Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

ARTI SUKSES MENURUT ISLAM

Written By Rudianto on Sabtu, 25 Agustus 2012 | 16.24

Semua orang ingin sukses, tapi tidak semua orang berhasil sukses. Kenapa? Masalahnya cuma satu: gagal menemukan arti sukses sebenarnya.

Ada orang yang merumuskan arti sukses dengan pengertian yang sederhana. Akhirnya, ia pun merasa sudah mencapai sukses meski tanpa berbuat apa-apa. Mengalir seperti air apa adanya, begitu katanya.

Ada juga orang yang merumuskan arti sukses dengan pengertian yang rumit. Akhirnya, ia pun merasa sulit mencapai sukses, ya sudah mau bilang apa? pasrah aja, barangkali sudah takdir, begitu katanya.

Jadi, apa arti sukses sebenarnya?

Sukses adalah sebuah pencapaian. Apa yang hendak dicapai?
Sukses adalah bergerak maju mencapai tujuan. Kemana hendak dituju?
Sukses adalah mendapatkan sesuatu yang dikehendaki. Apakah itu?
Sukses adalah sebuah proses perjalanan. Tanpa mendapatkan sesuatu?
Sukses adalah memperoleh penghargaan. Dari siapa?

Jadi, apa arti sukses sebenarnya?

Mari kita bertanya kepada Yang Maha mengetahui dan Maha Bijaksana.

Dia berfirman:
لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab
yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka
apakah kamu tiada memahaminya? (QS. 21:10)

Kemuliaan = Kesuksesan, setuju kan?

Kalau begitu, mari kita membaca Alquran untuk memahami:

Apakah arti sukses?
Bagaimanakah mencapai sukses?
Siapakah orang sukses itu?
Apakah arti sukses?

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ
الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya
pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa
dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka
sungguh ia telah sukses. Kehidupan dunia itu tidak lain
hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS. 3:185)

Jadi, sukses adalah masuk surga. Terserah apa profesi kita hari ini, yang penting kita bisa masuk surga. Setuju?

Bagaimanakah cara mencapai sukses? Bagaimanakah cara masuk surga?

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ
وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ
قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal
belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-
orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka
dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-
macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang
beriman bersamanya: Bilakah datangnya pertolongan Allah.
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
(QS. 2:214)

Sukses bukan khayalan. Sukses hanya dicapai dengan perjuangan dan pengorbanan. Berat ya? jangan khawatir, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Allah akan menolong kita sebagaimana Allah menolong hamba-hamba-Nya yang beriman sebelum kita.

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang
yang beriman pada kehidupan dunia dan pada hari berdirinya
saksi-saksi (hari kiamat), (QS. 40:51)

Duh! pantaskah kita mendapatkan pertolongan Allah?
Bukan soal pantas tidak pantas, yang jadi soal, apakah kita sedang berjuang mencapai sukses hingga Allah berkenan memberikan pertolongan-Nya? Siapa yang berjuang, dialah yang ditolong.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama)
Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu. (QS. 47:7)

Nah, jika Allah sudah memberikan pertolongan, apakah masih terasa berat perjuangan menuju sukses sejati?

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat
mengalahkan kamu; dan jika Allah membiarkan kamu (tidak
memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat
menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu
hendaknya kepada Allah saja orang-orang mumin bertawakkal.
(QS. 3:160)

Bertawakkal kepada Allah = menyerahkan segala urusan kepada Allah = menyelesaikan segala urusan dengan cara-cara Allah = caranya pakai cara Allah, ya hasilnya terserah Allah. Habis perkara.
Kalau mau pakai cara-cara sendiri, ya sudah selesaikan sendiri. Rugi ga ditanggung ya.. :-)

Jadi, bagaimana soal urusan mencapai sukses sejati, yaitu mencapai surga?
Jawabnya cuma satu: pakai cara Allah, jangan pakai cara sendiri!
Bagaimanakah cara Allah yang harus kita terapkan untuk mencapai sukses sejati?
Nah, untuk dapat menjawabnya, kita harus selesaikan pertanyaan ketiga: Siapakah orang sukses itu?

Tapi bahasannya sudah terlalu panjang ya.. bagaimana kalau di lanjut di bahasan berikut? setuju kan?
Bagi yang setuju silakan aminkan doa ini:
"Ya Allah sukseskanlah untukku agamaku, karena ia adalah benteng keselamatan urusanku. Sukseskanlah untukku duniaku, karena ia adalah tempat kerjaku. Sukseskanlah untukku akheratku, karena ia adalah tempat kembaiku. Jadikanlah waktu hidupku penambah setiap kebaikan, kematiaanku pemutus setiap keburukanku" (HR. Bukhari)
16.24 | 3 komentar

Dunia Yang Memenggal Leher

Mari lewati lorong waktu, menyusuri jalan-jalan dunia yang
penuh tipu daya, dengan kebersamaan. Tapaki pergiliran pagi, siang,
petang dan malam, yang penuh liku, dengan persahabatan dalam
keimanan. Di dunia ini, kita harus saling berpegangan tangan. Kita tak
mungkin selamat mengharungi bahtera kehidupan yang sangat luas
dengan ancaman badai fitnah ini, seorang diri. Kita tak dapat lolos dari
ancaman fitnahnya dengan hanya mengandalkan kemampuan sendiri.
Karena, kita diciptakan sebagai makhluk yang penuh kelemahan dan
mudah terpedaya.“Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah.” (Qs. An
Nisa:28)

Kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah yang akan
menghantarkan kita menyelesaikan hidup dengan kebaikan.
Persaudaraan, kebersamaan dan persahabatan di jalan Allah lah
yang juga akan mengiringi kita pada kebahagiaan akhirat. Allah SWT
memberitakan bahwa hanya pertemanan atas dasar iman dan
takwalah yang abadi.

“Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagiannya
menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang
bertakwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Mu’adz radhiallahu ‘anhu bertanya: Bagaimana kalian dengan 3 perkara:
1) dunia yang memenggal leher kalian,
2) tergelincirnya ulama, dan
3) debatnya orang munafik dengan Al-Qur’an?
Mereka diam.

Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu berkata:
1) Adapun dunia yang memenggal leher kalian: siapa yang menjadikan
kekayaannya dalam hati maka sungguh dia telah mendapat petunjuk. Siapa yang
tidak maka dia tidak bisa memanfaatkan dunia.
2) Adapun tergelincirnya ulama: jika dia mendapat petunjuk maka jangan
jadikan dien kalian taqlid padanya. Jika dia terfitnah maka janganlah kalian putus
harapan kalian darinya, karena sesungguhnya orang mukmin itu terfitnah kemudian
bertobat.
3) Adapun debatnya orang munafik dengan Al-Qur’an: sesungguhnya Al-
Qur’an itu mempunyai menara-menara jalan yang tidak samar bagi siapa pun. Apa
saja yang kalian ketahui maka berpeganglah padanya. Apa saja yang menjadi
masalah bagi kalian maka serahkan pada orang yang mengetahuinya.
Hadits hasan diriwayatkan oleh Al-Baihaqy dalam Az-Zuhud hlm 71. Diriwayatkan
secara marfu’ (bersambung pada Nabi) dengan sanad yang lemah. Yang benar adalah
riwayat terhenti pada Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu.
***
Sesungguhnya dunia telah mengumumkan pemutusan dan fitnah-fitnah telah
bertiup kencang seperti badai. Karenanya telinga-telinga telah menjadi tuli. Menara-
menara hidayah telah roboh. Tidak tersisa di kalangan manusia ini kecuali sedikit
orang yang mengamalkan kebaikan. Lebih sedikit lagi yang mau membantu di atas
kebaikan, mengarahkan pada petunjuk, dan mengingatkan pada ketaatan.
Inilah ... perkara kita sungguh telah sampai pada apa yang disampaikan oleh
imamul ilmi, jabalul huda, dan qodhil Islam, Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu.
 Adapun dunia yang memenggal leher
kalian: siapa yang menjadikan kekayaannya
dalam hati maka sungguh dia telah mendapat
petunjuk. Siapa yang tidak maka dia tidak bisa
memanfaatkan dunia.

Dunia memenggal leher karena banyak dan
indahnya. Karena banyaknya, leher tidak bisa
mencapai dunia meskipun berusaha
mencapainya. Karena tersebar luasnya, leher
tidak bisa mencapainya meskipun manusia
berusaha untuk mendapatkannya. Bukanlah
musibah manusia itu pada dunia mereka.
Sesungguhnya usaha mereka itu, karena banyak
dan indahnya, telah memotong leher dan
kesibukan mereka dari kebaikan dan petunjuk.

Ketika engkau melihat seorang laki-laki,
sangat mengetahui urusan dunia, sangat pandai
menjelaskan cara-cara mendapatkannya, lagi
sangat bodoh terhadap urusan dien dan akhirat,
kalau engkau bertanya padanya: apa engkau
sudah membaca semua kitab fiqih? Tentu dia takut
dan bingung! Kalau engkau bertanya padanya:
apa engkau sudah membaca semua kitab tafsir?
Tentu dia menjawab dengan jawaban tidak jelas!

Padahal dia memenuhi dunia dengan
teriakan-teriakannya dan pendapat-
pendapatnya memenuhi banyak telinga. Kalau
ditanya tentang permasalahan dunia, tentu dia
menjawabnya dengan jawaban orang yang betul-
betul memahaminya.
***
“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia
tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-
beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/
tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di
hadapannya, padahal dia tidak akan
mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari
apa yang Allah tetapkan baginya. Dan
barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat
(tujuan utama)nya maka Allah akan
menghimpunkan urusannya, menjadikan
kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam
hatinya, dan (harta benda) duniawi datang
kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai
di hadapannya)“[HR Ibnu Majah, Ahmad, ad-
Daarimi, Ibnu Hibban dan lain-lain]

Kekayaan yang hakiki adalah kekakayaan
dalam hati/jiwa. Rasululah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,

“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya
harta benda, tetapi kekayaan (yang hakiki)
adalah kekayaan (dalam) jiwa“[HR. al-Bukhari
(no. 6081) dan Muslim (no. 1051).

Kebahagiaan hidup dan keberuntungan di
dunia dan akhirat hanyalah bagi orang yang cinta
kepada Allah dan hari akhirat, sebagaimana
sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Sungguh sangat beruntung seorang yang
masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang
secukupnya dan Allah menganugrahkan
kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan
puas) dengan rezki yang Allah Ta’ala berikan
kepadanya” [HR. Muslim (no. 1054).]

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata,
“Orang yang mencintai dunia (secara berlebihan)
tidak akan lepas dari tiga (macam penderitaan):
Kekalutan (pikiran) yang selalu menyertainya,
kepayahan yang tiada henti, dan penyesalan
yang tiada berakhir.

Bersambung.....
06.52 | 0 komentar

Al Mujahir

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Aku telah mendengar Rasulullah – shallallahu
‘alayhi wa sallam – bersabda: “Setiap ummatku dimaafkan, kecuali al mujahirin. Dan
sesungguhnya termasuk al mujaharah adalah seorang yang bermaksiat pada malam
hari kemudian pada pagi harinya – padahal Allah telah menutupinya – ia berkata :
“Wahai fulan, aku telah melakukan hal ini dan hal itu.” Allah telah menutup (aib)nya
pada malam hari dan ia membukanya pada pagi harinya”. (Shahih Al Bukhari no.
6069)

Setiap umat Islam pasti akan mendapat ampunan Allah ta’ala, kecuali Al Mujahir.
Setiap orang pasti melakukan kemaksiatan dan orang yang paling buruk di
antara mereka (ahli maksiat) adalah para al mujahir, yaitu : mereka yang
memperlihatkan maksiat dan keburukan mereka di depan orang lain, atau mereka
yang sekedar menceritakan kemaksiatan atau aib yang telah mereka lakukan kepada
orang lain tanpa sebab yang disyari’atkan (sekedar menceritakan).
Menutupi aib diri sendiri bukanlah kemunafikan bahkan hal tersebut diperintahkan
oleh Allah dan Rasul-Nya.

Pentingnya rasa malu dalam diri seorang muslim, dan di antara ciri seorang
muslim yang masih memiliki rasa malu adalah : tidak menceritakan aib diri sendiri atau
bahkan memperlihatkan kemaksiatan di hadapan orang lain.

Sebaik-baik orang yang bermaksiat adalah orang yang bertaubat, dan jika diri
masih terlalu lemah dan seringkali kalah oleh hawa nafsu, maka minimal bermaksiat
tidak di hadapan orang lain dan menyembunyikan aib serta kemaksitan yang telah
dilakukan tersebut, lalu kembali bertaubat atasnya, berusaha memperbaikinya, dan
berdoa agar Allah senantiasa menutupi aurat dan aib-aib yang ada.
Menceritakan aib diri sendiri merupakan perbuatan yang dicela, apalagi
menceritakan aib orang lain (saudara se islam), dan ini telah dijelaskan dalam banyak
ayat dan hadits
06.35 | 0 komentar

YA ALLAH...

Ya Allah kepada siapa saja yang sampai
di tangannya risalah kecil ini, yang
kehendaknya mendapat kebaikan dan
kebenaran semata mata mengharapkan
ridha Mu, kabulkanlah harapannya.
Siapa saja yang sebaliknya dari itu
keinginan dan tujuannya, jadikanlah
hidayah dariMu untuknya pada detik yang
penuh berkah ini. Engkau jagalah risalah
ini selagi menjunjung risalah Mu dengan
apa saja kehendak Mu dan dengan cara
bagaimanapun yang Engkau kehendaki.
Ya Allah sesungguhnya lisan itu memiliki
ketergelinciran, maka ampunkanlah
ketergelinciran lisan lisan kami. Dalam
perkataan dan tulisan ada kesalahan maka
ampunkanlah kesalahan kesalahan
perkataan dan tulisan tulisan kami.
Engkau yang Maha meneguhkan,
teguhkanlah kami dalam ketaatan kepada
Mu. Peliharalah kami dari maksiat,
jadikanlah setiap perkara dan urusan kami
dalam kebaikan. Sampai Mati.

Ya Ilahi...gemilang langit-Mu telah tenggelam,
Semua mata makhluk-Mu telah tertidur,
tetapi pintuMu terbuka luas buat pemohon kasihMu,
Aku datang menghadapMu,
Memohon ampunanMu,
Kasihanilah daku...
Demi kemuliaan dan kebesaran-Mu,
Maksiatku tidaklah menentang-Mu,
Ketika ku lakukan maksiat.. ku lakukan bukan karena
meragukanMu,
Bukan karena mengabaikan siksa-Mu,
Bukan karena menentang hukumMu,
Ku lakukan karena pengaruh hawa nafsuku,
Dan karena Kau hulurkan tirai untuk menutupi aibku...
Maha Suci Engkau....
Engkau dilawan seakan-akan Engkau tiada,
Engkau selalu pemurah...
Seakan-akan Engkau tidak pernah dilawan..
Engkau curahkan kasih-Mu pada makhluk-Mu,
Seakan-akan Engkau memerlukan mereka,
Padahal Engkau, duhai Yang Maha Kaya....
Tidak memerlukan itu semua...
06.32 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung