Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Berlaku Adil dan Ihsan

Written By Rudianto on Minggu, 20 Januari 2013 | 10.04

SALAH SATU pensyaratan Khutbah setiap Jumat, selain wasiat takwa, juga diperintahkan berlaku adil dan ihsan, terutama dari seorang pemimpin. Dari pemimpin RT yang kecil, sampai pemimpin Negara yang besar.

Al-Quran menyebut “ Inna Allah ya’muru bi al- ‘ad-li wa al- ihsan…” (Sesungguhnya Allah memerintahkan manusia senantiasa berbuat adil dan ihsan…). Ayat ini pula yang menjadi esensi utama dalam pemerintahan Khalifah Umar Aziz, dengan mewajibkan setiap tema pidato mengutamakan mebaca ayat ini dalam setiap Jumat untuk mengakhiri khutbah yang selama ini keturunan Umayah, mencaci maki keturunan Ali bin Abi Thalib, dan telah berlangsung ratusan tahun lamanya. Akibat perubahan khutbah caci maki mencadi kasih sayang, maka pemerintahannya berlangsung aman, adil dan sejahtera, seperti di zaman moyangnya Khalifah Umar Khattab, RA.

Apakah Adil itu ?.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Adil mempunyai 3 makna (1) Tidak berat sebelah, tidak memihak dalam keputusan (2) Berpihak kepada yang benar atau berpegang kepada kebenaran (3) Berlaku sepatutnya dan tidak bertindak sewenang - wenang. Atau betul-betul memutuskan satu perkara dengan menghukum yang bersalah dalam peradilan.

Ihsan mempunyai 2 makna (1) Berbuat baik (2) Suka berderma yang tidak diwajibkan.(sedekah).

Itulah pengertian adil dan ihsan setelah ditransfer ke dalam Bahasa Indonesia.

Adapun makna aslinya dari Bahasa Arab ialah, Adil berakar dari huruf ‘Ain, Dal dan Lam (‘Adala ) yang artinya ada dua. Pertama, “ Yadullu ‘ala istiwa’ “( Menunjuk sesuatu yang seimbang dan sama ). Kedua, “Yadullu ‘ala I’wijaj “ (Menunjuk sesuatu yang pincang dan tidak sama ). Misalnya hukumnya seimbang atau sesuatu yang sama. Seperti orang yang musyrik kepada Tuhan, disamping percaya ada Tuhan yang benar, juga masih percaya kepada benda yang bukan Tuhan, sehingga disebut berlawanan dan pincang. Misalnya dalam Al-Quran, terdapat banyak hal yang dianggap sama hukumnya seperti orang tua bangka yang tidak sanggup puasa lagi, tapi sudah seimbang jika ia membayar “ fid-yah” satu liter beras perpuasa. (QS.2 : 123 ).

Jadi, adil itu ialah keseimbangan sehingga tidak miring sebelah.

3 perintah:Banyak ayat yang memerintahkan untuk berbuat adil dan berlaku ihsan kepada terutama seorang pemimpin Diantaranya : “ Sesungguhnya Allah memerintahkan (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan serta membantu kaum kerabat. Dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu, agar kamu dapat mengambil pelajaran (QS.Al-Nahl 9O).

Menurut ulama Tafsir, ayat tersebut adalah ajaran akhlak yang merupakan rangkuman dari semua kebaikan yang diperintahkan dan rangkuman semua kejahatan yang dilarang. Sebagian sahabat nabi mengakui nanti sesudah ayat ini turun, barulah dia terasakan kemantapan hatinya kepada Islam karena telah mampu melaksanakan tiga perintah dan tiga larangan dalam pada ayat tersebut.

Dalam Tafsir Al-Bayan mengakui makna spesifik ketiga perintah dan larangan Al-Quran, yaitu : Pertama, yang dimaksud berbuat “ adil ” ialah betul-betul meyakini keEsaan Allah yang tidak mempunyai syarikat dan mengakui kerasulan Muhammad sebagai rasul terakhir yang harus diteladani, seperti dalam syahadat. Sedang adil terhadap masyarakat ialah betul-betul bergaul dengan masyarakat secara maksimal dengan memberikan hak-hak mereka tanpa diskriminasi dan perbedaan, antara satu dengan yang lain dalam berbagai bidang, hukum atau sosial secara terang-terangan atau tersembunyi.

Kedua, yang dimaksud berbuat “ihsan” ialah memberikan bantuan material dan berusaha mengatasi kesulitan mereka, misalnya dengan mencarikan pekerjaan sehingga mampu mencapai penghidupan yang layak dan sesuai kemampuannya. Tapi ihsan itu lebih afdal jika dilakukan secara sembunyi.

Ketiga, adapun yang dimaksud “ Itai dzil qurba” ( membantu kaum kerabat ), artinya semua bantuan yang diberikan kepada orang lain, berlaku pula bantuan yang diberikan kepada keluarga dekat sesuai hak-haknya, yaitu kalau perlu dapat diberikan mencapai sampai seperlima dari harta yang dibagi. Disamping senantiasa melaksanakan silaturahim sebagaimana layaknya kerabat.

Itulah tiga perintah dalam ayat diatas.
3 larangan.Pertama, dilarang melakukan “Fahsya’ “ yaitu semua perbuatan yang keji dan menjijikan, seperti berbuat zina dan kikir. Kedua perbuatan itu yakni zina karena merusak jasmani dan keturunan sedang kikir karena merusak pribadi dan masyarakat.

Kedua dilarang berbuat “Munkar “ yang dimaksud ialah segala kejahatan yang diingkari baiknya oleh syariat atau diakui buruknya oleh adat. Seperti mencuri, menjudi dan mabuk-mabukan.

Ketiga dilarang “ al-bagh-yu “ yang dimaksud ialah jengkel, bermusuhan dan zalim terus- menerus dalam masyarakat, sehingga ketenteraman dan kedamaian sangat sulit diperoleh. Salah sebuah hadis menyatakan, jika dosa “al-Bag-yu” (permusuhan) dipraktekkan masyarakat, maka bencana secara spontan (krisis ekonomi dan bencana lain) akan segera menimpa, atau bencana yang akan menimpa bagi orang yang suka memutuskan tali persaudaraan (Tafsir Ibnu Katsir II) dan Al-Bayan V).

Agar lebih jelas makna “ Baghyu” dapat dilihat ketika terjadi perang saudara antara Khalifah Ali dengan Gubernur Muawiyah di Damaskus yang membangkang kepada Khalifah dan telah menewaskan ribuan lasykar dari kedua belah pihak, salah seorang lasykar Khalifah bertanya kepada Ali, “ A Musyrikun” ?. (Apakah mereka itu tergolong musyrik) ? Qala La (Tidak), “ A Kafirun ? “ (Apakah mereka telah Kafir) ?. Qala La (Tidak), “ Fama Baluhum ?” (Kalau begitu, bagaimana keadaan mereka) ?. “ Qala ikhwanuna, baghau ‘alaina” (Jawab Ali,: Saudara kita jengkel dan marah kepada kita ).

Dari dialog Khalifah Ali tersebut dengan lasykarnya, ternyata moral Khalifah Ali yang tinggi masih menganggap orang yang membenci dan telah mengangkat senjata, kepadanya hanya dinilai sebagai orang yang jengkel terus menerus dengan istilah “Baghau”

Dengan demikian yang dimaksud “ Bagau atau Bagyu “ ialah orang yang selalu mengembangkan permusuhan yang dapat mengancam ketenteraman masyarakat. Artinya kalau permusuhan politik berjalan terus menerus, maka mustahil ketentraman masyarakat itu dapat dicapai. Sebab itu ayat diatas Tuhan memerintahkan agar senantiasa berbuat adil dan ihsan terutama bagi seorang pemimpin.

Berbuat adil dan ihsan adalah jiwa pertama yang melahirkan kesejahteraan. Dan itulah pula yang menyebabkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz mewajibkan dalam setiap khutbah untuk dibaca setiap khatib sebagai p;idato wajib dalam sepekan.

Rasul SAW bersabda : ”Adil itu baik, tapi akan lebih baik jika dilakukan terutama oleh para pemimpin ( Presiden, Gubernur, Bupati, Camat dan Lurah ). Dermawan itu baik, tapi lebih utama jika dilakukan orang-orang yang kaya. Wara’ ( Hati- hati ) itu baik, tapi lebih utama jika dilakukan orang-orang berilmu (ulama). Sabar itu baik, tapi lebih utama jika dilakukan fakir miskin. Malu itu baik, tapi lebih utama jika dilakukan kaum wanita”. (HR.Dailami)

Kontrol social Agar praktek keadilan dan ihsan itu terpelihara dengan baik, dalam komunitas, terutama dalam tubuh seorang pemimpin, maka kontrol sosial dan pengawasan masyarakat, hendaknya dihidupkan secara kontinyu, seperti dari pihak legislatif, pers, ulama (mubalig) dan mahasiswa.

Jika semua pengontrol itu lumpuh maka keadilan dan keihsanan pasti gagal. Ketika Khalifah Umar Khattab membagikan kain dua meter perorang, sehari sesudahnya ia kumpulkan rakyatnya disuatu lapangan dan menanyakan, “ Apakah anda sudah memperoleh semuanya.? Semuanya menjawab, sudah. “ Apa ada musykil ? “.Seorang pemuda jangkung maju ke hadapan khalifah memerotes, sambil berkata, “kami semua sudah menerima pembagian, tapi khalifah tidak adil”. . “Apa alasannya,” kata Khalifah. ?” Sijangkung melanjutkan protesnya dan berkata, . “Mengapa khalifah yang dadanya lebar cukup menjahit menjadi satu qamis, pasti khalifah mengambil lebih dari dua meter.!”. Dengan tenang Khalifah memanggil puteranya Abdullah untuk menjelaskan, “ Bapak-bapak sekalian, kini saya datang ke tempat ini tanpa qamis karena pembagian saya yang dua meter, saya berikan kepada ayah, .agar cukup sebuah qamis.” Akibatnya, si jangkung meminta maaf. .Demikian menguji keadilan dengan pengawasan di zaman Umar, menyebabkan pemerintahannya berjalan adil, ihsan dan makmur.

Alhasil dari syarahan tersebut, maka jalan satu-satunya mencapai kesejahteraan, para pemimpin hendaknya selalu berlaku adil dan ihsan,dalam prilakunya, karena itulah jiwa kesejahteraan yang dapat bersinambung.Kalau pemerintah zalim hancurlah Negara. Semoga Allah memberikan inayah dapat melaksanakan keadilan. Amin.
10.04 | 0 komentar

Download Kajian KRPH Bulan Januari Tahun 2013

Written By Rudianto on Sabtu, 19 Januari 2013 | 16.42

16.42 | 0 komentar

MATERI DAKWAH

Pada garis besarnya sebenarnya sudah jelas bahwa materi dakwah adalah seluruh ajaran Islam secara kaffah tidak dipenggal-penggal atau sepotong-sepotong. Ajaran Islam telah tertuang dalam Alkuran dan dijabarkan oleh Nabi dalam Al Hadits, sedangkan pengembangannya kemudian akan mencakup seluruh kultur Islam yang murni yang bersumber dari kedua pokok .

"Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian, jika kamu berlawanan pendapat ten tang sesuatu, maka kembalikanlah is kepada Allah dan Rasul-Nya (Al Qur'an dan As Sunnah) jika kamu benar-benar beriman kepada 'Allah dan hari kemudian. Itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya."
(An Nisa': 58).

"Aku tinggalkan untuk kamu dua perkara, yang apabila kamu berpegang teguh dengan keduanya kamu tidak akan ter sesat selamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya."
(HR. Bukhari Muslim)

Materi yang demikian luas dan lengkap itu sudah tentu memerlukan pemilihan-pemilihan dan membuat prioritasprioritas, dengan memperhatikan situasi dan kondisi kemasyarakatan yang ada serta menempuh bermacam-macam metode pendekatan, misalnya pendekatan substansial, situasional dan kondisional, kontekstual, disamping itu karena pesan-pesan dakwah ini haruslah manusiawi yang diharapkan dapat membentuk pengalaman sehari-harinya menurut tatanan agama, maka materi dakwah pun harus meningkatkan kemampuan dan akomodasi manusia pokok, yakni: kemampuan penerima dakwah dan tingkat berikirnya, keperluan masyarakat objek atau atas permintaannya.
Jelasnya, materi dakwah harus tetap fundamental, walaupun harus clisampaikan dengan metode-metode yang bervariasi, sistem yang proporsional dan teknis yang relevan dan ideal.
11.09 | 0 komentar

OBJEK DAKWAH


Sudah jelas kiranya bahwa objek dakwah adalah manusia, mulai dari individu, keluarga, kelompok, golongan, kaum, massa dan umat seluruhnya. Sudah jelas pula bahwa setiap insan yang normal, 'dewasa dan beradab, pada umumnya mempunyai citacita mencapai kebahagiaan hidup. Cita-cita yang luhur itu kemudian dimanifestasikan dalam bentuk keinginan-keinginan yang akhirnya mengarah kepada tujuan hidupnya di dunia ini. Dakwah sudah menggaris bawahi tujuan manusia itu serta memasukkannya ke dalam agenda dan jadwal tugasnya amar ma'ruf — nahi mungkar.

Manusia sebagai objek dakwah dapat digolongkan menurut Manusia sebagai objek dakwah dapat digolongkan menurut klasnya masing-masing serta menurut lapangan kehidupannya. Akan tetapi menurut pendekatan psikologis, manusia hanya bisa didekati dari tiga sisi, yaitu sebagai makhluk individu, makhluk sosial dan makhluk ber-Ketuhanan
Manusia sebagai makhluk individu memiliki tiga macam kebutuhan hidup yang hams dipenuhi secara seimbang, yaitu:
1. Kebutuhan kebendaan (material). Pemenuhan aspek ini akan memberikan kesenangan bagi hidup manusia.
2. Kebutuhan kejiwaan (spiritual). Pemenuhan aspek ini akan memberikan ketenangan, ketenteraman dan kedamaian dalam batinnya, dan
3. Kebutuhan kemasyarakatan (sosial). Pemenuhan aspek ini akan membawa kepuasan bagi hidup manusia.
Sebagai makhluk sosial, manusia hams hidup bersama kelompolcnya, bersatu dan bergaul dengan yang lain.

Dalam kehidupan sosialnya ini manusia terikat dalam sistem hidup tiga dimensi yang disebut:
1. Dimensi Kultural (kebudayaan dan peradaban). Selain memberikan kepuasan bagi hidup manusia, kultur ini pula yang akan memberikan nilai tinggi rendahnya kemanusiaan.
2. Dimensi Struktural (bentuk bangunan hubungan sosial). Di sinilah titik temu (perjumpaan) manusia satu dengan yang lain dalam berbagai kepentingan hidupnya, yang menentukan chaos tidaknya kehidupan.
3. Dimensi Normatif (tatakrama dalam pergaulan hidup sosial). Manusia adalah pelaku dan sekaligus peserta dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Dari sini manusia akan ditentukan baik dan buruknya dalam berperilaku.

Dari dua kelompok tersebut di atas, individual manusia harus difahamkan terlebih dahulu untuk mengerti manusia dan keperluannya secara balk. Selanjutnya memahami dinamika sosialnya. Manusia sebagai makhluk ber-Ketuhanan akan menampakkan sikap, tingkah laku serta keadaan hidupnya sebagai besar kecilnya pengaruh keyakinan agama (kepercayaannya kepada Tuhan Yang Mahaesa). Dakwah sebagai metode ternyata sangat cocok untuk kemanusiaan. KonseP' hidup dan kemasyarakatan yang disajikan dakwah sangat cocok, gampang dicerna, mudah ditangkap akal, sarat dengan isi dan padat dengan norma, mantap dengan mengena, dan kompak. Konsep yang lahir dari dakwah ini merupakan konsep penyelesaian (problem solving) dari semua persoalan hidup yang dihadapi manusia di dunia ini. Dikatakan kompak karena, antara konsep dengan kenyataan selalu paralel, (sistem fithri) oleh karenanya seluruh pendekatan dakwah secara umum dapat diterima oleh seluruh lapisan manusia, sebab keserasian, kekompakan dan kesesuaian itu diatur oleh Allah swt. seperti dalam firman-Nya:

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah, itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Ar Ruum: 30).

Apabila dakwah menghadapi kenyataan objek yang kebanyakan manusia tidak mengetahui, itu berarti manusia yang telah menyimpang dari fitrahnya yang suci. Kepada mereka itulah dakwah dihadapkan, atau merekalah sebenarnya sasaran atau objek dakwah. Hal itu tidak mengherankan, karena dalam stratifikasi spiritual, manusia ada enam tingkatan, yaitu: Ammarah, Musawwilah, Lawwamah, Muthmainnah, Radliyah Mardliyah dan tertinggi adalah Kamilah.

Kemudian, selain itu, cita-cita manusia modern sekarang ini, adalah ingin mewujudkan lima tujuan pokok hidupnya, yaitu:
1. Perkembangan sosial ekonomi yang merata
2. Menciptakan kemerdekaan dan perdamaian yang sesungguhnya, bagi seluruh umat manusia.
3. Menciptakan keadilan sosial atau keseimbangan tanpa membeda-bedakan ras dan keturunan.
4. Mencegah timbulnya pengotoran lingkungan hidup, baik fisik maupun mental spiritual.
5. Menciptakan terwujudnya hak asasi yang sebenarnya dan kemudian moralitas agama akan diresapkan kepada seluruh umat manusia dengan dasar amar ma'ruf nahi mungkar.
Karena sasaran dakwah adalah manusia sebagaf organisme yang hidup dan mempunyai cita-cita yang luhur, maka juru dakwah dituntut untuk pandai menjual ide dan memasarkan materi dakwah ini.

09.54 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung