Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Melatih Diri

Written By Rudianto on Senin, 21 Oktober 2019 | 13.33

*SEHAT ITU FITRAH,* sementara sakit itu “petaka” yang muncul tiba-tiba. Setiap manusia dilahirkan dengan fitrah ini. Jadi, riyadhah atau melatih diri hanya bisa dilakukan ketika kondisi sedang normal. Tak ada gunanya melatih diri yang sedang liar”. Binatang buas, bagaimanapun sudah dididik pada waktu kecil, setelah besar tetaplah buas. (Baca cerita berjudul “Siapa yang Memberitahu kalau Bapakmu Srigala”).
Dalam diri setiap manusia terpendam tiga potensi atau kekuatan: *nalar, nafsu dan amarah.* Orang yang diberi anugerah kemuliaan ilmu oleh Allah tentu berusaha untuk mengembangkan potensi nalarnya hingga ke titik sempurna. Sebab, potensi inilah yang menjadikan manusia lebih utama dalam pandangan Allah dibandingkan dengan binatang, sekaligus lebih
menyerupai malaikat.
Di samping itu, potensi ini juga menjadi pengendali bagi dua potensi lainnya, yakni *potensi nafsu dan potensi amarah.* Kedudukannya dalam diri manusia ibarat penunggang kuda. Karena itu, ia harus mampu mengendalikan kuda itu ke arah mana yang
ia inginkan. Bahkan, jika perlu, ia bisa memberinya pelajaran. Begitulah, potensi nalar mesti mengunggu potensi lainnya, menggunakan dan menahan sesuai kehendaknya. Inilah tipe manusia sejati, *manusia sebenar-benar manusia.*
*“Manusia sejati adalah manusia yang menjadikan potensi nalarnya sebagai potensi dominan.”* Artinya, jika potensi nafsu yang melampaui, berarti ia telah keluar dari watak kemanusiaannya, turun ke watak kebinatangan. Barang siapa melepas hawa nafsunya di padang gembala, lalu membuka kendalinya, berarti ia telah lepas dari jati dirinya, dus, lebih rendah kedudukannya dibanding binatang. Sebab, watak kebinatangan yang sejatinya ia lawan, malah dijadikan wataknya.
Demikian pula, apabila manusia dikuasai potensi amarah, ia akan menjadi hewan buas atau pemangsa yang kelaparan. Karena itu, *setiap manusia mesti melatih diri untuk memerangi potensi nafsu, menaklukkan potensi amarah, mengikuti potensi nalar, sehingga ia mendekati malaikat, terbebas dari perbudakan potensi nafsu maupun amarah*
Bersambung......
🌹🥀🌹🥀🌹🌹
📚 Thibur Ruhani
 Ibnu Jauzy
📮 ditulis/edit ulang dan publish by Abu Azka
13.33 | 0 komentar

Bagaimana Terapi Ruqyah Syar'iyyah Terhadap Kasus Bullying?

Gangguan Jin Terhadap Korban Bullying
(Kajian Ruqyah Syar'iyyah Tematik)
Oleh :Ustadz Arifuddin S. AG. M. Pd. I

Bagaimana Terapi Ruqyah Syar'iyyah Terhadap Kasus Bullying?
Proses terapi ruqyah syar"|yah terhadap kasus bullying ini harus memperhatikan beberapa hal, agar hasil terapi bisa maksimal. biidzinillah.
Pertama, harus merujuk kepada jenis bullying (fisik, verbal emosional, seksual, dan lain-lain) Berdasarkan jenis bullying inilah kita akan tahu sejauh mana kejiwaan dan mentalnya terganggu. Selanjutnya kita beri porsi tausiyah yang tepat, dengan penuh kesabaran memahami benar apa yang dirasakan anak tersebut. Kita harus bisa menjadi bagian dari anak korban bullying itu, agar anak ini bisa bercerita apa yang dialami dan apa yang dirasakan, selanjutnya kita luruskai cara berpikirnya yang salah dalam menghadapi masalah ini.
Kedua, merujuk pada potensi gangguan akibat bullying yang sudah dijelaskan di atas (depresi, kegelisahan, gangguan tidur, psikosomatik, dan lain-Iain). Ibaratnya ini adalah buah dari akibat bullying, atau dampak bullying. Gejala-gejala gangguan yang muncul akibat bullying harus didata satu persatu untuk mempermudah proses terapi.
Ketiga, merujuk pada intensitas bullying. Seberapa lama anak ini terkena bullying atau berapi kali anak Ini mengalami tindakan kekerasan. Dari intensitas inilah kita akan lebih tahu seberapa parahnya traumatik yang diderita oleh anak korban bullying.
Keempat, biasanya jin tersembunyi di semua kenangan “trauma" bullying, dalam memori persepsinya. Anak korban bullying akan mengalami gangguan berdasarkan tingkat traumatiknya. Jin itu akan bersembunyi di bawah alam sadarnya. Pada gangguan yang parah mendengar nama orang yang membully sudah bereaksi, disuruh mengingat wajah orang yang membully tidak akan mau. Cara pendekatan terapinya harus dipahamkan ke anak tersebut mulianya memaafkan, harusnya kita memaklumi semua orang, dibalik apa yang sudah terjadi ada kehendak Ailah ﷻ dan kekuasaan-Nya, dan seterusnya. Sampai anak ini bisa menerima apa yang kita jelaskan, dan berusaha untuk menjalankan apa yang kita sarankan. Meskipun itu masih sulit, tidak mengapa semuanya butuh proses.Tetapi kalau anak ini sudah ada keinginan untuk memaafkan, insyaAllah ruqyahnya akan lebih mudah.
Kelima, adanya jin yang menggangu dengan wajah yang membully. Seperti yang sudah dijelaskan pada point keempat, hal ini adalah efek dari trauma.
Keenam, tempatnya jin ada hati, Dersepsi. memori. dan di mata. Bagian tubuh yang menjadi tempat Jln adalah bagian tubuh yang terpapar ketika anak tersebut kena bully. Dari mata, awal mulai anak melihat dan mengalami kejadian kekerasan, selanjutnya masuk dalam memori membentuk persepsi, berikutnya akan tersimpan di hati. Oleh karena itu waktu terapi bisa dibantu di pegang bagian-bagian organ tersebut.
Ketujuh, tempat jin ada pada bagian tubuh yang di bully. Ketika terjadi pembullyan dengan kekerasan fisik, maka pada bagian tubuh yang terkena tindak kekerasan bisa menjadi tempat sarang jin. Waktu ruqyah bisa dibantu memegang pada bagian tubuh yang sakit.
Kedelapan, terapi ruqyahnya bisa dilakukan ruqyah mandiri atau minta bantuan peruqyah (roqi. Untuk tindakan terapinya bisa dilakukan dengan ruqyah mandiri, selama gangguan itu mampu dipahami oleh korban bullying. apalagi anak-anak biasanya masih belum paham dengan apa yang terjadi dan dirasakan. Karena itu ketika tidak mampu melakukan terapi mandiri, bisa minta bantuan peruqyah untuk membantu mengeluarkan gangguan. bildzinillah.

Terapi Lain
Ada model terapi yang lebih mudah, dengan mengedepankan prinsip-prinsip agama kita bahwa
di balik semua yang telah terjadi, baik suka maupun tldak suka, senang maupun tidak senang, enak maupun tidak enak, ada Allah Dzat yang Maha Agung, yang dengan kekuasaan-Nya mudah buatAllah ﷻ mengubah segala sesuatU, dengan kemampuan-Nya mudah buat Allah ﷻ membalikkan segala keadaan. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan Abul 'Abbas 'Abdullah bin 'Abbas ra yang berbunyi:
"Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu man faat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.' [HR. at-Tlrmidzi, dan ia berkata. 'Hadits ini hasan shahih]
Jadi, dengan mengedepankan kesabaran, prinsip ikhlas, ridha dan syukur ketika Allah . menghadirkan ujian (bullying) maka hati ini akan lebih legowo. Walhasil, efek bully tidak akan banyak berpengaruh pada diri anak Hal inilah yang harus kita pahamkan dan tanamkan kepada diri anak.
Prinsipnya terapi yang lainnya adalah semangat untuk memaafkan. Bagaimana Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita untuk mudah memaafkan, akhlak beliau yang mulia ini harus kita tanamkan ke anak-anak kita sehingga mudah buat anak kita memaafkan kesalahan-kesalahan orang lain. Lebih mudah memaklumi segala kekurangan dan keterbatasan orang lain. Dengan karakter mudah memaafkan ini juga akan memudahkan proses terapi.
Ada prinsip yang lebih tinggi untuk memudahkan terapi adalah dengan manisnya iman dan kekuatan tauhid.

Pencegahan Bullying Terhadap Anak .

Untuk mengantisipasi terjadi bullying ke anak-anak kita. Agama Islam telah mengajarkan benteng-benteng perlindungan, yaitu antara lain:
Pertama, dengan Doa dan Sunnah Yaumiyyah. Seorang pendidik harus menanamkan kepada anak didiknya untuk senantiasa terhubung dengan Allah ﷻ, salah satu caranya dengan mengajarkan doa-doa yaumiyyah (harian). Doa inilah benteng kita dari berbagai gangguan, baik dari jenis jin maupun manusia. Anak-anak juga harus ditunjukkan adab-adab sehari-hari mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali.
Kedua, mencegah tindak kekerasan dalam ke|uarga. Memberikan pendidian Islami dalam keluarga sama saja dengan mencegah terjadinya bullying (mencegah menjadi korban bullying maupun pelaku bullying). Karena dari keluarga inilah ponda: pendidikan anak-anak kita, mau dibawa kemana anak-anak kita tergantung kedua orang tuanya. Dengan memberikan contoh pendidikan Islami, mencontoh Rasulullah ﷺ dalam mendidik anak-anak, insya Allah anak-anak kita akan terselamatkan dari bullying.
Ketiga, orang tua harus taat. Ibaratnya buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Kalau orang tua ingin anak-anaknya sholeh sholehah, maka orang tua harus sholeh terlebih dahulu. Jangan sampai anak disuruh sholeh, tetapi orang tua berbuat semaunya sendiri. Seperti orang tua yang mengirim anak-anaknya ke pondok pesantren, sementara orang tua sendiri tidak memperbaiki dirinya untuk lebih taat kepada Allah ﷻ. Akibatnya anak-anaknya yang di pesantren mengalami berbagai gangguan, bisa saja salah satunya bullying.
Dengan mengembalikan semuanya pada hakekat penghambaan, insyaAllah Kita semua akan selamat dari tipu daya jin dan manusia. Inilah sekelumit keilmuan yang penulis pahami selama terjun di dunia ruqyah, khususnya dalam menangani gangguan bullying pada anak-anak Mudah-mudahan dengan sedikit penjabaran ini bisa menambah wawasan kita, terutama dalam memahami kasus bullying sampai dengan terapinya dengan metode ruqyah sya r'iyyah. Wallahu a'lam bish-showab. [*]
📚Sumber : Majalah Al Umm edisi 9
📮Diedit ulang dan publish oleh Rudi Abu Azka
13.26 | 2 komentar

Pandangan Islam terhadap Bullying

Gangguan Jin Terhadap Korban Bullying
(Kajian Ruqyah Syar'iyyah Tematik)
Oleh :Ustadz Arifuddin S. AG. M. Pd. I

Lanjutan....
Pandangan Islam terhadap Bullying
Islam adalah agama yg sempurna, Islam mengajarkan kepada penganutnya nilai-nilai kemuliaan. Bullying dalam Islam merupakan suatu kezaliman. Islam melarang perilaku kekerasan sebagaimana firman Allah dalam suratAI-Hujurat ayat 11:

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا یَسۡخَرۡ قَوۡمࣱ مِّن قَوۡمٍ عَسَىٰۤ أَن یَكُونُوا۟ خَیۡرࣰا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَاۤءࣱ مِّن نِّسَاۤءٍ عَسَىٰۤ أَن یَكُنَّ خَیۡرࣰا مِّنۡهُنَّۖ وَلَا تَلۡمِزُوۤا۟ أَنفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلۡأَلۡقَـٰبِۖ بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ ٱلۡفُسُوقُ بَعۡدَ ٱلۡإِیمَـٰنِۚ وَمَن لَّمۡ یَتُبۡ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ)
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu Iebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndah kan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Pandangan Ruqyah Terhadap Bullying
Berdasarkan pengalaman penulis selama menerapi kasus bullying terhadap anak sekolah/ pesantren ditemukan beberapa model gejala gangguan anak korban bullying, antara lain:
1. Anak mengalami trauma berkepanjangan.
Gangguan trauma ini adalah gangguan terbesar yang sering dialami oleh anak korban bullying. Trauma mendengar teriakan, langsung histeris ketika mendengar suara orang yang membuIIy-nya, trauma bertemu dengan orang yang membuIIy-nya, dan lain-lain.
2. Dapat menimbulkan kemarahan yang tersembunyi
Kebanyakan anak yang mengalami bullying menyimpan amarah dan dendam. Kalau amarah yang tersimpan ini berlebihan bisa menyebabkan jin masuk dalam tubuh. Kebanyakan kasus ganngguan jin pada anak dibuka dari pintu amarah ini.
3. Trauma menjadi salah satu penyebab gangguan jin
Dari trauma yang berkepanjangan atau berat, atau trauma yang menumpuk bisa meniadi sebab jin masuk dalam tubuh anak. Kasus ini sering kita jumpai di lapangan. Bagaimana seorang anak sekolah menengah kesurupan karena ada jin yang masuk ketika dibully di sekolah dasar. Ada juga orang dewasa yang terkena gangguan jin, akibat dibully keluarganya sewaktu masih kecil, dan lain-lain.
4. Apabila reaksi trauma dibully memunculkan kepribadian yang lebih jahat berarti ada penguasaan jin yang masuk lebih kuat. Reaksi jahat pada anak, akibat bully seperti keinginan membunuh, menyerang, menghancurkan atau berbagai pribadi bengis lainnya menandakan penguasaan jin kuat. Kasus seperti ini harus dilihat terlebih dahulu dari sisi kejiwaan/ psikologis anak.
5. Jika sering terjadi akan memunculkan depresi yang berkepanjangan. Ketika korban bully sudah mengalami depresi, maka gangguan jin sudah meningkat lebih kuat menguasai sisi jiwanya.
6. Dalam banyak kasus, bully bisa menyebabkan seseorang Iebih jahat, keinginan balas dendam yang lebih sadis berdasarkan input dari bisikan, film yang di tontonnya ataupun yang lainnya.
7. Menjadikan perasaan Inferior.
Beberapa kasus bully menyebabkan munculnya perasaan merasa rendah atau kecil dibandingkan yang lainnya, selanjutnya akan muncul sifat minder. Takut berada di kerumunan atau tempat-tempat yang ramai, takut bertemu dengan orang-orang asing dan sebagainya.
8. Apabila pencetus gangguan jin berasal dari gangguan jin nasab yang kontra (sial). Jin bisa berada pada tempat terjadinya bisikan, yaitu telinga, dada, dan kepala. Biasanya korban bully ini lewat bisikan, pikiran atau perasaannya disuruh melakukan sesuatu tinda kan yang negatif. Pada tingkat yang parah, kasus ini sangat berbahaya karena bisa sampai pada tindakan ekstrem, yaitu bunuh diri.
9. Terjadinya bullying menunjukkan fenomena adanya perilaku setan yang terkait dengan tempat yang tidak berkah, penyebaran setan dan setan namimah (mengadu domba).
Tempat-tempat yang tidak islami, banyak dilakukan kemaksiatan, biasanya lebih mudai terjadinya tindakan kekerasan. Termasuk juga waktu-waktu dimana Rasulullah ﷺ mengajarkan sunnah untuk menahan anak-anak keluar rumah saat menjeiang maghrib dan juga sunnah agar menutup pintu-pintu di awal maghrib sambil menyebut nama Allah ﷻ.

Prinsip Bullying
Berdasarkan penjabaran di atas dapat di ambil satu prinsip dari pandangan ruqyah syar'iyyah bahwa bullying adalah kezaliman baik dengan kata, sikap, atau tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan traumatik atau kesedihan saat kejadian, atau pun efek sesudahnya. Untuk mengantisipasi gangguan yang lebih berat, sebaiknya segera dilakukan terapi ruqyah mandiri.
Tindakan bulyying bisa dilakukan orang tua terhadap anak, baik dengan kata-kata, sikap ataupun tindakan kekerasan. Demikian juga bisa terjadi antara guru dengan muridnya, ustadz/ ustadzah dengan santrinya, dan seterusnya. Akan tetapi tidak semua tindakan keras orang tua kepada anaknya atau ustadz/ ustadzah kepada santrinya dianggap bullying. Kolaborasi Gangguan Bullying
Gangguan jin akibat bullying terkadang tidak bersendiri, tetapi gangguan jin itu bisa terhubung dengan gangguan jin jenis lainnya membentuk gangguan baru. Antara lain, akibat dibully seorang anak bisa me|ampiaskan perasaan jengkelnya ke bentuk perbuatan
dosa, seperti main game, nonton film, berfantasi/imaginasi, dan Iain-Iain. Maka akan muncul jenis gangguan baru.
Demikian juga gangguan jin akibat bullying ini bisa berpadu dengan gangguan jin akibat sihir. Biasanya tingkat gangg uannya akan lebih parah, karena sifat sihir yang merusak sistem. Mengapa anak korban bullying ini rentan terkena gangg uan jin model yang lainnya? Karena biasanya akibat bullying ini psikis anak sangat rentan sehingga mudah dimasuki jin. Anak yang terkena bullying kecenderungannya akan muncul marah/ jengkel, sedih, dan takut yang sangat berlebihan. lnilah pintu potensial jin itu menguasai dirinya.
Pengaruh pendidikan dalam keluarga juga bisa menjadi penyebab gangguan jin akibat bullying tambah lebih kompleks. Kebiasaan dalam keluarga dengan pendidikan keras, pendidikan dengan bahasa intruksional bukan dialogis, sering menyalahkan anak dibanding-bandingkan dengan saudara yang Iain/ orang lain, pendidikan dengan kata-kata yang meng-down-kan mental, dan sebagainya. Ini juga bisa menjadi pintu besar, jin menguasai tubuh anak. Demikian juga kebiasaan pendidikan sedikit-sedikit dihukum, sedikit-sedikit diancam.
Biasanya gangguan jin akibat bullying ini kalau diruqyah dengan ruqyah konvensional akan terjadi kesurupan dan kecenderungan respon jinnya adalah menangis, karena mengikuti pribadi yang dimasuki, yaitu sedih. Karena jin itu akan menguasai sesuai karakter kita yang lemah, ketika dibully itu sedih maka kecenderungan kalau diruqyah akan menangis. Kalau akibat dibully marah/ jengkel maka reaksinya juga marah, bentak-bentak, dan Iain-lain. Demikian, kalau akibat dibully itu reaksinya takut, maka reaksi jinnya juga ketakutan.
Bersambung.....
Bagaimana Terapi Ruqyah Syar'iyyah Terhadap Kasus Bullying?
📚Sumber : Majalah Al Umm edisi 9
📮Diedit ulang dan publish oleh Rudi Abu Azka
13.25 | 0 komentar

Gangguan Jin Terhadap Korban Bullying

Gangguan Jin Terhadap Korban Bullying
(Kajian Ruqyah Syar'iyyah Tematik)
Oleh :Ustadz Arifuddin S. AG. M. Pd. I
Istilah Bullying berasa| dari bahasa lnggris. Dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian. Bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Bullying berasal dari kata bully, yang dalam kamus Oxford diartikal sebagai 'seseoranq yanq terbiasa berusaha untuk menyakiti atau mengintimidasi mereka yang mereka anggap rentan. Kasus bully bisa terjadi mulai dari anakanak sampai orang dewasa. Data KPAI mencatat, berdasarkan dari jenjang pendidikan, mayoritas kasus bully terjadi dijenjang SDI sederajat yaitu sebanyak 25 kasus atau mencapai 67%, Jenjang SMP/sederajat sebanyak 5 kasus, jenjang SMA/sederajat sebanyak kasus, dan PerguruanTInggi (PT), sebanyak 1 kasus aan tersebar di puiuhan Kabupaten/Kota di seluruh indonesia)
Dampak bullying sangat besar terhadap psikologi anak. terutama pada anak yang memiliki psikologi 'rentan'. Mereka akan mengalami trauma yang luar biasa dengan berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan orang sekitarnya. Ragam bully bermacam-macam, bisa dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan verbal, dan kekerasan seksual, bahkan ada juga korban kebijakan. Kita sebagai pendidik/orang tua harus memahami gejaIa-gejaia anak didik kita mengalami bully atau tidak, jangan sampai tahu-tahu sudah mengalami dampak yang parah.
Bullying dapat memberikan dampak baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Di antara akibat bagi korban bullying adalah menimbulkan berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur. Masaiah tersebut bisa jadi akan terbawa hingga korban dewasa. Mengalami keluhan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut, dan ketegangan otot. Merasa tidak aman ketika berada di lingkungan sekitar. Mengurangi semangat belajar dan bahkan prestasi menjadi menurun.
Dalam kasus yang langka, korban bullying akan menunjukkan sifat kekerasan, kecemasan, psikosomatis. dan gangguan psikiatri (kejiwaan). Bahkan ada beberapa kasus meragukan keyakinan kepada Allah , seperti pikiran bahwa Allah tidak adil, Allah telah menzalimi dirinya, pada akhirnya meninggalkan ibadah. Ada juga sampai pada tingkat putus asa, karena merasa sendiri dan tidak ada yang bisa menolong, akhirnya amarahnya dilampiaskan dengan melukai diri sendiri. Kejadian-kejadian seperti ini sering kita jumpai pada anak-anak di lingkungan sekolah maupun pesantren.
Berdasarkan pengalaman di lapangan, penulis sudah beberapa kali menjumpai anak-anak korban bullying dengan berbagai dampak yang telah di sebutkan di atas. Oleh karena itu sudah saatnya kita sebagai pendidik/ orang tua mulai membuka mata guna memahami fakta bullying ini.Termasuk keilmuan pendekatan psikologis kepada anak korban bullying agar dampaknya tidak bertambah parah. Karena sering kali penulis melihat beberapa pendidik/ orang tua kurang memahami menangani anak korban buIying, yang berakibat anak korban bullying ini semakin 'tenggelam' dalam traumanya. Di sini penulis ingin menjabarkan keilmuan dan pengalaman penanganan bullying dari pendekatan ruqyah syar'iyyah.
Bersambung.....
📚Sumber : Majalah Al Umm edisi 9
📮Diedit ulang dan publish oleh Rudi Abu Azka
13.23 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung