Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

DVD Belajar Bahasa Arab Al-Aisar

Written By Rudianto on Kamis, 01 April 2010 | 00.06


AL- AISAR, Belajar Bahasa Arab Praktis

Bahasa Arab adalah kunci utama untuk bisa memahami Islam, tanpa menguasainya mustahil bisa menelah kedalaman islam secara benar dan mandiri.
AL AISAR adalah metode pendekatan pembelajaran bahasa Arab terbaru.Metode ini memungkin seseorang bisa menguasai bahasa Arab secara mandiri, tanpa keharusan hadirnya sosok guru atau keharusan berada dalam lembaga pendidikan tertentu.
Belajar kapan saja dan dimanapun secara menyenangkan dan interaktif merupakan inti pokok metodologi ini.
Unsur-unsur pokok yang dinyatakan oleh pakar bahasa sebagai syarat yang harus dikuasai oleh siapa saja yang belajar bahasa tersaji secara lengkap dalam AL AISAR.

Unsur-unsur pokok untuk menguasai bahasa arab adalah meliputi :
1. Qawaidul Lughoh/Tata bahasa Arab;
Unsur ini popoler dengan istilah ilmu nahwu dan ilmu shorf. Ilmu nahwu membahas tentang status kata dan harakat akhirnya dalam struktur kalimat,sedangkan ilmu shorof membahas tentang perubahan atau pecahan kata.

Qowaid ini berfungsi untuk memahami konteks kalimat secara benar saat membaca atau menyusun kalimat saat menulis atau berbicara.
Unsur ini disajikan dalam format teks dilengkapi dengan audio keterangan yang jelas dan mendetail.Setiap sub pembahasan dipisah dengan halaman halaman sendiri yang bisa dipilih secara interaktif atau acak sesuai yang diinginkan.Walaupun demikian sangat ditekankan untuk mempelajari setiap sub secara berurutan,boleh pindah ke sub berikutnya setelah sub sebelumnya benar benar telah dikuasai secara mendalam.Dianjurkan setiap saat untuk selalu mengulang dan banyak berlatih. Selamat mencoba, sukses selalu bersama anda, Insya Allah.

2. Muhadasah/percakapan
Muhadasah sebenarnya merupakan unsur pokok dalam bahasa.Pada dasarnya manusia belajar berbicara atau berbahasa dari mendengar percakapan orang lain.
Bayi bisa berbicara karena sering mendengar percakapan dari orang tua atau keluarganya. Oleh karena itu unsur ini sangat penting dalam pembelajaran bahasa apapun.
Sasaran pokok dalam sub ini yaitu agar banyak mendengar dan praktek menirukan dari apa yang didengarnya.Oleh karena itu dalam sub ini materi muhadasah telah disusun sedemikian rupa dan cukup memadai.Pelaku percakapan sengaja diambilkan dari orang arab asli sehingga dialek/logat bahasanyapun original.Ini untuk menghindari kesalahan kesalahan seperti yang telah banyak terjadi di Indonesia, khususnya pembelajaran bahasa dibeberapa lembaga pendidikan.Pada umumnya mereka secara teori menguasai bahasa arab ataupun bahasa inggris tapi pada prakteknya khususnya dialek/logat mengikuti dialek bahasa masing masing seperti Jawa, Sunda,Batak, Madura atau dialek2 lainnya.
Kunci pokok pembelajaran dalam sub ini adalah banyak mendengar dan praktek menirukan.Sangat disarankan untuk mengembangkan sendiri menyusun kalimat dengan kosa kata sendiri atau mengajak orang lain untuk dialog dengan bahasa arab.Selamat berlatih, sukses bersama anda.

3. Fahmul Masmu'
Fahmul masmu' atau memahami apa yang didengar adalah latihan mendengar untuk menguji sejauh mana pemahaman seseorang terhadap pembicaraan,dialog,khutbah orang lain.Dalam sub ini telah disediakan materi tanyangan potongan film durasi 10 menit.Tanyangan film awal hingga urutan tertentu dibantu dengan terjemah teks bahasa Indonesia dan pada tayangan berikutnya terjemah teks dihilangkan untuk menguji pemahaman dengan tanpa bantuan teks terjemah.
Pembelajaran dalam sub ini disarankan untuk mengulang ulang tanyangan dan selanjutnya mencoba mengurai apa yang dipahami dari tayangan film tersebut dalam bentuk tulisan, lalu minta orang lain untuk mengoreksinya.

4. Mufradat
Mufradat atau kosa kata adalah kunci dari bahasa.Mustahil seseorang bisa melakukan pembicaraan tanpa memiliki kosa kata.Semakin banyak perbendaharaan kosa kata semakin menjamin lancarnya komunikasi atau pembicaraan.Oleh karena itu yang pertama kali harus dilakukan dalam belajar bahasa adalah menghafal kosa kata.
Pembelajaran dalam sub ini sangat ditekankan untuk memotivasi diri bahkan lebih baik lagi kalau mewajibkan atas dirinya hafal minimal 5 atau 10 mufradat setiap hari. Untuk mendukung hal tersebut dalam sub ini telah disertakan kamus digital bahasa Arab indonesia dan sebaliknya.Insya Allah dengan kamus ini memudahkan untuk menghafal kosa karena kita tinggal memasukkan kata dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya ke dalam kotak pencarian, dengan cepat kamus akan memunculkannya dalam bahasa Arab atau Indonesia.
Selamat mencoba dan banyak menghafal...

5.I'rab
I'rob atau mengurai status kata dalam struktur kalimat. Pembelajaran ini berfungsi untuk memahami secara pasti tentang status kata dalam struktur kalimat.Dengan memahami i'rob memastikan kebenaran harakat akhir setiap kata dan tentunya juga terhindar dari kesalahan dalam menterjemahkan sebuah kalimat.
I'rob merupakan bagian dari ilmu nahwu, dalam program ini sengaja disendirikan dalam sub khusus.
Dengan metode interaktif via komputer/laptop memudahkan seseorang untuk mengexplorasi bahan ajar sesuai yang diinginkan dan tanpa beban sehingga menyenangkan.

Menu-menu interaktif pembelajaran bahasa Arab Al-AISAR

Program AL-AISAR merupakan program pembelajaran bahasa Arab interaktif multimedia, disusun untuk memudahkan seseorang belajar bahasa Arab secara Mandiri melalui media bantu PC/LAPTOP.Materi-materi yang terkandung dalam program ini merupakan gabungan dari beberapa metodologi yang telah ada sebelumnya dang dianggap efektif.Semua materi disusun dalam menu-menu interaktif berjenjang seperti terlihat pada gambar.
Menu-menu tersebut merupakan unsur-unsur pokok yang harus dipelajari untuk bisa menguasai bahasa Arab.Setiap menu merupakan jenjang urut yang seharusnya dikuasai sebelum berpindah kepada jenjang urut pada menu berikutnya.



Petunjuk Pembelajaran

Setiap jenjang menu pembelajaran, ada petunjuk cara pembelajaran yang harus diikuti untuk bisa mengoptimalkan keberhasilan dalam menguasai bahasa Arab.Baca,fahami dan praktekkan petunjuknya baru kemudian masuk pada materinya dengan menekan tombol INDEK, seperti terlihat pada gambar di bawah.


Indek Materi

Tombol Indek merupakan tombol akses untuk menampilkan materi-materi pembelajaran yang link dengan menu yang ada pada tombol samping. Setiap menekan menu samping secara otomatis akan menampilkan petunjuk pembelajaran pada materi menu tersebut dan untuk menampilkan isi materi harus menekan tombol indek seperti terlihat pada gambar berikut:


Penerbit : Al Wustha Publishing
Waktu Terbit : Maret 2010
Harga : Rp. 65.000
Distribusi : Silmi Production
Pesan Segera
1. Harga CD: Rp 65000,- /keping (belum termasuk ongkos kirim)
2. Uang pembelian ditransfer ke rekening di bawah ini:
Bank Muamalat Indonesia Cabang Jakarta
Nomor Rekening: 916.92866.99
atas nama: Rudianto
4. Bila transfer via ATM, kode Bank Muamalat Indonesia: 147
5. Setelah transfer dilakukan, segera beritahukan kepada kami ke email: akhrudianto@yahoo.com atau SMS ke nomor handphone: 081319107800 dengan mencantumkan tanggal dan nominal transfer serta identitas (nama dan alamat lengkap) anda.
6. CD akan kami kirim via paket pos kilat khusus ke alamat anda.
00.06 | 0 komentar

PAKET SPEKTAKULER

Written By Rudianto on Selasa, 16 Maret 2010 | 07.41

07.41 | 0 komentar

TELAH HADIR

Written By Rudianto on Kamis, 11 Maret 2010 | 10.56

10.56 | 0 komentar

Pengaruh Dosa Terhadap Qolbu

Written By Rudianto on Selasa, 09 Maret 2010 | 09.47


“ Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (Qs. Al-Kahfi [18]:103-104

Jangan Remehkan Dosa
Abdullah Bin Mas’ud ra. Mengatakan bahwa: Rasulullah bersabda, “ Janganlah sekali-kali kalian meremehkan dosa. Karena sesungguhnya ia bisa semakin bertambah dan menumpuk pada seorang hingga menghancurkannya. Perumpamaan sikap ini adalah seperti suatu kaum yang beristirahat di sebuah padang sahara. Ketika tiba waktunya mereka hendak bersantap, salah seorang beranjak pergi dan pulang dengan membawa sebatang tongkat dan lainnya juga datang dengan membawa sebatang tongkat. Akhirnya bisa berkumpul menjadi banyak. Mereka menyalakan api dan membuat matang apa saja yang mereka lemparkan kedalamnya”. (HR Ahmad dan At-Tarmidzi)

Perumpaman diatas merupakan ilustrasi yang menggambarkan akibat buruk yang muncul di sebabkan menumpuknya dosa-dosa kecil pada seseorang. Jika kita kaji lebih dalam, apalah artinya satu dua batang tongkat. Ia tidak bisa dipergunakan apa-apa.
Namun jika terhimpun cukup banyak, ia akan berguna menjadi setumpuk kayu bakar yang banyak dan dapat mematangkan hidangan. Dalam Syu’bul Iman , Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa Ka’ab berkata: “Sesungguhnya seorang hamba yang mengerjakan dosa-dosa kecil namun tidak merasa menyesal dan tidak juga memohon ampunan, niscaya hal itu menjadi besar di sisi Allah hingga seperti besarnya gunung. Seorang hamba yang
melakukan dosa besar lalu ia merasa menyesal dan memohon ampunan, niscaya hal itu menjadi kecil disisi Allah Swt. hingga Dia berkenan mengampuninya.”

Intropeksilah Dirimu
Intropeksilah dirimu wahai saudaraku, lihat sikapmu terhadap perbuatan maksiat kepada Allah. Apakah kita termasuk orang-orang yang senang terhadap perbuatan kemaksiatan, sehingga kita selalu mencari-cari kesempatan untuk melakukannya dan berupaya untuk dapat melampiaskannya. Janganlah kenikmatan syahwat membuat kita lupa akan pahitnya akibat perbuatan dosa. Janganlah api nafsyu sampai membakar serta melumatkan benih keimanan dan kesalehan dalam hati kita. Milikilah sikap istiqomah, jangan terpedaya dengan kesenangan sementara. Abdullah bin Mas’ud ra. memberi suatu ilustrasi yang sangat tepat perihal sikap seorang mukmin. Ia berkata:“Sesungguhnya seorang mukmin itu melihat dosa-dosanya, seakan-akan dia sedang berada di kaki gunung. Ia takut gunung itu akan menimpa dirinya. Sedangkan, orang durhaka (fajir) melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang terbang di depan hidungnya. “ lalu, ia berkata: “cukup begini saja”. (maksudnya cukup dengan menepiskan tangannya” (Riwayat Bukhari,
6308)
Sahabat, jika kita letakkan diri kita pada neraca timbangan yang di gunakan Abdullah bin Mas’ud di atas, bagaimana kita melihat perbuatan-perbuatan maksiat dan dosa-dosa yang kita kerjakan selama ini?. Pada neraca mana kita berada?. Apakah kita termasuk kelompok orang-orang yang melihat dosa-dosanya bagaikan gunung?, ataukah termasuk kelompok orang-orang yang melihat dosanya hanya seperti menepis lalat?.
Dalam kitab Madarij as-Salikin (1/201) Ibnul Qayyim berkata:” Senang dengan perbuatan maksiat adalah bukti kuat bahwa ia sangat berhasrat dengan perbuatan tersebut. Sekaligus sebagai bukti akan kejahilannya terhadap siapa yang di durhakainya. Juga bukti kebodohannya terhadap implikasi buruk yang ditimbulkannya, dan besarnya bahaya yang akan di tanggungnya. Sahabat, tidakkah kita terketuk dengan nasehat para ulama diatas.

Marilah sekali lagi kita intropeksi diri dengan penuh kesadaran, betapa kita begitu sering mengabaikan apa yang Allah perintahkan. Betapa kita begitu mudah melakukan apa
yang Allah larang. Allah tegas memberikan peringatan kepada orang-orang yang mengabaikan ketentuan-Nya.

“ Dan Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. Qs. An-Nissa [ 4 ]:14
09.47 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung