Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Syetan , Qorin Kafir dan Nafs(jiwa) Menjadikan Manusia Menjadi Pembunuh

Written By Rudianto on Kamis, 16 November 2017 | 06.49


Pernah ada kejadian mantan santri menjadi pembunuh
mengapa seorang mantan santri menjadi pembunuh ?

Bukankah dipesantren mengajarkan kebaikan?Bukankah dipesantren diajarkan agama?

Pesantren adalah sebuah wadah atau sebuah tempat ilmu agama, wasiilah (perantara) manusia mengenal ilmu agama. Akan tetapi tiap santri yang masuk tidak sama kemampuannya di dalam menimba ilmu, ada yang dalam dan banyak, ada yang sedikit dan ada yang tidak menimba sama sekali.

Sebagai seorang mantan santri , semua teman-teman sepesantren dulu dan sekarang berbeda, ada yang tetap sama dan bergelut dalam ilmu agama, ada yang setengah setengah bahkan ada yang menjadi jauh 100 persen dari agama. Mengapa seperti itu?

Hal ini karena pengaruh 3 paket jahat :

Yang pertama adalah pengaruh Syetan:
semuanya karena syetan dan pengaruhnya pada jiwa manusia.
Hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya. kecuali bila hati disinggahi sifat sifat tercela seperti hasad, marah , syahwat dll maka dengan mudah dikendalikan syetan.

Ibnul Qayyim rahimahullahu mengatakan bahwa rukun kekafiran ada empat, yaitu:
– Kibr (sombong, merasa besar)
– Hasad (iri, dengki)
– Marah
– Syahwat
Kibr ini, didefinisikan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Kibr (sombong) artinya ialah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)
Bersemayamnya sifat ini di dalam diri seorang manusia akan menjadi penghalang baginya untuk tunduk.
Adapun hasad yang artinya adalah keinginan agar lenyapnya kenikmatan yang diperoleh orang lain, walaupun dia sendiri tidak memperolehnya. Sifat ini akan menghalangi pemiliknya untuk menerima dan memberi nasihat.
Rasa marah akan menghalangi pemiliknya dari sifat adil dan tawadhu’. Sedangkan syahwat akan menghalangi pemiliknya dari ibadah.
Maka, apabila kesombongan itu runtuh, mudahlah bagi seseorang untuk tunduk. Jika sifat hasad ini lenyap niscaya mudahlah baginya menerima dan memberi nasihat. Kemudian, apabila rasa marah ini runtuh, mudahlah dia bersikap adil dan rendah hati (tawadhu’). Jika rukun syahwat ini juga runtuh maka mudahlah baginya untuk bersabar, memiliki sifat ‘iffah (menjaga kehormatan dirinya), lebur dalam ibadah.
Hancur leburnya gunung-gunung dari tempatnya, lebih mudah dibandingkan lenyapnya keempat pilar ini dari mereka yang diuji dengannya. Terlebih lagi jika keempatnya telah menjadi watak atau kepribadian yang melekat dan kokoh. Karena tidak akan mungkin lurus suatu amal dikerjakan jika keempat hal ini bersemayam dalam hati seseorang. Jiwa tidak akan menjadi suci dengan kekalnya keempat pilar ini.

Yang kedua adalah hawa nafsu (jiwa):
Hawa nafsu inilah yang menjadikan Qabil membunuh habil.
فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ
“Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap remeh membunuh saudaranya.”
Hawa nafsunya membangkitkan keberaniannya, bahkan membuatnya memandang indah sehingga dia pun membunuhnya.
فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi.”
Dia menyesal karena tidak tahu apa yang harus diperbuatnya terhadap mayat saudaranya.
Itulah kejahatan pertama dalam sejarah peradaban manusia. Pemicunya adalah hasad. Jadi, hasad adalah kemaksiatan pertama yang dengan itu Allah Subhanahu wa Ta’ala didurhakai di muka bumi.
Apakah Nafs alamaaratu bissu?jawabannya adalah jiwa yang memerintahkan pemiliknya berbuat kejahatan.
Dijelaskan dalam surah yusuf ayat 53
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Yang ke tiga adalah qorin kafir:
Pada umumnya qarin yang kafir ini kerjanya mendorong dampingannya membuat kejahatan. Dia membisikkan was-was, melalaikan solat, susah mau baca al-Quran dan berbuat kebaikan lainnya, meragukan tentang ketuhanan dll
Sabda Rasulullah s.a.w. daripada Abdullah Mas'ud r.a. maksudnya: "Setiap kamu ada Qarin daripada bangsa jin, dan juga Qarin daripada bangsa malaikat. Mereka bertanya: "Engkau juga ya Rasulullah." Sabdanya: "Ya aku juga ada, tetapi Allah telah membantu aku sehingga Qarin itu dapat kuislamkan dan hanya menyuruh aku dalam hal kebajikan sahaja." (Riwayat Ahmad dan Muslim)
Aisyah r.ha. menceritakan bahawa pada suatu malam Rasulullah s.a.w. keluar dari rumahnya (Aisyah), Aisyah berkata: "Aku merasa cemburu." tiba-tiba Baginda berpatah balik dan bertanya: "Wahai Aisyah apa sudah jadi, apakah engkau cemburu?" Aku berkata: "Bagaimana aku tidak cemburu orang yang seumpama engkau ya Rasulullah." Sabda Baginda: "Apakah engkau telah dikuasai oleh syaitan?" Aku bertanya: "Apakah aku ada syaitan?" Sabda Baginda: "Setiap insan ada syaitan, iaitu Qarin." Aku bertanya lagi: "Adakah engkau pun ada syaitan ya Rasulullah?" Jawab Baginda: "Ya, tetapi Allah membantuku sehingga Qarinku telah masuk Islam." (Riwayat Muslim)
Di dalam hadis lain daripada Ibnu Umar r.a., sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: "Aku dilebihkan daripada Nabi Adam a.s. dengan dua perkara, iaitu pertama qorinku kafir lalu Allah menolong aku sehingga dia Islam. Kedua, para isteriku membantu akan daku tetapi qarin Nabi Adam tetap kafir dan isterinya membantu ia membuat kesalahan."
(Riwayat Baihaqi)

Demikianlah ketiga paket jahat :
syetan +nafs alamara+ qorin kafir

Jika ketiganya berada di dalam manusia maka akan menjadikannya seorang manusia yang berhati dan berkelakuan iblis. Kekuatan iman seseoran menjadikan pengaruh ketiganya berbeda dalam diri seseorang, sesungguhnya manusia diberikan kekuatan untuk melawan ke 3 nya tapi manusia harus mendekatkan diri dengan rabbnya.

semoga Allah melindungi kita dari ketiga paket jahat dan menebalkan keimanan kita
aamiin ya rabbal aalamiin

Umm Marwan(Nia Nuraeni Gustini LC,MA)

06.49 | 0 komentar

Bagaimana Mengusir Jin dari Rumah?

Written By Rudianto on Kamis, 09 November 2017 | 09.11

*Bagaimana Mengusir Jin dari Rumah?*

Jika kita meyakini bahwa di rumah kita ada yang ikut menghuni dari golongan jin kafir maka untuk mengeluarkan  jin itu dari rumah adalah dengan cara sebagai berikut:

1. Masuklah ke dalam rumah tersebut bersama dua orang yang menemanimu lalu katakan, *"Aku ingatkan kalian wahai para jin dengan' Janji yang telah kalian buat dengan Nabi Sulaiman alaihi salam supaya kalian keluar dan pergi dari rumah kami.* Dan aku ingatkan kalian wahai para jin dengan kekuasaan Allah,
Keluarlah...dan jangan sakiti seseorang di antara kami.. "

2. Jika kemudian terasa terjadi sesuatu dalam rumah tersebut, maka sediakanlah air dalam suatu tempat lalu dekatkan mulut mu pada air itu kemudian bacalah:

بسم الله أمسينا بالله الذي ليس منه شيء ممتنع ، وبعزة الله التي لا ترام ولا تضام وبسلطان الله المنيع نحتجب وبأسمائه الحسني كلها عائذ من الابالسة ومن شر شياطين الإنس والجن ومن شر كل معلن أو مسر ومن شر ما يخرج بالليل ويكمن بالنهار ويكمن بالليل ويخرج بالنهار وشر ما خلق وذرا وبرا ومن شر ابليس وجنوده ومن شر كل دابة أنت أخذ بناصيتها إن ربي على صراط مستقيم ، أعيذ نفسي بما استعاذ به موسي وعيسي وابراهيم الذي وفي من شر ما خلق وذرا وبرا ومن شر إبليس وجنوده ومن شر ما يبغي

“Dengan nama Allah, kami berada di sore ini dengan nama Allah Yang tiada sesuatu pun yang dapat menghalangi-Nya, dan dengan keagungan Allah Yang tidak bisa dikalahkan dan direndahkan. Dengan kekuasaan Allah Yang Maha Mencegah, kami berlindung, dan dengan seluruh nama-nama-Nya yang balk kami berlindung dart kejahatan iblis-iblis dan dart kejahatan setan-setan, baik dari golongan manusia maupun jin. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri dan menyembunyikan diri, dari kejahatan segala sesuatu yang keluar di malam hari dan bersembunyi di siang hari, dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri di siang hari dan bersembunyi di malam hari, .dan dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih. Kami berlindung dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala makhluk yang berada dalam kekuasaan-Mu. Sesungguhnya Tuhanku selalu menunjukkan jalan yang lurus. Aku berlindung kepada Allah dengan perlindungan yang dimohonkan oleh Musa, `Isa dan Ibrahim yang memenuhi janji, dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih, dan dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala sesuatu yang membangkang."

Kemudian diikuti dengan menyiramkan air tadi ke berbagai sudut rumah tersebut. Insya Allah, mereka (para jin) akan keluar dari rumah kita  dengan izin Allah.

Syarat utama dalam melakukan peruqyahan ini adalah niat yang ikhlas dalam setiap doa dan permohonan pada Allah. Rabb Semesta Alam.

---------------------------------

📚 Ruqyah Syar'iyyah wa Thibu wa 'Ilaju Mashur min Shahih Bukhari wa Fathul Bari -  M. H Muhammad Hasan Ismail

✍📮ditulis dan edit ulang oleh Rudi Abu Azka
👉🏿 Grup Kcrt
💿 Maktabah RLC

09.11 | 0 komentar

"MAKHORIJUL HURUF DAN SIFAT-SIFATNYA"

Written By Rudianto on Senin, 06 November 2017 | 14.09

Alhamdulllah...
TELAH HADIR!
Buku Lengkap ke-1
"MAKHORIJUL HURUF DAN SIFAT-SIFATNYA"
Size : A4 -Edisi Revisi- 134 Halaman.
Halaman Full Warna

Harga : 110.000
==============================

Buku I ini fokus membahas “Makhorijul Huruf Was Sifaat” yaitu tempat-tempat keluar huruf hijaiyyah, cara pengucapannya dan juga mengetahui secara detail sifat-sifat yang melekat pada setiap huruf hijaiyyah.

🔰 Tidak dipungkiri lagi, bahwa belajar makhorijul huruf dan sifat-sifatnya sangatlah penting sekali. karena itulah yang harus dipelajari terlebih dahulu oleh seorang yang ingin belajar Al Qur'an.

----------------------------------------------
Imam Ibnu Al Jazary berkata dalam -Mandzhumah Al Muqoddimah Al Jazariyyah-

وَبَعْدُ إِنَّ هَذِهِ مُقَدِّمَهْ - فِيمَا عَلَى قَارِئِهِ أَنْ يَعْلَمَهْ
إذْ وَاجِبٌ عَلَيْهِمُ مُحَتَّمُ - قَبْلَ الشُّرُوعِ أَوَّلاً أَنْ يَعْلَمُوا
مَخَارِجَ الْحُرُوفِ وَالصِّفَاتِ - لِيَلْفِظُوا بِأَفْصَحِ اللُّغَاتِ

Artinya:
“Dan inilah muqoddimah (pendahuluan) yang wajib diketahui seorang Qori’ (pembaca Al Qur’an,”
“Maka wajib atas mereka, sebelum memulai Qiro’ah untuk mengetahui,”
“Tempat-tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyyah dan sifat-sifatnya, supaya bisa melafadzkan (mengucapkan) dengan bahasa yang paling fasih.”
----------------------------------------------

📚 Buku ini sangat cocok untuk anda yang ingin merperdalam makhroj huruf dan sifat-sifatnya baik secara teori maupun praktek, karena didalamnya terdapat penjelasan dan penyusunan yang sistematis, maka ini sangat membantu anda belajar kepada seorang guru, ustadz, syaikh ketika Talaqqi dan Musyafahah. Lebih dari puluhan kitab para ulama tajwid, baik terdahulu maupun konteporer yang menjadi referensi dalam penyusunan buku ini. Selamat mencoba!

💌 Terdapat pengantar dari:

1⃣ Syaikh Ahmad Muhammad Ali Asy Syahari (Asal Yaman)
2⃣ Dr. Mushlih Abdul Karim, M.A (Dosen Quran Lipia Jakarta dan Pengasuh Ponpes Baitul Quran)
----------------------------
Ttd : Yahdi Jaisy
برنامج في تجويد تلاوة القرآن وتحسينها
Program Belajar Tahsin dan Tajwid Al Qur’an

MAU PESAN?
==============================
Langsung chat admin aja!

👤RUDI ABU AZKA Sms/Wa 085716863625
14.09 | 0 komentar

Prinsip Ilmu Ruqyah Syar'iyyah

Written By Rudianto on Selasa, 31 Oktober 2017 | 11.49

*Prinsip Ilmu Ruqyah*
Agar kita tidak salah atau agar dapat meminimalisir kesalahan, bahkan bisa juga Allah akan memberi taufiq dengan munculnya teori-teori yang baru yang memudahkan proses ruqyah di masa yang akan datang, ruqyah tidak lagi terkesan menakutkan-membuat trauma masyarakatterkesan aib karena jadi tontonan-terj CV onan-terj adi fitnah dalam majelisnya. Maka penulis sarankan untuk mengkaji ilmu ruqyah dengan merujuk dan memahami berulangkali kitab- kitab sebagai berikut:
1. Wiqoyatul Insan Minaj Jin wa asy Syaiton, karya Ini air yang mata  bdk mata mata in id Abdus Salam Bali
2. Ash-Shorimul Battar fi Tashoddi Lisaharotil Asrar, karya Wahid Abdus Salam Bali
3. Ari-Ruqyah As-Syar’iyyah wat Thib wa Ilajul Mashuur min Shohihl Bukhori wa
Fathul Barri, karya Muhammad basan Muhammad hasan ismail
4. Qowaid ar ~Ruqyah asy Syar’iyyah, karya Dr. Abdulloh bin Muhammad Sadhan
5. Kaifa Tua’Iiju Maridhaka, karya Dr. Abdulloh bin Muhammad Sadhan
6. Fathul Haqqil Mubin fii Ahkami Ruqa ash -Shor’i was Sihir wal 'Ain, karya Abu Baro’ Usamah bin Yasin al Ma’ ani
7. Ad-Daa’ wad Dawa' karya imam Syamsudin Muhammad bin Abi Bakr ibni Qayyim al Jauziyah
8. Ighosatul Lahfan min Masho'idis Syaitin, karya imam Syamsudin Muhammad bin
Abi Bakr ibnu Qayyim al Jauziyah
9. Ath-Thib a-Nabawi, karya imam Ibnu Qayyim
10.AI-Furqon Baina AuIia’ur Rohman wa Auliya as Syaitan, karya ibnu Taimiyah
11.Risalatus Sihr, syaikh Abdul Aziz Bin Baz
12.Madarijus Salikin, karya imam Ibnu Qayyim al jauziyah
13. Zaadui Maad bab at Thib an Nabawi, karya imam ibnu Qayyim al Jauziyah
14. ‘Idhohul Bayan fii ‘Ilajul mass wa Sihr wa Iiddzaul Jann, karya Abu Mush’ab Thal’at bin Fu’ad
15. Halal Harom Ruqyah oleh Musdar Bustamam Tambusai
16. Ensiklopedi Jin, Sihir dan Perdukunan oleh Musdar Bustamam Tambusai
17. Setan Diantara Dengki dan 'Ain, Abu Baro Usamah Bin Yasin Al Ma'ani
18. Ruqyah Syar'iyyah Panduan Syara  dan Batasan-batasannya, Abu Baro Usamah Bin Yasin Al Ma'ani
Alhamdulillah sebagian besar buku buku di atas sudah ada terjemahannya, jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak mau belajar dan mendalami lagi dan terus memperdalam ilmu ruqyahnya.
Sejumlah kitab di atas di sebutkan bukan untuk tujuan lain selain sebagai bentuk aplikasi dari hadist Rasulallah  yang menyatakan:
“Barang siapa yang melakukan pengobatan dan ia tidak tahu ilmunya sebelum mengobati maka ia bertanggung jawab.”
Hadist ini menekankan bahwa ilmu itu harus dikuasai sebelum mengobati. Jadi belajar dulu yang benar sampai paham baru praktek lapangan. jadi siapa saja yang mengambil bagian tanggung jawab pengobatan (ruqyah syar'iyyah) sementara  ia tidak mengetahui ilmunya maka ia bertanggung jawab dengan kesalahan mal praktek terhadap pengobatan yang ia lakukan.
Karena ruqyah adalah bagian dari agama maka kesalahan tidak hanya dibebankan pada dirinya dari sisi tindakan pengobatan akan tetapi juga cara pandang, ilmu, fatwa, dasar pemahaman dan lain-lain juga menjadikan ia terbebani dan bertanggungjawab di hadapan Allah dan Rosulnya tentang benar tidaknya apa yang ia yakini dan lakukan.
Keterangan:
(1) = menunjukkan proses interaksi yang terus menerus dalam mendalami ilmu ruqyah.
(2) = Teknik ruqyah dibangun dari teori dan praktek
Dengan demikian ruqyah syar’iyyah adalah tanggungjawab kita semua dan bukan hanya dibebankan pada raqi atau peruqyah saja. Para ustadz pun juga bertanggung jawab terhadap ruqyah yang syar’i ini yang merupakan bagian dari kesempurnaan Islam. Tanggungjawab di sini bukan saja dalam ranah keilmuan akan tetapi juga tanggungjawab langsung praktek lapangannya. Bentuk tanggung jawab ini juga sudah dicontohkan oleh salaful ummah seperti Imam Ahmad bin Hambal, syaikh Ibnu Taimiyah atau ulama abad 14 H seperti Syaikh Abdulloh bin Baz, Syaikh Wahid Abdus Salam Bali, Syaikh Abdulloh bin Muhammad As-Sadhan, Syaikh Abu Barro’ Usamah bin Yasiin, dan lain-lain.
📚 Ruqyah Syar'iyyah Tanpa Kesurupan
✍ Ustadz Arifuddin M. Pd. I
📮dishare kembali Abu Azka
💿Maktabah Rlc


11.49 | 1 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung