Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Kepahlawanan Ali Bin Abi Thalib dalam Perang Khaibar

Written By Rudianto on Senin, 11 Februari 2013 | 10.01


Sebuah film yang bertajuk Al Nebras, atau pelita cahaya yang menerangi kegelapan.Berupa kisah hidup secara ringkas tentang Imam Ali(as).

Rasulullah(sawa)bersabda:  “Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang ingin memasuki kota ilmu maka datanglah pada pintunya.”
Film ini melukiskan kepahlawanan Imam Ali bin Abi Thalib (as) dalam perang Khandaq, dan pernyataan Rasulullah saw tentang keutamaan pukulan pedang Dzul Fiqar di dalamnya. 

 
10.01 | 1 komentar

FILM KISAH NABI IBRAHIM AS (edisi baru)

Written By Rudianto on Sabtu, 09 Februari 2013 | 20.36



Film ini mengisahkan perjuangan dakwah Nabi Ibrahim yang menghadapi Raja Namrud yang membakarnya dan diselamatkan oleh Allah SWT kemudian hijrah ke tanah Palestina (Kan’an). Dan salah satu dari istri beliau yaitu Siti Sarah cemburu melihat beliau yang terlihat lebih sayang ke istri lainnya yaitu Siti Hajar karena mendapatkan keturunan yaitu Nabi Ismail, sehingga ALLAH memerintahkan agar beliau membawa Siti Hajar ke tanah Hijaz (Mekkah).

Setelah sampai ke daerah Mekkah, Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di padang tandus dan berdoa agar diberkati. Setelah sepeninggalnya, Siti Hajar yang melihat anaknya kehausan lalu berlari-lari mencari air dari bukit Safa dan Marwa dan atas izin ALLAH memancarlah air zam-zam dari kaki Nabi Ismail. Film ini diakhiri dengan diperintahkannya Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail kemudian membangun Ka’bah yang menjadi kiblat umat islam sekarang. Selengkapnya Saksikan dalam Film ini….

Catatan : Dalam edisi film ini wajah pemeran para  Nabi dibuat bercahaya sehingg tidak menampakan sosok/wajah atau rupa. 
20.36 | 1 komentar

Ikhlas, Jiwa Sebuah Amal

Written By Rudianto on Rabu, 06 Februari 2013 | 18.16

Seorang yang beramal dengan bekerja keras, rajin, jujur dalam suatu perusahaan pasti menghasilkan karya dahsyat. Perusahaan atau lembaga tempat bekerja akan maju dan tersohor. Demikian bidang pendidikan, dakwah dan ibadah jika dipimpin seorang yang ikhlas. Keikhlasan, adalah jiwa, motor penggerak dan dinamika yang efektif dalam mengembangkan lsesuatu. embaga Bahkan bidang ibadah mahdhah atau yang muta’adi ila al-nas ( social ), justru ikhlas menjadi syarat sahnya suatu ibadah. Seorang mushalli ( yang salat ), tapi tidak ikhlas, maka peranan salatnya tidak lebih dari sekedar olahraga. Shaim ( yang berpuasa ) yang tidak berniat ikhlas menjiwai, tak lebih puasanya hanya berperanan sekedar diet. Haji yang tidak berniat ikhlas karena Allah semata, tak lebih peranannya sebagai piknik. Dan demikian amalan yang dikerjakan. .Apa makna ikhlas dalam kehidupan ?.

Makna:Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ikhlas berarti (1) Hati yang bersih. (2) Jujur dan tulus hati memberi pertolongan kepada sesuatu. (3) Merelakan kepergiannya. Atau merelakan misalnya tanahnya dipakai untuk pembangunan rumah sakit dsb. (322).

Dalam Kamus Bahasa Arab, ikhlas berarti “ Membersihkan dan memurnikan sesuatu”. Artinya, sesuatu yang tidak mempunyai campuran. ( Maqayis,327 ).

Dari dua Kamus standar tersebut, baik bahasa aslinya Arab, maupun yang ditransfer, diketahui, bahwa ikhlas yaitu melakukan sesuatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh, bersih dari sesuatu kepentingan lain. Sebab itu Surah Ikhlas dalam Al-Quran disebut Ikhlas, karena menjelaskan, bahwa Tuhan itu Esa, tidak beranak, tidak diberanakkan, serta tidak ada sekutu yang membantunya. ( Murni diriNya sendiri ).

Dengan demikian, bekerja dengan ikhlas adalah konsentrasi pengabdian dengan tulus, pada tempatnya bekerja. Dilakukan dengan tekun dan rajin tanpa mengutamakan naik turunnya gaji. Demikian orang yang mushalli, murni mengabdi untuk Allah semata, baik didepan umum atau sendirian. Sesuai pernyataan Al-Quran “ Wama umiru illa liya’bud Allah mukhlishin ” ( Dan tiadalah mereka diperintahkan, kecuali untuk mengabdi kepada Allah dengan ikhlas) (QS.98:5).

Pada ayat lain (artinya) “ Dan tiadalah Aku menciptakan bangsa Jin dan Manusia, kecuali agar supaya, seluruh aktivitasnya difokuskan dalam rangka untuk mengabdi kepadaKu ( Liya’budun ) (QS.5l:56). Dan sebagainya.

Melatih keikhlasan:
Dalam menghadapi berbagai pengaruh syahwat keduniaan, seperti wanita, harta dan tahta, Islam memorioritaskan keikhlasan. Dilatih minimal lima kali sehari semalam dalam salat. . Keikhlasan beramal adalah jiwa dari suatu ibadah. Sebelum kita membaca Fatiha dalam salat diharuskan lebih dahulu membaca doa Iftitah “ Inna shalati wa nusuki, wa mahyaya wa mamati lillah rabb al ‘alamin ( Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku, dilakukan hanya karena Allah semata, Tuhan sekalian alam (QS.6:l62). Mirip acara tujuh belasan bagi PNS di Indonesia yang diperintahkan membaca ikrar Korpri, sehingga mengingat tugasnya sebagai PNS yang harus tetap setia dan loyal kepada Negara RI dan Pancasila.

Hikmah mengulanmgi doa iftitah pada setiap salat, agar seorang mushalli selalu ingat bahwa dirinya mengabdi dengan ikhlas, karena Allah semata. Dan itulah tujuan pengabdian yang harus dicapai seorang hamba. Artinya, seseorang yang aktif dalam profesinya, apakah sebagai pedagang, karyawan atau guru harus meyakini, fokus utama dan tujuan terakhirnya adalah “ Berbakti kepada Allah semata ”. Yang lain hanyalah sasaran antara. Karena Tuhanlah segala-galanya. Memberikan, apa yang kita punyai sekarang. Akal, rezeki, sehat dan umur.

Amal ikhlas sekalipun hanya sedikit tapi rutin, jauh lebih baik dari amal banyak, tapi hanya temporer. (Al-qalil al- qarra afdhalu min al-katsir al-farra).

Amal yang tidak ikhlas itu sia-sia belaka. Dikemukakan dalam sebuah hadis “Sesungguhnya semua amal harus disertai dengan niat, dan penilaian sesuatu pekerjaan sesuai yang telah diniatkan. “ Barangsiapa yang ikut berhijrah karena Allah dan rasulnya, maka penilaiannya berhijrah untuk Allah dan rasulnya. Barangsiapa yang berhijrah dengan motivasi untuk kepentingan dunia, maka ia akan memerolehnya. Atau jika motivasi karena kepentingan wanita, maka ia akan mengawininya Pokok penilaian menurut Sunnah, “ hijrah itu sesuai motivasi yang melakukannya ” ( HR. Bukhari Muslim ).

Amal yang tidak ikhlas digambarkan dalam Al-Quran “ Laksana orang yang menanam padi pada sebuah batu besar, diatasnya terdapat sedikit onggokan pasir. Pada pasir itulah menanam padi. Padinya dapat tumbuh namun setelah turun hujan lebat, bersamaan angin kencang, maka terbanglah semua bibit padi, bersama pasirnya diatas batu ” (QS. 2:264). Betapa ruginya seseorang yang beramal dengan riya’ atau bukan karena Allah. Tetapi tujuannya semata untuk dipamerkan kepada sesama manusia. Atau tujuannya semata untuk kepentingan memperoleh harta atau pujian dari sesama manusia.

Perdayaan setan :Seorang Hukama berpendapat, ketika setan dilaknat Tuhan karena sombong dan enggan sujud kepada Adam, ia berjanji biarlah saya dikutuk, “ tapi saya akan perdayakan seluruh hamba-hambaMu, kecuali yang Ikhlas “ (QS.15 :4O ).

Perdayaan setan kepada manusia ada 3 kategori.
Pertama, yang imannya tipis ( sedang ) saya perdayakan dengan mencampur imannya dengan perbuatan haram.

Kedua, yang imannya meningkat ( baik ) saya perdayakan dengan mencampur imannya dengan perbuatan makruh dan sia-sia.

Ketiga, yang imannya tingkat tinggi ( sangat baik ), saya perdayakan imannya yang tinggi dengan suntikkan ‘ujub ( kagumi amal ibadahnya ) sehingga hasilnya terkontaminasi menjadi amal cacat.

Demikianlah cara setan menggoda manusia. Mulanya mengajak kepada yang haram untuk golongan awam, mengajak melakukan yang makruh, kepada golongan menengah, kemudian mengajak golongan yang kuat imannya, agar menjadi ‘ujub ( kagumi amalnya ), sehingga semuanya menjadi cacat.

Alhasil, ikhlas itu mutlak menjiwai hidup kita. Sesuai pengakuan setan sendiri, kecuali hamba Allah yang ikhlas, yang tidak mampu saya perdayakan. Sedang muslim yang mukhlis, menurut Al-Quran, “ Beramal; bukan mengharapkan balasan dunia, dan ucapan terima kasih ( pujian ). Wa Allahu a’lam.
18.16 | 0 komentar

Hasad, membakar Amal Shaleh

Written By Rudianto on Minggu, 03 Februari 2013 | 23.32

Dalam dunia modern, sebagian masyarakat menilai bahwa yang terlihat bahagia ialah yang punya harta, pangkat dan ilmu. Akibatnya orang memburu harta berlebihan.Mulanya hanya mencari sesuap nasi untuk dimakan sehari, lama-lama meningkat persiapan satu minggu, satu bulan dan akhirnya satu tahun.Bahkan ada yang memperpersiapkan untuk tiga sampai tujuh turunan. Disamping memburu harta, juga sebagian masyarakat memburu pangkat, kalau perlu dibayar mahal, karena ujung-ujungnya setelah berpangkat, gampang memperoleh fasilitas, berupa kendaraan, perumahan dan uang jalan jika bepergian.Alias memperoleh harta yang banyak. Demikian juga ilmu, pada mulanya hanya asal tammat SMA atau cukup titel BA pada tahun 6O-an, meningkat Drs, meningkat lagi Master,dan akhirnya sampai titel Doktor, sekalipun bukan berprofesi Dosen. Pokoknya, titel tertinggi bidang akademi. Akibatnya, banyak orang membeli titel Doktor dengan bayaran puluhan juta, dan disandangnya dengan asyik, sekalipun masyarakat mengetahuinya. Mereka anggap titel kesarjanaan itu ujung-ujungnya juga untuk harta, karena gampang memperoleh jabatan, sekalipun syarat menjadi Presiden di Indonesia yang ditetapkan DPR, cukup SLA.

Sebagai kenyataan fasilitas yang banyak hanya dinikmati orang yang berharta. Maka timbul persepsi sebahagian masyarakat, bahwa orang yang berharta masa kini, umumnya adalah hasil penyimpangan. Apalagi jika membandingkan filsafat sungai yang banjir, pasti menghasilkan air keruh bahkan terkadang ada bangkai.Maka timbullah hasad (iri hati dan benci) kepada orang yang berharta. Bahkan diantara yang hasad, ada yang meningkat mendoakan agar celaka (Na’udzu Billah)..

Karena kita seorang muslim yang akhlaknya menyempurnakan semua bentuk akhlak yang pernah ada (“Liutammima makarim al-akhlaq”), maka hendaknya kita kembali kepada ajaran dasar Islam, bagaimana model akhlak Islam itu ?.

Dilarang berprasangka buruk :Diantara sekian Akhlak, dilarang Suu zhann (prasangka buruk). Dalam Alquran diperingati :”Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.Sukakah salah seorang diantara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati ?.Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah Tuhan Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS.49:12).

Untuk membendung datangnya prasangka negatif itu maka dalam Islam, tidak dibenarkan mengadukan seseorang yang sedang berzina, tanpa disaksikan empat orang saksi yang melihat dengan matakepalanya dan transparan (maaf) persis pedang yang di masukkan ke dalam sarungnya. Bahkan hukum bisa berbalik kepada si pengadu menjadi dia yang harus dicambuk, bilamana kesaksian itu cuma samar-samar. (Nau’dzu billah), hampir mustahil dapat menyaksikan orang yang sedang berzina, delapan mata melihat secara transparan Alquran menjelaskan : “Dan orang-orang yang menuduh wanita baik-baik berbuat zina,dan tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya.(QS.24:4).Menurut sebagian mufasir, yang disebut wanita baik-baik ialah wanita yang suci, akil balig dan muslimah. Dan dapat dikiaskan semua tuduhan yang bernilai dosa besar, seperti mencuri.

Mengenai kebiasaan seseorang yang hasad (dengki) dalam ayat lain diperingati, : “Apakah mereka dengki kepada manusia lantaran memperoleh karunia yang diberikan Allah kepadanya ? “.(QS.4:54).

Dari dua ayat tersebut dipahami bahwa hakekatnya karunia, harta dan pangkat yang Allah berikan kepada hambanya, kita dilarang hasad, irihati, cemburu dan berprasangka yang buruk (Suu zhann), kecuali ada bukti dan fakta yang transparan, itupun harus diselesaikan melalui pengadilan.Ajaran dasar Islam ialah melengkapi budi pekerti yang pernah ada.

Irihati kepada karunia Allah itu, artinya sama halnya memperotes kebjaksanaan Allah, sehingga dalam Hadis Qudsi dinyatakan “ Barangsiapa yang tidak menerima takdir (kadha dan kadar) yang saya berikan kepada hambaKu, maka hendaklah ia keluar dari bumi dan langitKu, dan mencari Tuhan selain saya “.

Menggeneralisasi sebuah profesi, bahwa profesi itu semuanya jahat adalah hal yang tidak obyektif, karena disamping hal itu tidak dapat dibuktikan, juga kenyataan dalam filasafat hidup, ketika kita membakar kerumunan semut, setelah ditinggalkan, ternyata tidak semuanya mati. Demikian ketika sebuah pesawat terbang jatuh, ternyata penumpangnya masih ada yang hidup.
Oleh sebab itu ajaran dasar Islam yang akhlaknya mengungguli akhlak yang pernah ada, melarang keras berprasangka buruk kepada saudaranya, bahkan disamakan memakan bangkai binatang. Demikian cemburu dan irihati terhadap kemuliaan yang Allah berikan kepada seseorang, mengancam rusaknya akidah karena sama halnya memperotes kebijakan Tuhan yang diancam, hendaknya keluar dari bumi dan langit Allah serta mencari Tuhan lain selain Allah.

Menghanguskan amal saleh:Nabi pernah bersabda : “ Jauhilah berprasangka (negatif), karena sesungguhnya berprasangka itu adalah perbuatan dan perkataan yang paling dusta, bahkan orang mukmin sebaiknya mereka berkasih-kasihan, karena mereka adalah bersaudara. (HR.Bukhari-Muslim).

Kemudian pada hadis lain lebih tegas lagi dikatakan : “Hendaklah kalian menjauhi sifat Hasad (irihati), karena sesungguhnya Hasad itu membakar dan menghapuskan amal saleh, persis api membakar kayu yang kering (HR.Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Berdasarkan Hadis diatas, maka hendaknya kita sadari betapa ruginya seorang muslim jika suka menghabiskan umurnya dengan beramal ikhlas dari kecil sampai masa tuanya, namun tiba-tiba amal yang dikumpulkan itu akan hangus terbakar oleh ulahnya sendiri, karena suka berprasangka, irihati dan cemburu kepada orang lain yang memperoleh harta atau pangkat yang Allah telah berikan kepadanya.

Itu sebabnya wirid yang kita baca setiap salat Magrib dan Subuh,”Tu’til mulka man tasyau watuizzu man tasyau,dst.”( Engkaulah ya Allah yang memberikan pangkat dan kemuliaan kepada orang yang Engkau kehendaki…Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Akhirnya, marilah kita semua berusaha menjauhi prasangka negatif terhadap seseorang, apalagi, jika meningkat menjadi kecemburuan sosial terhadap karunia Tuhan yang diberikan kepada hambanya. Sedang satu-satunya kecemburuan yang dibolehkan dilakukan kepada saudara kita, hanyalah bidang ibadah, misalnya mengapa dia bisa melakukan salat Tahajjud, banyak bersedekah dan berbuat kebaikan, lalu kita cemburu untuk berusaha menirunya. Adapun metode terbaik agar kecemburuan itu hilang dalam diri, menurut ajaran Nabi, pertama, selalu mensyukuri apa Allah telah berikan..Barangsiapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, niscaya ia tidak mampu mensyukuri yang banyak. Kedua, Unzhuru ila man asfalikum (Lihatlah kepada yang dibawahmu dan janganlah melihat yang diatasmu). Kedua resef ini jika diamalkan, insya Allah Suun zhan akan menjauh dan ketenangan hidup akan datang. Kita sayang kepada amal yang susah payah kita kumpulkan sejak kecil, jangan sampai terbakar karena jengkel melihat orang lain. Wallahu a’lam. bawah.
23.32 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung