director Nuris FM
wong_natura@yahoo.com atau
iswandi0402@gmail.com
21.59 | 0 komentar

ALLAH ADALAH SUMBER KEKUATAN


ALLAH ADALAH SUMBER KEKUATAN

“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar.
Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, maka terjadilah”.
Dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan diwaktu sangkakala di tiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui”. Qs. 6:73

Sahabat, kita tercipta dengan diberikan berbagai kelebihan dan kesempurnaan. Tetapi sebagai hamba Allah, kita juga memiliki berbagai kelemahan dan kekurangan. Disamping potensi untuk berbuat kebaikan, pada diri kita juga terdapat potensi yang mejerumuskan kelembah kehinaan. Disatu sisi kita memiliki fitrah berketuhanan, itulah yang menyebabkan kita rindu untuk mendekatkan (taqarrub) diri kita Allah, tetapi pada sisi yang lain, kita juga memilki hawa nafsu yang cenderung suka mengejar kenikmatan sesaat yang sifatnya rendah yang jika kita turuti akan menjauhkan kita dari Allah. Hanya Allah tempat segala kesempurnaan dan kebaikan. Sebab memang Dialah segala apapun bermula dan berakhir. Dialah yang maha terpuji yang tidak ada satupun membandingi keterpujian-Nya. Dialah sumber kekuatan yang segala kekuatan apapun bersumber dari kekuatan-Nya. Laa Haulaa wala Quwwata Illa billahil ‘aliyyil ‘adziim”.

Kehidupan kita adalah proses perjuangan yang tak pernah henti. Ada saat dimana kebahagiaan begitu akrab menemani, tetapi disaat yang lain penderitaan begitu senang bersemayam didalam hati. Sungguh, dua keadaan ini memerlukan kekuatan agar kita tetap bertahan pada kebenaran. Jika kita tidak memiliki kekuatan iman , maka bukan saja kehidupan akan terasa menyulitkan, tetapi hari demi hari akan selalu dihinggapi rasa ketakutan.

Ketahuilah, Saat dimana kita hidup hari ini, adalah kehidupan yang sarat dengan kekhawatiran, kebimbangan dan ketakutan. Jangankan orang-orang yang memang setiap saat selalu dihantam badai kemiskinan dan kenestapaan, orang-orang yang sedang bergelimang kemewahanpun selalu dihantui rasa kekhawatiran dan kecemasan, keduanya merasakan hal sama. Orang miskin khawatir dan takut menatap masa depan yang menurutnya begitu memberatkan, sementara orang kaya khawatir dan takut bahkan bingung kemana harta mereka akan diselamatkan.


Apa yang dapat kita katakan untuk mereka yang hidupnya tak pernah puas dengan keadaan. Ada apa sesungguhnya dengan makhluk yang bernama manusia ini ?. Diberi nikmat dia tak pandai bersyukur, di beri cobaan keyakinan hidupnya semakin kabur. Sungguh…kebanyakan kita memang tidak tahu berterimakasih kepada Dzat yang maha memberi.

Marilah kita renungkan dengan hati yang jernih, bahwa kita ‘ada’ bukanlah sekedar ada. Keberadaan diri kita karena ada yang mengadakannya. Oleh kerenanya, ‘keberadaan’ kita harus menghadirkan kesadaran bahwa ada sumber kekuatan yang mampu ‘mengadakan’ kita dan Dia tidak mengada-ada dalam menciptakan keberadaan makhluk-Nya. Dialah Allah sang pemberi nikmat, yang rahmat-Nya lebih luas dari pada murka-Nya. jika hati merasa dekat kepada Allah yang maha kuat dan maha segalanya, akan menghadirkan ketenangan, membuat jiwa selalu merasakan adanya perlindungan dan tempat bergantung.

Insya Allah, bila kita serahkan hidup ini dengan berbagai persoalannya kepada Allah dengan keyakinan yang mutlak hanya kepada-Nya, akan membuat hati menjadi tegar dalam menghadapi problema dan tantangan kehidupan. Sadari…kita adalah hamba yang memiliki keterbatasan. Dialah yang berkehendak atas diri kita, dan kita tidak akan pernah bisa merubah kehendak-Nya. Sesungguhnya, sebagian besar dari penyebab kekhawatiran, kegelisahan dan kelemahan jiwa adalah ketidak mampuan kita untuk menjadikan Allah sebagai sumber kekuatan. Karenanya mengimani Allah dengan segala atribut yang dimilikinya adalah keharusan bagi setiap muslim.

Sangat sulit dipahami, bagaimana hati menjadi tenang, jiwa menjadi bahagia, jika keyakinan kepada Allah tidak mendapat prioritas utama dalam diri kita. padahal kita yakin, semua maha adalah milik-Nya. Hakekat segala pujian hanyalah milik-Nya, tiada pujian yang pantas diberikan membandingi pujian kepada-Nya. Inilah prilaku orang-orang yang mengimani keberadaan-Nya, yang yakin akan segala kekuasaan-Nya. Tidak ada alasan bagi seorang muslim sedikitpun untuk merasa khawatir ketika Allah sudah berjanji untuk penolongnya. Tidak ada keharusan bagi setiap muslim untuk merasa takut, padahal Allah sudah berjanji untuk selalu melindunginya. Sungguh..Allah maha pemberi karunia kepada seorang hamba yang selalu bertawakkal untuk menggapai rahmat-Nya. “Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki yang diberikan kepada burung; pagi hari perutnya kosong dan sore hari penuh makanan”. (Hr. Ahmad, an-Nasa’I, at-Tarmidzi dan al-Hakim)
06.09 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung