Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

INI AKU ATAU BUKAN

Written By Rudianto on Kamis, 01 Desember 2016 | 21.55

Imam Suyuthi dalam Buku beliau, Luqath Al Marjan Fil Ahkam Al Jan (hal.178, terjemahan), mengutip sebuah kisah unik. Tentang seorang penyair yang sedang menempuh safar.

Ditengah perjalanan tersebut, tiba-tiba hujan turun, mata beliau tertuju pada sebuah tenda. Beliau melangkah dan mendekati tenda tersebut. Ternyata ada seorang kakek yang berteduh dalam tenda tersebut.

Terjadilah dialog diantara mereka berdoa, sang penyair dan sang kakek.

Kakek itu berkata     : “ Kemana tujuan perjalananmu?”

Penyair            : “Aku hendak menemui Qais bin Ma’di Karib.”

Kakek        : “ Aku tahu, bahwa engkau telah memujinya dengan syair yang engkau buat.”

Penyair        : “Betul”

Kakek            : “ Bacakanlah syairmu itu”

Penyair            : “Samiyah pergi di waktu pagi dengan membawa bebannya, kemarahanku atas     kamu, maka apa yang akan kamu katakan?”

Kakek            : “ Cukup. Apakah bait ini engkau yang telah menyusunya?”

Penyair            : “Iya, dan aku tidak pernah membuat syair lagi kecuali 1 bait”

Kakek            : “ Siapakah Samiyah yang engkau maksud dalam syair itu?”

Penyair            : “ Aku tidak tahu, akan tetapi nama itu yang terlontar dalam ketakutanku, dan aku menganggapnya baik dan tepat untuk syair ini.”

Kakek            : “ Wahai Samiyah, keluarlah kamu.”

Maka keluarlah seorang pembantu wanita buruk rupa dan dia berkata : “apa yang engkau inginkan wahai Tuan?.”

Kakek tsb menjawab, : “ Samiyah bacakanlah syair yang kubuat dimana aku memuji Qais bin Ma’di Karib, dan aku nisbahkan kepada namamu.”

Lalu Samiyah membacakan syair yang isinya sama persis dengan syair yang telah dibuat sang Penyair, tanpa ditambahkan atau dikurangi.

Diakhir cerita itu, sang kakek memperkenalkan dirinya dengan kalimat :”
Aku Bashir, aku adalah temanmu yang telah memberikan syair kepadamu melalui lidah kamu.

Imam Suyuthi meletakkan kisah ini di bab Syetan Membuat Syair Melalui Lidah Penyair



Dalam riwayat yang lengkap, dalam Syarh Diiwaan Al A’syaa karangan Al-Ahdy, dia berkata, meriwayatkan dari Al-A’syaa, bahwa dia berkata, “Aku pergi untuk menemui Qais bin Ma’di Yarkib di Hadhramaut. Tak seberapa jauh memasuki wilayah Yaman, aku tersesat jalan. Pada saat bersamaan turun hujan. Kuedarkan pandangan kesana-kemari, dan mataku tertuju ke sebuah kemah dari kain wool. Maka aku menghampirinya. Aku berhadapan dengan lelaki tua di pintu kemah. Aku mengucapkan salam dan dia menjawab salamku. Aku memasukan untaku ke salah satu bilik di dalam kemah, tak jauh dari pintu tempat duduknya Ielaki tua itu.

"Tambatkan untamu dan beristirahatlah," kata pak tua itu.

Aku menambatkan untaku dan dia menyodorkan sesuatu sebagai tempat dudukku. Satelah aku duduk, dia bertanya, “Dari mana asalmu dan hendak ke mana engkau pergi?‘

Aku menjawab, "Namaku Al-A’sya."

“Semoga Allah memberikan panjang umur kepadamu"’ katanya.

“Aku hendak pergi menemui Qais bin Ma'di Yakrib," kataku.

Dia berkata, "Kukira engkau akan memujinya dengan syair.‘

"Memang begitu" kataku.

“Kalau begitu Iantunkanlah,’ katanya.

Maka aku mulai melantunkan,
Sumayah pergi pada pagi hari memanggul bawaan berupa amarahku kepadamu dan kau tak kuasa menggantinya .

“Cukup. Apakah ini merupakan syair ciptaanmu sendiri?" kata pak tua.

'Ya dan hanya satu bait itulah  syair yang kulantunkan.” kataku.

“Siapa Sumayah yang engkau sebutkan?”

“Aku juga  tidak mengenalnya siapa dia. Tapi itu merupakan nama yang amat berkesan dihatiku dan Aku menganggapnya baik, sehingga Aku menisbatkan katanya."

Maka keluarlah seorang gadis dan berdiri dipintu, Seraya bertanya, "Ada apa ayah?"

Lantunkan bait syair  bagi pamanmu ini, bagaimana engkau memuji Qais bin Ma'di Yarkib. Sebagaimana engkau  telah menisbatkan bagian awalnnya  kepada disini."

Gadis itu berdiri tegak dan melantunkan syair dari awal hingga akhir tanpa ada satu huruf pun yang terlewatkan. Setelah menyelesaikannya, Pak tua berkata, “Sekarang kembalilah.” Maka dia pun kembali lagi. ‘

“Adakah hal lain yang dapat engkau katakan?” tanya pak tua kepadaku.

“Ya ada. Dulu aku dan anak pamanku suka menyindir. Suatu hari dia menyerangku, lalu aku ganti menyerangnya,” kataku.

“Lalu apa yang engkau katakan?” tanya pak tua.

“Aku mengucapkan bait syair yang bagian awalnya,
Tinggalkan Hurairah karena unta telah berIaIu
tapi apakah engkau mampu mengucap kata perpisahan?

“Cukup,” kata pak tua. Lalu dia berkata lagi, “Siapakah Hurairah yang engkau nasabkan itu?”

“Aku tidak tahu. Kurasakan seperti yang kurasakan ketika menyebut nama Sumayyah,” kataku.

Pak tua berseru, “Wahai Hurairah.”

Maka keluarlah seorang gadis yang umurnya sebaya dengan gadis pertama. Pak tua berkata, “Lantunkan bait syair bagi pamanmu ini, yang dengannya engkau menyerang Abu Tsabit Yazid bin Mahar.”

Maka gadis itu melantunkan syair dari awal hingga akhir, tanpa ada satu huruf pun yang tercecer. Tiba-tiba tanganku menjadi lemas dan aku hampir pingsan oleh sambaran petir. Ketika melihat keadaanku, pak tua berkata, “Tunggu sampai engkau sadar kernbali. Aku adalah Hasik Mishak bin Utsatsah, jin yang membuat lisanmu melantunkan syair tadi. Setelah keadaanku normal kembali dan hujan sudah berhenti, aku bertanya, “Tunjukkan aku jalan yang harus kulalui.”

Maka pak tua menunjukkan jalan yang harus kulewati. Dia berkata, “Janganlah engkau menyimpang ke kanan atau ke kiri hingga engkau bertemu kampung yang dihuni Qais.”

Waki’ mentakhrij di dalam AI-Ghurur dari Jarir bin Abdullah Al-Bajly, dia berkata, “Semasa Jahiliyah aku melakukan perjalanan jauh. Suatu malam aku menghampiri untaku untuk memberinya minum. Aku menuntunnya, tapi ia tidak mau mengayunkan kaki. Karena sudah dekat dengan mata air, aku mengikatnya, lalu aku berjalan ke mata air. Ternyata di sana ada beberapa orang yang buruk rupanya berada di mata air. Aku duduk menunggu. Saat itu ada seseorang yang rupanya lebih buruk dari mereka, datang kearah mereka. Mereka pun berkata, “Dia adalah seorang penyair.” Lalu mereka berkata kepadanya, “Hai Fulan, lantunkan syair kepada orang ini, karena dia seorang tamu.”
Maka orang itu melantunkan syair, Tiggalkan Hurairah setelah air berjalan Iancar yang tidak jatuh ke salah satu rumah pun yang ada.

Aku bertanya, “Siapa yang menciptakan syair ini?” Orang itu menjawab, “Aku sendiri.”

Aku berkata, “Sekiranya engkau tidak mengatakannya sekarang ini, aku juga akan mengabarkan kepadamu bahwa awal tahun ini A'sya bin Qais bin Tsa’labah pernah mengucapkannya di Najran.”

“Engkau benar, karena akulah yang meletakkan syair ini di atas lidahnya. Namaku Mishak. Syair yang pernah diucapkan seorang penyair di hadapan Maimun bin Qais tidak akan hilang begitu saja.”

Di dalam Mushannaf Abdurrazzaq bin Ma’mar disebutkan dari seseorang yang pemah mendengar Al-Hasan berkata, “Sesungguhnya jika seseorang sedang berdiri ketika shalat lalu dia menoleh, maka syetanlah yang telah menggerakkan lehernya.”

Di dalam An-Nihaayah karangan Ibnu Al-Atsiir disebutkan bahwa Al-Khaita’ur adalah nama syetan.

Di dalam majmu’ yang berjudul AI-Mukhtaar disebutkan perkataan Abu Hidrisy, “Al-Khaita’ur adalah salah satu dari Bani Asy-Syaishaban. Ada yang berkata, ia termasuk jin yang bertempat tinggal di muka bumi bersama anak Adam dan juga beriman kepada Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Al-Hakim mentakhrij di dalam Nawaadir Al-Ushuul, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap jiwa didampingi syetan yang bemama Al-Lahwu. Syetan ini membuat jiwa membayangkan dirinya naik ke langit, lalu bembah menjadi mimpi yang dibenarkan.” (As-Suyuthy menyebutkannya di dalam AI-Jaami ' Al-Kabiir, 1/871, dan At-Tirmidzy Menisbatkannya kepada Al-Hakim sebagai hadits mursal).

Ibnu Jarir mentakhrij dari Ubaid, dia berkata, .“Adh-Dhahhak pemah ditanya, “Apakah syetan itu mempunyai sayap?” Maka dia menjawab,

"Bagaimana mereka dapat terbang ke langit jika mereka tidak punya sayap?

Dari kisah ini bisa kita ambil pelajaran, benar lah firman Alloh dalam surah al An’am : 112

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا    ؕ  وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ
Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan. [QS. Al-An'am: Ayat 112]

Syetan membisikan sesuatu dalam diri manusia. Dengan bisikan itu, jin itu terlibat dalam kehidupan manusia.

Bisikan itu tidak hanya berupa was-was tetapi ide, gagasan, inspirasi, cara bersikap, cara mengambil keputusan dan lain-lain. Mereka berusaha melibatkan diri didalamnya.

Apa tujuannya?
Tidak lain agar kita terjerumus dalam kesalahan dan dosa.

Oleh Karena itu mari kita perhatikan dengan seksama lintasan hati kita, kalimat yang terlontar dari lisan dan  sikap kita pada orang lain, keputusan-keputusan penting dalam diri kita, tindakan-tindakan yang kita ambil. Dan seterusnya.

Karena mungkin pada sebagiannya, jin terlibat dalam pembicaraan dan sikap tsb. Atau memberikan ide ttg ucapan atau sikap yang akan kita lakukan.

Dengan demikain, akhirnya kita bisa memahami, mengapa orang bisa bertindak diluar nalar, dan susah mengendalikan diri.

Karena tanpa kita sadari syetan terlibat dalam aktivitas kita dan telah nimbrung tanpa kita sadari.

Solusinya ??
  • Kendalikan diri
  • Kenali diri dengan lebih baik
  • Luangkan waktu untuk muhasabah diri dan mentaubati sisi yang berlebihan dan tidak pada tempatnya
  • Dan selalu mohon taufiq

Semoga Alloh limpahkan kebaikan dan perlindungan pada kita semua.

Baarakallohu fiikum

Oleh: M. Nadhif Khalyani – RLC dengan penambahan oleh Abu Azka
21.55 | 0 komentar

ENSIKLOPEDI PENGOBATAN ISLAM

Alhamdulillah, Abu Azka bisa memposting salah satu buku Pengobatan Islam yang cukup lengkap. Berikut salah satu mukadimah dalam buku Ensiklopedi Pengobatan Islam penulis menyampaikan secara garis besar isi bukunya.

Segala puji milik Allah Pemelihara semesta alam, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Sayidina Muhammad, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikuti beliau sampai hari Pembalasan.

Ya Allah, perbaikilah untuk kami din kami yang merupakan pokok pegangan kami. Baguskanlah untuk kami dunia kami yang di sanalah mata pencaharian kami. Perbaikilah untuk kami akhirat kami yang di sanalah tempat kembali kami. jadikanlah kehidupan sebagai tambahan bagi kami dalam segala kebaikan. jadikanlah kematian sebagai istirahat bagi kami dari
segala keburukan.

Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwa-jiwa kami, sucikanlah ia karena Engkau-lah sebaik-baik Yang menyucikannya, Engkau-lah Pengurus
Nya dan Taan-Nya.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu‘, dari nafsu yang tak pernah kenyang, dan darz' doa yang tidak dikabulkan.

Wa ba‘du:

Untuk meneguhkan kepercayaan dan iman kepada Al-Qur‘an Al-Karim bahwa ia merupakan mukjizat llahi yang memiliki rahasia seluruh urusan di dunia dan akhirat, seoran g muslim harus men getahui dan memahami segala sesuatu yang terkandung di dalamnya. Juga harus mengetahui bagaimana kerja keras penuh kesungguhan yang dilakukan oleh kaum muslimin generasi pertarna, sehingga Al-Qur’an Al-Karim ini sekarang dapat terkumpul menjadi satu dalam bentuk yang simpel dan praktis yang memudahkan bagi kita. Al-Qur’an Al Karim hadir di hadapan kita dengan kemudahan yang sempurna.

Di samping itu, seorang muslim harus mengetahui dengan jelas kedudukan Al Qur’anul ‘Azhim, sehingga tiada seorang pun yang menganggapnya remeh. Ada banyak orang yang tidak mempercayai bahwa Al-Qur’an Al-Karim itu merupakan penyembuh, dapat melapangkan kesusahan, melonggarkan kesulitan, bahkan meskipun semua penjelasan dan dalil yang diperlukan bagi setiap muslim telah terkandung di dalamnya.

Saya katakan kepada Anda, “Pelajari dan dalami kandungan Al-Qur’an serta singkapkan rahasia-rahasianya. Bacalah sejarah Al Qur’an Al-Karim. Pada saat itulah kalian menjadi yakin terhadapnya dan kalian mengetahui bahwa ia adalah mukjizat ilahi.

Barangsiapa yang berpegang teguh kepadanya maka Allah Ta‘ala pasti akan memenuhi kebutuhannya dan mencukupi urusannya betapapun banyaknya. Selanjutnya anda menjadi seorang hamba akan sampai kepada iman dan yakin kepada Allah Ta‘ala dan apa yang Dia turunkan berupa ayat-ayat yang mulia kepada Rasul-Nya, Muhammad Shlalallahu Alaihi as Sallam

Saya memulai kitab ini dengan pembicaraan dan penjelasan tentang: bagaimana cara Al-Qur’an Al-Karim itu diturunkan, berbagai pendapat ulama tentangnya, berita tentang urutan surat, waktu pengumpulannya pada masa Rasulullah  sampai pada masa Utsman bin Affan Ra.

Selanjutnya saya mengutarakan penjelasan tentang shalat, yang meliputi macam dan keutamaannya untuk menyempurnakan pemahaman setiap muslim, yakni orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk melaksanakan ibadah serta berdzikir berdasarkan ajaran Nabi Muhammad. Karena ibadah dan dzikir itu akan menjadi benteng pelindung bagi setiap muslim dari gangguan apa saja yang berasal dari setan, sihir, serta penyakit yang tersembunyi.

Selama seorang muslim itu mengenal secara baik pokok ajaran dinnya dan rahasia Al-Qur’an, menegakkan ibadah berdasarkan landasan yang benar clan sahih, membaca Al-Qur’an dan berdoa kepada Allah untuk memperbaiki keadaan dirinya, atau memohon kesernbuhan bagi penyakit yang dideritanya, maka Allah pasti akan mengijabahi doanya.

Mengapa?

Karena dia adalah seorang mukmin sejati, yang percaya kepada Allah dengan kepercayaan yang kuat, serta meyakini kebenaran AlQur’an Al Karim.

Selanjutnya saya akan berpindah ke bahasan tentang permohonan kesembuhan dengan Al-Qur’an Al-Karim dan terapi beragam penyakit dengan ayat-ayat-Nya yang mulia. Saya sebutkan terapi sejumlah penyakit flsik dan jasmani, seperti penyakit-penyakit degeneratif (penurunan fungsi organ) juga yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan kuman.

Selanjutnya saya paparkan terapi berbagai penyakit psikis yang penyebabnya antara lain: setan dan sentuhannya terhadap manusia, sihir, dengki, dan apapun yang sejenis dengan itu. Akan saya jelaskan juga secara detail beberapa keutamaan dan rahasia dari ayat-ayat AlQur’an Al-Karim dan Asma’ul Husna, serta cara berdzikir dengan keduanya menurut ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadits Asy-Syarif.

Sebaik-baik dzikir adalah dzikir dengan firman Allah Sang Pemelihara semesta alam, yang menjadikan hati menjadi tenteram, doa dikabulkan, menyembuhkan berbagai penyakit, dan berbagai kebutuhan terpenuhi. Itulah sebaik-baik penolong bagi kita, dengan izin Allah Ta‘ala, kekuasaan-Nya dan kekuatan-Nya. Apalagi Al-Qur’an itu mengandung segala sesuatu.

Yang terakhir saya membuat bab tersendiri mengenai terapi dengan bekam, madu, dan herbal.

Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’anul Azhim itu sebagai penenteram hati kami, cahaya pandangan mata kami, penghilang kesedihan dan kesusahan kami. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali karena Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung, Mahasuci, Maha Pemelihara, dan Sang Pemilik  kegagahan dari apa  yang  mereka sifatkan. Salam untuk  sekalian rasul  dan  segala puji milik Allah Pemelihara Sekalian Alam.


Judul buku : Ensiklopedi Pengobatan Islam
Karya  : Syaban Ahmad Salim
Halaman : 714 halaman
Penerbit : Pustaka Arafah
Harga  : Rp 120.000,- (Belum termasuk ongkos kirim)


20.08 | 0 komentar

BUKU ARABINDO dan CD MULTIMEDIA ARABINDO

Membaca pelajaran lewat buku tentunya jauh lebih nyaman dan lebih fleksibel daripada lewat layar monitor. Alhamdulillah, sekarang telah tersedia Buku Arabindo (Belajar Bahasa Arab untuk Orang Indonesia) Serial Qawaid (Tata Bahasa) yang ringkas dan praktis untuk dibaca dan dibawa kemana-mana. Buku ini memuat pembahasan pelajaran Tata Bahasa Arab (mencakup Nahwu maupun Sharaf) yang disajikan secara ringkas, mudah dan sistematis ala Arabindo. Sangat cocok untuk Pemula dan Lanjutan.

Sebagai pelengkapnya, kami tetap menawarkan pula CD Multimedia Interaktif Arabindo (for Computer Only) yang memuat koleksi audio dan video berupa 80 tema Percakapan Bahasa Arab dan terjemahannya, 36 tema Bacaan Bahasa Arab, 60 gugus Latihan beserta kunci jawabannya, 30 judul Ceramah Bahasa Arab dan 30 Tayangan (Video) Bahasa Arab. Semuanya termuat dalam satu keping CD saja..



CD Multimedia Interaktif Belajar Bahasa Arab “Arabindo” adalah Program Multimedia Interaktif yang termuat dalam satu keping CD (Compact Disc). CD Arabindo memuat materi Pelajaran (Tata Bahasa), Percakapan, Bacaan, Ceramah dan Tayangan (Video) ditambah dengan sejumlah bonus software dan ebook seperti Quran Digital, Arabic-English Dictionary, ArabicPad, Kamus Mini Arabindo, Shaplus Google Translator, Arabic Keyboard, dll. CD Arabindo bisa langsung dijalankan dari CD (Autorun dan Portable) atau dicopy ke dalam hardisk.

Arabindo versi terbaru di kami adalah Spesial Edition 3 in 1, memberikan bonus Software Kamus Bahasa Arab dan Maktabah Syamilah versi Portable yang tidak perlu diinstal ulang.

Beli 1 Buku Arabindo dan 1 CD Arabindo total harga: Rp 80.000,- 
12.50 | 0 komentar

JANGAN TAKUT SETAN (EDISI LENGKAP)

Written By Rudianto on Rabu, 30 November 2016 | 17.24

Serangan-serangan yang dilancarkan bangsa setan kepada bangsa manusia masih dan akan terus diarahkan menghujam ke dada. Menghadapai serangan-serangan itu, bangsa manusia terbagi-bagi. Ada yang tetap teguh di barisan tentara Allah dan tak mundur selangkah juapun dari medan peperangan. Namun tidak sedikit di antara manusia yang lari tunggang langgang meninggalkan pertempuran bahkan lebih memilih membelot bergabung dalam barisan tentara setan laknatullah. Tentu kita berharap menjadi kelompok yang pertama, kelompok yang tetap berada dalam barisan tentara Allah, yang tetap teguh berjuang dan berperang melawan bala tentara setan.

Demi membela dan menolong agama ini agar tetap pada eksistensinya. Dengan memohon pertolongan dari Allah kita kuatkan barisan kita, karena hanya dengan pertolongan Allah sajalah kita bisa memenangkan pertempuran ini. Dan hanya dengan benteng-benteng terkuatlah kita bisa menahan serangan setan laknatullah. Kita pasti menang! Insya Allah.

Buku Jangan Takut Setan, berisi 34 langkah-langkah yang bisa kita tempuh untuk menangkal setan sesuai dengan syariat. Perseteruan manusia dengan setan akan terus berlanjut semenjak Nabi Adam hingga saat ini. Sebagian manusia tetap berada dijalan Allah menghadapi serangan yang tidak pernah henti dari setan dan bala tentaranya namun tidak sedikit pula manusia yang lari bahkan mengikuti dan berbagung menjadi bala tentaranya setan. Harapan kita adalah tetap istiqomah dijalan Allah dan terus berjuang melawan setan dan bala tentaranya hingga maut menjemput kita, akan tetapi hal itu harus selalu dibarengi dengan memohon pertolongan dari Allah Ta’ala untuk selalu teguh dan kalah dengan gangguan dari setan, karena hanya dengan pertolongan dari Allah-lah kita bisa menang melawan setan dan tidak merasa takut.
Daftar Isi:
  • Peringatan Dari Kejahatan-Kejahatan Setan
  • Benteng Terkuat Terlindung Dari Setan Terlaknat(Ikhlas, Membaca Alquran, Membaca Surat Albaqarah dan seterusnya sampai 34 cara)

Buku Jangan Takut Setan
Penulis : Abdul Hadi bin Hasan Wahbi
Penerbit : Darul Ilmi Publishing
Harga Rp. 45.000,-

17.24 | 1 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung