Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Allah Adalah Sumber Kekuatan

Written By Rudianto on Selasa, 09 Juni 2009 | 09.56


Allah Adalah Sumber Kekuatan


“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, maka terjadilah”. Dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan diwaktu sangkakala di tiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui”.Qs.Al-An’am: [6]:73

Sahabat, kita tercipta dengan diberikan berbagai kelebihan dan kesempurnaan. Tetapi sebagai hamba Allah, kita juga memiliki berbagai kelemahan dan kekurangan. Disamping potensi untuk berbuat kebaikan, pada diri kita juga terdapat potensi yang menjerumuskan kelembah kehinaan.

Disatu sisi kita memiliki fitrah berketuhanan, itulah yang menyebabkan kita rindu untuk mendekatkan (taqarrub) diri kita kepada Allah, tetapi pada sisi yang lain, kita juga memilki hawa nafsu yang cenderung suka mengejar kenikmatan sesaat yang sifatnya rendah yang jika kita turuti akan menjauhkan kita dari Allah.

Hanya Allah tempat segala kesempurnaan dan kebaikan. Sebab memang Dialah segala apapun bermula dan berakhir. Dialah yang maha terpuji yang tidak ada satupun membandingi keterpujian-Nya. Dialah sumber kekuatan yang segala kekuatan apapun bersumber dari kekuatan-Nya. Laa Haulaa wala Quwwata Illa billahil ‘aliyyil ‘adziim”.

Ketahuilah, Saat dimana kita hidup hari ini, adalah kehidupan yang sarat dengan kekhawatiran, kebimbangan dan ketakutan. Jangankan orang-orang yang memang setiap saat selalu dihantam badai kemiskinan dan kenestapaan, orang-orang yang sedang bergelimang kemewahanpun selalu dihantui rasa kekhawatiran dan kecemasan, keduanya merasakan hal sama.

Orang miskin khawatir dan takut menatap masa depan yang menurutnya begitu memberatkan, sementara orang kaya khawatir dan takut bahkan bingung kemana harta mereka akan diselamatkan. Apa yang dapat kita katakan untuk mereka yang hidupnya tak pernah puas dengan keadaan.


******
“ Sesungguhnya, sebagian besar penyebab kegelisahan, kekhawatiran dan kelemahan jiwa adalah karena ketidak mampuan kita menjadikan Allah sebagai sumber kekuatan. Karenanya, mengimani Allah dengan segala atribut yang di milikinya adalah keharusan bagi setiap muslim”

******
09.56 | 0 komentar

Siapa yang tidak ingin Bahagia

Written By Rudianto on Senin, 08 Juni 2009 | 11.12


Siapa yang tidak ingin Bahagia

Bicara tentang kebahagiaan, siapa yang tidak mengharapkannya, semua kita pasti selalu merindukan saat-saat seperti itu datang. Tetapi dimana kita temukan kebahagiaan?, dirumah yang mewahkah?, atau saat kita merasakan berkecukupan?, tetapi adakah manusia yang merasa cukup?. Jangankan kita yang selalu berada dalam kekurangan setiap saat, orang-orang yang sudah bergelimang kemewahanpun ternyata merasakan kekurangan dan terus mengejar dan mencarinya.

Apakah mereka bahagia dengan apa yang sudah dimilikinya?, ternyata tidak selalu benar. Karena tidak sedikit diantara mereka yang bergelimang kemewahan justru selalu dihantui rasa ketakuatan dan kekhawatiran. Bahkan ada yang sibuk mengumpulkan harta, sampai tak sempat menikmatinya.

Ketahuilah sahabat, Bahwa kekayaan itu bukan milik orang yang mengumpulkannya, tetapi miliki orang yang menikmatinya”. Berapa banyak orang yang disibukkan dengan pencarian harta yang tak berkesudahan, tetapi kesibukannya tidak membuatnya sempat menikmati hasilnya. Itulah kenyataan yang kita saksikan.

Jadi kekhawatiran milik semua orang, Jika orang miskin khawatir dan takut menatap masa depan yang begitu memberatkan, sementara orang kaya juga khawatir dan takut bahkan bingung kemana harta mereka akan dihabiskan.
Lantas, apa yang dapat kita katakan untuk mereka yang hidupnya tak pernah puas dengan keadaan. Ada apa sesungguhnya dengan makhluk yang bernama manusia ini ?. Diberi nikmat dia tak pandai bersyukur, di beri cobaan keyakinan hidupnya semakin kabur. Sungguh, kebanyakan kita memang tidak tahu berterimakasih kepada Dzat yang maha memberi.

Buat kita yang meyakini bahwa ada kemudahan setelah datang kesusahan. Janganlah bersedih dengan apa yang telah tiada, janganlah gelisah dengan sesuatu yang belum ada, jangan merasa terhina karena deraan kemiskinan, jangan merasa sepi dalam kesendirian, dan jangan kita merasa papa dalam ketiadaan. Sebab perasaan-perasaan seperti ini hanya akan menumpulkan mata bathin kita tentang kemahabesaran Allah.

Bersandarlah kepada-Nya, adukan nasib diri dengan penuh ketawadhuan, intropeksilah, karena penyebab semua ini sesungguhnya bukan karena Allah tidak berpihak kepada kita, tetapi justru lahir dari kesalahan diri yang begitu banyak melanggar larangan-Nya.

Semoga Allah membuka pintu hati kita agar mampu menemukan hikmah dibalik setiap musibah yang datang. Ketahuilah dibalik setiap musibah yang menyakitkan jika kita bersabar dan bersyukur, tersimpan kebaikan yang begitu banyak.

*****
Jika kehidupan ini membuat kita tertawa sejenak,
maka suatu saat kehidupan akan membuat kita menangis.
Kenikmatan sekejap akan datang kedukaan yang panjang.
*****
11.12 | 0 komentar

Terapi Problematika Hati

Written By Rudianto on Minggu, 07 Juni 2009 | 11.47


Terapi Problematika Hati

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbih dengan memuji Tuhanmu ketika kamu berdiri”.(Qs. Ath-Thur [52 ]: 48).

Dalam dekapan masalah yang begitu berat menghimpit, terkadang hati kecil sering lirih berujar; “Ya Allah hanya untuk inikah Engkau menciptakan aku, entah berapa kali pintaku terucap diringi linangan air mata yang kerap mengalir. Entah sudah berapa kali diri ini berharap akan datangnya perubahan dalam perbaikan, tetapi kenapa belum juga Engkau bukakan kepadaku pintu kemudahan, sehingga aku dapat merasakan seperti yang dirasakan orang lain”, apalah artinya aku hidup jika selalu didera kemalangan yang berkepanjangan”

Mungkin ungkapan itu terlontar karena kita belum membaca nasehat Rasulullah SAW ketika kita ditimpa musibah. Sebuah hadits yang diriwayatjkan oleh Bukhari dan muslim, Rasulullah bersabda:

“Janganlah seseorang dari kamu mengharapkan mati disebabkan oleh penderitaan yang menimpa padanya, maka apabila keadaan memaksa, maka berdoalah: ya Allah lanjutkanlah hidupku ini , selama hidup ini lebih baik bagiku. Dan segerakanlah matikan diriku ini, apabila mati itu lebih baik bagi ku” (muttafaq alaih)

Sahabat, Jika kita merasa kemiskinan, kekurangan hidup, sulitnya mencari nafkah dan belum datangnya jodoh adalah musibah. Maka sesungguhnya kekayaan, kemewahan, kebersamaan bahkan kepopuleran adalah musibah bagi orang-orang yang tidak mampu menjaganya. Bahkan semuanya itu adalah pintu datangnya kehinaan bagi mereka yang tak mampu bersabar dalam kenikmatan..

Sesungguhnya jika saja kita mau membandingkan tentang musibah yang kita derita dengan pemberian Allah yang tak terhingga, pasti hati kita diselimuti pujian kepada-Nya, mulut kita tak henti-hentinya melantunkan syukur.

Bahkan jika kita membuka mata bathin kita untuk menatap kemahabesaran Allah. Sungguh rasanya malu kita kepada Allah, ketika musibah datang kita mengemis kasih Allah.Agar Dia merubah penderitaan kita menjadi kebahagiaan, tetapi ketika kebahagiaan itu telah kita raih, tidak jarang kita memperlihatkan ketidak syukuran. Terkadang, betapa kita menjadi manusia yang tak tahu berbalas budi.

Sahabat, Kehidupan yang kita jalani adalah proses perjuangan yang tak pernah henti. Ada saat dimana kebahagiaan begitu akrab menemani, tetapi disaat yang lain penderitaan begitu senang bersemayam didalam hati. Sungguh, dua keadaan ini memerlukan kekuatan agar kita tetap bertahan pada kebenaran. Jika kita tidak memiliki kekuatan maka bukan saja kehidupan akan terasa menyulitkan, tetapi hari demi hari akan selalu dihinggapi rasa ketakutan.

*****
Jika kita merasa kemiskinan, kekurangan hidup, sulitnya mencari nafkah dan belum datangnya jodoh adalah musibah. Maka sesungguhnya kekayaan, kemewahan, kebersamaan, bahkan kepopuleran adalah musibah bagi orang-orang yang tidak mampu menjaganya.
11.47 | 0 komentar

Dunia Adalah Negeri Cobaan

Written By Rudianto on Sabtu, 06 Juni 2009 | 09.19


Dunia Adalah Negeri Cobaan

Renungkan dengan dalam tentang dunia ini yang memang merupakan negeri cobaan. Dan harus di akui, kita terlahir memang sebagai makhluk yang di selimuti ragam permasalahan. Sementara tabiat dasar manusia sendiri itu tidak pernah puas. Ketika di beri kenikmatan, ia lalai dan tidak bersyukur. Saat di beri kesulitan, ia kerap sedih dan merasa gundah gulana, sehingga pikirannya di balut serpihan-serpihan kusam.

Seorang alim, Abul Faraj Ibnu Al-Jauzi mengatakan: ‘ Seandainya dunia ini bukanlah negeri cobaan, tentu tak akan ada penyakit dan hal-hal yang terlalu kelam. Tidak ada kesempitan hidup seperti dirasakan oleh para nabi dan orang-orang terbaik. Namun ternyata Adam harus mengalami ujian berat sampai beliau tinggal di dunia. Nabi Nuh harus menangis 300 tahun dan meratapi berbagai musibah. Nabi Ya’qub menangis hingga matanya buta. Nabi Musa harus menderita menghadapi firaun yang durjana. Nabi Isa as tidak punya tempat berteduh serta hidup serba kekurangan. Dan Nabi Muhammad harus mendapat cercaan yang menyakitkan menghadapi ummatnya sampai beliau harus hijrah ke Madinah.

Itulah sekelumit contoh tentang sejarah “penderitaan” panjang yang memang akan selalu hadir di setiap kesempatan dan keadaan. Itulah karakter dunia yang penuh dengan beragam kesulitan dan kita harus terus berjuang untuk melepaskan penderitaan itu sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.

Hadirkan sikap sabar dan keyakinan yang kuat dalam menapaki setiap episode hidup. Terutama ketika musibah itu datang. Selain itu ketahuilah, karakter musibah itu sendiri merupakan ketentuan yang pasti didatangkan Allah kepada setiap manusia. Pemahaman yang benar tentang hakekat musibah akan mampu menahan tekanan penderitaan yang kita alami.

Sesungguhnya keyakinan seorang hamba Allah, bahwa kemenangan dapat dicapai dengan sikap sabar, bahwa setelah penderitaan akan datang kebahagiaan, bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan, semuanya itu akan menambah kekuatan dalam mengahadapi setiap penderitaan yang datang.

Marilah kita renungkan hikmah di balik musibah yang datang. Abdul Hamid Al-Bilali dalam bukunya ‘Ta’mulaat Ba’d al Fajr mengatakan; bahwa musibah itu disamping sebagai sebuah peringatan dari Allah atas suatu kesalahan juga merupakan terapi kesadaran.

Catatlah dalam ingatan kita, tentang beberapa hal yang merupakan bagian hikmah, kenapa musibah itu datang.
•Agar keimanan kita bertambah, bahwa yang tidak menimpanya tidak akan mencelakainya, dan apa yang menimpanya tidak akan luput dan bahkan segala sesuatu itu ada ukuran takdirnya.
•Untuk mengembalikan hamba kepada Tuhan-nya, menambah kedekatan kepada-Nya, agar dia terjauh dari kondisi keterasinganyang di lalui bersama-Nya
•Sebagai penegasan terhadap kekuasaan Allah dan penegasan terhadap kelemahan manusia yang pada hakikatnya sangat membutuhkan Allah penciptanya.
•Sebagai anjuran kepada orang yang selamat agar segera melakukan ama kebaikan sebelum datang goncangan azab yang akan membinasakan segala sesuatu.
•Untuk menambah kepekaan perasaan terhadap kematian dan sekaligus melihat nya, kemudian dia diselamatkan darinya seakan-akan di dilahirkan kembali untuk mengarungi kehidupan, lalu menggapai apa yang menjadi harapannnya.
•Untuk meruntuhkan dominasi keduniaan dengan segala yang ada di dalamnya dari paandangan orang yang tertimpa musibah itu.
•Agar menjadi pelajaran bagi orang byang selalu bergelimang dalam Lumpur kemaksiatan, bahwa Allah Mahakuasa untuk mengazab kapanpun saat yang dikehendaki-Nya.

Itulah beberapa hal yang patut kita ketahui sebagai sebuah terapi dini untuk menghadapi berbagai musibah yang datang. Disamping itu tentu saja keyakinan bahwa Allah yang mengadirkan segalanya harus tertanam juga di dalam hati kita.

Info: Alhamdulillah Materi Renungan-renungan yang telah dipublikasikan kini dapat disimak d Streaming Radio Nurisfm di http://nurisfm.listen2myradio.com/ atau di Winamp Anda bisa masukan URL http://95.154.211.189:36810 atau di http://nurisfm.blogspot.com/ Dalam acara LIVE setiap hari Sabtu Malam Ahad jam 20.30-23.30 WIB.
09.19 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung