Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Mengembalikan Kekuatan Iman

Written By Rudianto on Minggu, 21 November 2010 | 13.34

Iman itu bisa menjadi usang di dalam hati laksana pakaian yang bisa menjadi usang jika sudah kama dipakai. Kadangkala ada gumpalan mendung maksiat yang menyusup ke dalam hati orang mukmin, sehingga hatinya mnjadi gelap dan kelam.

Sebagaiman yang digambarkan Rasulullah SAW: "Tidak ada diantara hati-hati itu satu hati pun, kecuali ia memiliki awan rembulan. Tatkala rembulan sedang bercahaya, lalu awan menutupinya, maka rembulan itupun menjadi kelam. Tatkala awan itu menyingkir darinya, rembulan itupun bercahaya kembali." (Riwayat Abu Nu'aim)

Begitu pula hati seorang mukmin, yang kadangkala disusupi awan kelam berupa kedurhkaan, sehingga sinarnya terhalang dan ia pun diliputi kegelapan serta ketakutan.

Jika ia berusaha menambah bobot keimanan dan senantiasa bermunajat kepada Allah, tentu awan itu akan tersibak dan cahaya hatinya kembali bersinar seperti sebelumnya.

Pengaruh ketaatan dan kedurhakaan terhadap iman, berupa penambahan dan pengurangan merupakan hal yang wajar.

Jika seseorang berjalan-jalan ke pasar, lalu melihat wanita yang bertabarruj ( bersolek belebih-lebihan), mendengarkan celotehan dan canda orang di pasar dan di kedai kopi, kemudian ia keluar dari pasar dan langsung menuju kuburan serta masuk ke dalamnya, tentu ia akan merasakan betapa berbedanya suasana antara kedua tempat tersebut, yaitu tatkala di pasar dan di kuburan. Berarti hati itu cepat sekali mengalami perubahan

Yang perlu dicatat bahwa iman berkurang akan mengakibatkan tindakan : meninggalkan hal yang wajib atau mengerjakan yang haram , maka hal ini adalah suatu kelemahan yang sangat berbahaya, untuk itu dia harus segera mengobati jiwanya.
13.34 | 0 komentar

Membeli Produk Nurisfm Sekaligus Berinfaq

Written By Rudianto on Sabtu, 20 November 2010 | 15.08



Bila sahabat Nuris mengikuti perkembanagan blog ini dari awal sampai saat ini, kami menampilkan materi Tafakur yang hampir materi tersebut di tulis oleh ust Anwar Anshori sebagai pengasuh acara Getar Kalam di Radio Dakta Bekasi, dan Alhamdulillah dengan usaha dan bantuan pada donatur kami dapat menerbitkan dalam bentuk audio/mp3 yang kami kompilasi kedalam cd dengan memuat 20 tema Renungan Getar Kalam.

Saudara, sahabat Nurani, hanya sebuah upaya kecil, dari insan biasa... hamba-hamba Allah yang dhoif.... Mencoba hadir ditengah-tengah gegap gempita kehidupan media-media raksasa. Hanya berbekal azzam dan keyakinan akan pertolongan Allah, dengan usaha dan pengorbanan apa yang bisa dan perlu dikorbankan....

REKENING DONASI

Muamalat: 916.92866.99
a/n Rudianto

Setelah transfer, mohon konfirmasikan donasi Anda ke 081319107800

Pesan Segera Produk diatas senilai Rp. 25.000,-
1. Donasi Sesuai harga Produk (belum termasuk ongkos kirim)
2. Uang Donasi ditransfer ke rekening di bawah ini:
Bank Muamalat Indonesia Cabang Jakarta
Nomor Rekening: 916.92866.99
atas nama: Rudianto
4. Bila transfer via ATM, kode Bank Muamalat Indonesia: 147
5. Setelah transfer dilakukan, segera beritahukan kepada kami ke email: akhrudianto@yahoo.com atau SMS ke nomor handphone: 081319107800 dengan mencantumkan tanggal dan nominal transfer serta identitas (nama dan alamat lengkap) anda.
6. CD akan kami kirim via paket pos kilat khusus ke alamat anda.

Keuntungan Produk Tersebut Diatas untuk Pembangunan Pesantren yang di Asuh Ust. Anwar Asnhori Md, dari Lembaga Dakwah Al Isra Bekasi.
15.08 | 0 komentar

Satu Jam Untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat

Persoalan keimanan yang sedang menurun seringkali menjadi tema keluhan banyak orang; merasakan bahwa dirinya kehilangan keikhlasan dalam melakukan ketaatan dan sebagainya. Menyadari iman kita yang sedang menurun, sesungguhnya sudah merupakan satu kemajuan. Sebab itu artinya kita punya kemauan untuk memperbaiki diri.Dan Alloh SWT sangat gembira dengan orang yang datang kepadaNya. Dia tidak pernah menutup pintu rahmatNya kecuali orang yang menutup dirinya sendiri.Bahkan Alloh akan melipat gandakan kekuatan dan usaha yang diri kepadaNya.

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan, bahwa Alloh berfirman, “Aku seperti prasangka hambaKu terhadapKu, dan Aku menyertainya tatkala ia mengingatKu. Jika ia menyebutKu dalam dirinya maka akan Aku sebut dia dalam diriKu. Jika ia menyebutKu ditengah orang banyak, Aku pun akan menyebutNya dengan sekumpulan orang yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekatiKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya Sehasta. Jika ia mendekatiKu Sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia mendatangi sambil berjalan maka Aku mendatanginya sambil berlari.” (HR. Bukhari)

Manusia selalu berada di antara hidayah Allah dan tipu daya syaithan. Kelengahan sedikit saja, syaithan akan bisa menjermusukan seseorang ke dalam lembah yang akan menyia-nyiakan bahkan merusak hidup seseorang. Berikut ini adalah 7 amal penting yang akan menjamin seseorang terhindar dari kondisi negatif itu. Dengan melakukan 7 amalan ini, seseorang akan diampuni dosanya, dilindungi dari fitnah kubur, dibangunkan rumah di surga, dikabulkan doanya, dilindungi dari kefakiran, dicukupi kebutuhannya, dibebaskan dari perasaan gelisah. Uniknya lagi, semua hal itu dapat diperoleh hanya dengan membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit atau 1 jam saja.

Bagaimana kita mendekatkan diri kepada Alloh agar keimanan kembali meningkat? DR. Fathi Yakan menyebutkan beberapa hal yang sangat sederhana untuk menjaga dan mengembalikan kekuatan iman kita, dengan menguraikan faedah-faedahnya.Diantaranya:

· Melakukan 12 rakaat shalat sunnah, yaitu 2 rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zhuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat setelah maghrib,dan 2 rakaat setelah isya. Faidahnya, Alloh akan membangunkan sebuah rumah di surga bagi orang yang senantiasa melakukannya. Seperti sabda Rasulullah, ”Siapa yang shalat setiap hari 12 rakaat, maka Alloh akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga” (HR.Muslim)

· Melakukan shalat 2 rakaat diwaktu malam. Faidahnya, do’a dikabulkan, dosa diampuni, dan kebutuhannya dipenuhi. Rasulullah bersabda, “Rabb kami tabaraka wataala setiap malam turun kelangit dunia disepertiga malam yang terakhir.Dia berfirman,”Siapa yang berdo’a maka akan Aku kabulkan,siapa yang meminta akan Aku beri, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu akan Aku ampuni.” (HR.Bukhari)

· Melakukan shalat Dhuha 2,4, atau 8 rakaat. Faidahnya, setara dengan sedekah yang harus kita penuhi untuk setiap persendian kita dalam setiap hari. Rasulullah bersabda, “Disetiap pagi setiap persendian seorang diantara kalian membutuhkan sedekah. Maka setiap tasbih,tahmid,tahlil,takbir, menyeru kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah.Dan itu dapat disetarai dengan 2 rakaat yang dilakukan diwaktu dhuha.” (HR. Muslim)

· Membaca surat Al Mulk. Manfaatnya, menyelamatkan dari azab kubur. Rasulullah bersabda,” Sesungguhnya ada sebuah surat didalam Al-qur’an yang terdiri 30 ayat, akan memberi syafaat kepada seorang laki-laki (yang membacanya) hingga dia diampuni.” (Hadits Hasan, riwayat Tirmidzi dan Ahmad)

· Membaca “Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa hua alaa kulli syain qadiir” 100 x setiap hari, manfaatnya, setara dengan membebaskan 10 orang budak, dicatat sebagai 100 kebaikan, menghapus 100 dosa (kecil), dan sebagai benteng dari syetan. (HR. Muslim)

· Membaca shalawat atas Nabi SAW. Manfaatnya, dijauhkan dari sifat kikir. Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang bershalawat atasku satu shalawat maka Alloh akan bershalawat untuknya sepuluh kali dengannya.” (HR.Muslim)

· Selalu beristighfar karena istighfar dapat menghilangkan kesulitan dan meluaskan rezeki. Rasulullah saw bersabda, “ Siapa yang selalu beristighfar maka Alloh akan memberi jalan dari setiap kesulitan dan kegundahannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tdak disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Al Hakim)

Selain tujuh amalan di atas, tentu saja kita harus mengerti bahwa iman dalam Islam bukanlah sekedar sholat,dzikir dan bacaan Al Quran, tapi mencakup perbuatan dan prilaku kita dalam berhubungan sesama manusia. Rasulullah menyebutkan, Senyum anda kepada saudara anda adalah shadakah, danperintah kepada yang ma'ruf serta larangan dari yang mungkar itu shadakah, petunjukmu pada seorang asing yang tersesat itu sedekah, engkau menuntun orang yang sulit melihat itu shadakah, menyingkirkan batu dan duri dari jalan itu adalah sadakah, dan engkau membantu mengambilkan air untuk sahdaramu itu adalah sedekah. Hadits riwayat Turmudzi ini menunjukkan bahwa kebaikan seorang muslim, selain ditunjang oleh kebaikan bathinnya juga harus diimplementasikan dalam kebaikannya dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya
Manusia selalu berada di antara hidayah Allah dan tipu daya syaithan. Kelengahan sedikit saja, syaithan akan bisa menjermusukan seseorang ke dalam lembah yang akan menyia-nyiakan bahkan merusak hidup seseorang. Berikut ini adalah 7 amal penting yang akan menjamin seseorang terhindar dari kondisi negatif itu. Dengan melakukan 7 program ini, seseorang akan diampuni dosanya, dilindungi dari fitnah kubur, dibangunkan rumah di surga, dikabulkan doanya, dilindungi dari kefakiran, dicukupi kebutuhannya, dibebaskan dari perasaan gelisah. Uniknya lagi, semua hal itu dapat diperoleh hanya dengan membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit atau 1 jam saja.

Sebagai nasihat terakhir, selalu merefleksi diri tentang hal-hal yang akan ditanyakan kepada diri anda di hari kemudian nanti. Ketika kita selalu merasa kekurangan, ketika itu pula kita akan selalu punya semangat untuk menambah dan menambah amal-amal kita yang sangat kurang. Wallahu a’lam bish shawab.
06.37 | 0 komentar

Mengenal Tanda Tanda Lemahnya Iman dan Penyebabnya

Written By Rudianto on Jumat, 19 November 2010 | 16.21

Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang
lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang digambarkan dalam artikel ini.
Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa.
Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi
kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa
akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani
melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.
Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata :
"Setiap umatkumendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang
terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan
jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia
berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia
berkata, `Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,'
padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia
menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya."(Bukhari, 10/486)
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam
keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan
beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam
keadaan beriman." (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku.
Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan
memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan
menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke
dalam ayat ini, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti
batu, bahkan lebih keras lagi." (Al-Baqarah: 74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah, Tidak khusyuk dalam
shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur'an. Melamun dalam doa.
Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan
saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh.
Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, "Tidak akan diterima doa dari
hati yang lalai dan main-main." (Tirmidzi, hadits nomor 3479)

4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah.
Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu.
Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis.
Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada.
Menunda-nunda pergi shalat Jum'at dan lebih suka barisan shalat yang
paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling
belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw.
bersabda, "Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda
mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka
di dalam neraka." (Abu Daud, hadits nomor 679)
Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang
munafik. "Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri
dengan malas."
Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah
rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke
masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat
dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa
Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang.
Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda
Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah
saw. berkata, "Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati."
(As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur'an.
Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut
dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat
perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan
neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk
mendengarkan atau membaca Al-Qur'an. Jangan sampai Anda membuka
mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.
Ketahuilah, Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang
beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati
mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. "
(Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya.
Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang
paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula
Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini
telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang
munafik dengan firman-Nya, "Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali
hanya sedikit sekali." (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata
kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah.
Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan
nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.
Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, "Apabila dosa dikerjakan di
bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya dan kadang
beliau mengucapkan: mengingkarinya , maka dia seperti orang yang tidak
menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha
terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang
yang menyaksikannya. " (Abu Daud, hadits nomor 4345).
Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, "Barangsiapa di antara kalian
yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu
dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak
sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman."
(Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi.
Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab.
Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk
mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan
orang. Narsis banget!
Allah berfirman, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Luqman:18)
Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji
orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, "Sungguh engkau
telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya. " (Bukhari, hadits
nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)
Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, "Sesungguhnya kamu sekalian
akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan
penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan
alangkah buruknya yang terakhir." (Bukhari, nomor 6729)
"Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang
kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela,
keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati
kiamat, kecuali orang yang adil." (Shahihul Jami, 1420).
Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda
Rasulullah saw. yang berbunyi, "Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau
enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan `Laa ilaaha
illallah', dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang
mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari
keimanan." (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)
"Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?" tanya Rasulullah
saw. Para sahabat menjawab, "Ya." Rasulullah saw. bersabda, "Yaitu
setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong." (Bukhari, hadits 4537,
dan Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir.
Ingatlah perkataan Rasulullah saw ini, "Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba
selama-lamanya. " (Shahihul Jami', 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat.
Ingat Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. "Hai orang-orang yang
beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat
besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada
kamu perbuat." (Ash-Shaff:2- 3)
Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan
dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.
Jadi, harus konsisten.

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama
muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang
lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.
Ingatlah! Kata Rasulullah saw, "Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali
terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia
menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan
ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang
lain." (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)
Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., "Orang Islam yang manakah
yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab, "Orang yang muslimin lain
selamat dari lisan dan tangannya." (Bukhari, hadits nomor 9 dan
Muslim, hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau
melihat dari sisi makruh apa tidak.
Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah!
Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, "Barangsiapa yang berada dalam
syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang
menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat
begitu mudah untuk merumput di dalamnya." (Muslim, hadits nomor 1599)
Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, "Gak apa.
Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar.
Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!" Jika sudah seperti ini,
suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan
kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan
kebaikan-kebaikan kecil.
Ini pesan Rasulullah saw., "Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau
menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak
menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan
wajahmu tampak berseri-seri kepadanya." (Silsilah Shahihah, nomor 1352)
Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele!
Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan
dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya,
dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan
masuk surga." (Bukhari, hadits nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak
mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa
bagi keselamatan mereka pun tidak mau.
Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, "Sesungguhnya orang mukmin dari
sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan
kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena
keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut
menderita karena keadaan di kepala." (Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda.
"Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah
Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh
permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,"
begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)


17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal
demi kepentingan Islam.
Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini.
Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama.
Padahal, Allah swt. berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jadilah
kalian penolong-penolong (agama) Allah." (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat
problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar
Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin
lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. "Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami
telah beriman, sedang mereka belum diuji." (Al-Ankabut: 2)
Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil.
"Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh
perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang
beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan
itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun
bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya." (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat.
Padahal, perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. "Tidaklah
segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka
berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka
berbantah-bantahan. " (Shahihul Jami', nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan
urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia.
Orientasi Anda tidak lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita.
Ingatlah, "Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah
surga bagi orang kafir." (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang
digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam
hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal
itu dalam ucapan Anda.
Bukankah Allah swt. telah berfirman, "Dan katakanlah kepada
hamba-hamba- Ku: `Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih
baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di
antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi
manusia'." (Al-Israa':53)
Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. "Dan apabila
mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling
daripadanya dan mereka berkata: `Bagi kami amal-amal kami dan bagimu
amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul
dengan orang-orang jahil.'" (Al-Qashash: 55)
Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,
hendaklah berkata yang baik atau diam." (Bukhari dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum,
berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada
kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di
sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung
hidup.
Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, "Hai anak Adam, pakailah
pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah,
dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan. " (Al-A'raf:31) . Bahkan, Allah swt.
menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena
itu Allah memerintahkan kita untuk, "Dan berikanlah kepada
keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan
orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburka n
(hartamu) secara boros." (Al-Isra':26)
Rasulullah saw. bersabda, "Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba
Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah." (Al-Silsilah
Al-Shahihah, nomor 353).

Diurutan keberapakah kita ?Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “ (HR Bukhori)Wallahu’ alam Bishawab
16.21 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung