Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

CANTIK

Written By Rudianto on Selasa, 27 November 2012 | 11.33

Bukan mudah untuk seorang wanita menerima hakikat dirinya ditolak semata-mata atas faktor rupa parasnya saja. Apatah lagi jika sebelumnya, dia telah bersungguh-sungguh mempersiapkan diri supaya kelihatan cantik dan anggun.

Lelaki pula, kebiasaannya memakai kaedah ‘ mata adalah hakim pertama ‘. Tidak berkenan di
mata, maka tidak adalah peluang meneruskan langkah seterusnya.Bagi sebagian wanita, soal cantik atau tidak adalah soal yang besar. Bahkan tidak keterlaluan jika dikatakan ia diantara dilema yang seringkali menghantui pikiran wanita dalam fase menanti jodoh.

Kenali Fitrah
Secara alami, wanita mempunyai keinginan yang kuat untuk kelihatan cantik dan dipuji pula
akan kecantikan tersebut. Mereka mempunyai set alat solek dan mereka memerlukan masa yang
agak lama untuk berhias. Ini perkara normal yang memang Allah ciptakan khusus kepada wanita.
Apabila sifat alami itu coba ‘dirampas’ oleh lelaki, maka dunia akan serta merta menjadi sungsang.

Namun begitu, sebagai wanita, sewajarnya mengenali fitrah dalam diri sebaik mungkin supaya fitrah tersebut tidak menjadi fitnah. Fitrah dalam diri seorang wanita – secara hakikatnya – adalah supaya dirinya kelihatancantik dan dipuji oleh seorang lelaki yang merupakan satu-satunya insan terpenting dalam hidupnya ; yaitu suami.

Fitnah pada mereka pula adalah, apabila sejak dari awal berusaha supaya menjadi cantik dan disanjung-sanjung oleh semua orang, termasuklah lelaki-lelaki yang mempunyai penyakit di dalam hati. Mengenali fitrah diri dengan baik, akan menjadikan diri seorang wanita yang bijak. Diri tidak akan sewenang-wenangnya menjadikan ‘fitrah’ berhias dan kelihatan anggun itu untuk menonjolkan kecantikan diri sebagai santapan mata lelaki yang bukan mahram.

Cantik
Berbalik kepada isu ditolak karena ‘tidak cantik’, perkara pertama yang perlu diri jawab kepada diri sendiri adalah : anda sebenarnya cantik. Lelaki itu, atau sesiapa saja yang mengatakan anda tidak cantik, sebenarnya tidak ada hak untuk mengatakan demikian. Ya, mungkin atas prinsip ‘kebebasan’ mereka boleh katakan demikian, tetapi itu bukan bermakna apa yang mereka katakan itu suatu hakikat yang perlu dipercayai. Tidak sama sekali. Memahami itu, maka untuk apa pula diri
bersedih sekiranya dikatakan demikian, ataupun ditolak oleh mereka atas alasan demikian?

Hakikatnya, diri ltidak perlu bersedih karena itu petanda yang sangat jelas, bahwa diri sedang
berada di atas landasan yang betul. Karena apa? Bahwa fitrah dalam diri sebenarnya adalah
untuk menjadi cantik dan dipuji sebagai cantik oleh suami. Maknanya, apabila suami telah
mengakui bahwa anda cantik dan memuji pula kecantikan diri anda, itu sudah lebih dari memadai
buat diri sebagai isteri. Pada waktu itu, diri tidak akan kisah kiranya sekalian alam mengatakan diri anda tidak cantik.

Secantik Bidadari
Sebagai wanita, diri anda memang cantik. Secantik bidadari. Bidadari yang hanya layak dipuji dan
disunting oleh putera kayangan. Dalam dunia ini, hanya putera kayangan itu saja yang diberi
peluang oleh Allah untuk melihat kecantikan diri anda.

Hari ini, diri anda ditolak dan tidak diterima. Bermakna, mereka-mereka itu bukan putera
kayangan yang ditakdirkan untuk bidadari secantik diri anda. Suatu ketika nanti, akan datang seorang
putera kayangan. Dan dia tidak akan ragu-ragu untuk memuji diri anda sebagai wanita yang pal-
ing cantik. Tidakkah pujian yang keluar dari mulutnya waktu itu suatu kalimah yang cukup
untuk membawa diri anda terbang tinggi di awangan? Waktu itu, masihkah tersisa sisa-sisa
kesedihan waktu ditolak hari ini? Sudah tentu tidak. Bahkan kesemua perkara itu tidak lagi
penting bagi diri anda. Yang penting, diri anda adalah bidadari paling cantik untuk seorang suami.

Jangan Pupus
Tak perlu pupus untuk terus menjadi cantik. Caranya pula, bukan sekadar membeli dan
berlatih dengan pelbagai alatan solek. Cara paling ampuh adalah dengan memakaikan make-up termahal untuk hati nurani. Dari situ, kecantikannya akan tembus ke luar. Pernahkan berjumpa dengan wanita yangberkulit agak gelap dan tidak mempunyai rupa paras yang cantik? Tetapi diri anda sangat menyenangi wanita tersebut. Apabila diri anda bercakap, dia akan mendengar dengan tenang.
Apabila dia memberi pandangan, tutur katanya sungguh sopan. Apabila dia berjalan, pandangannya fokus dan tidak jelalatan. Apabila berpakaian, dia kelihatan sungguh nyaman dan terjaga.

Jika berjumpa dengan wanita seperti itu, rapatilah dia dan tanyakan kepadanya, apa
rahasia dirinya menjadi cantik sebegitu rupa. Mungkin, diri anda akan memperoleh pencerahan
dan panduan mencantikkan jiwa. Jika mereka yang tidak dikurniakan rupa paras yang cantik pun mampu menonjolkan kecantikan sebegitu rupa, mengapa diri anda tidak juga menempa kejayaan yang sama? Mulai sekarang, teruskanlah berusaha. Ingat, bukan mudah untuk menjadi bidadari.
Jadi, jangan pupus berusaha untuk terus menjadi cantik.

***
Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum. Karena banyaknya madu yang
dimiliki bunga. Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu
Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik
karena memiliki hati yang cantik. Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena
tidak cantik hatinya.
***
Yang utama pula ialah menjadi cantik dalam pandangan Yang Maha Cantik.
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada penampilan-penampilan dan harta benda kalian.
Akan tetapi melihat kepada kalbu dan amal kalian.” (Shahih, HR. Muslim dan Ibnu Majah dari
sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) “Adalah hari (kiamat) yang mana harta dan
anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat
[Qolbun Salim]. “ (Qs. Asy-Syu’araa’ : 88-89).


11.33 | 0 komentar

MUTIARA SAKINAH

Written By Rudianto on Senin, 26 November 2012 | 22.04

Mungkin pada sepasang matanya yang hening yang selalu melirik tajam atau
yang kadang kala malu-malu memberikan kerlingan manja.
Boleh jadi pada bibirnya yang tak jemu-jemu menerbitkan senyuman manis,
atau yang sekali-sekala memberikan kucupan mesra di dahi umi juga, ayah, suami
dan pipi mungil anak-anak.

Atau mungkin juga pada helai tawanya yang gemersik dan suara manjanya
yang bisa melembut sekaligus melembutkan perasaan.
Sejuta perkataan belum cukup untuk menceritakan kecantikan perempuan.
Sejuta malah berjuta-juta kali ganda perkataan pun masih belum cukup untuk
mendefinisikan tentang keindahan perempuan.

Kitalah perempuan itu. Panjatkan kesyukuran kehadrat Tuhan karena
menjadikan kita perempuan dan memberikan keindahan-keindahan itu.
Namun, betapa pun dijaga, dipelihara, dibelai dan ditatap di hadapan cermin
saban waktu, tiba masanya segalanya akan pergi jua. Wajah akan suram, mata
akan kelam. Satu saja yang tidak akan dimamah usia, sifat keperempuanan yang
dipupuk dengan iman dan ibadah.

Untuk menjadi lebih cantik dan menarik tidak lah sesusah mana.
1 Menjadikan Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan) sebagai "hiasan
mata", niscaya akan semakin bening dan jernih.
2. Mengoleskan "lipstik kejujuran" pada bibir, niscaya akan semakin manis.
3. Menggunakan "pemerah pipi" dengan kosmetik yang terbuat dari rasa malu
yang diproduksi dari salon Iman.
4. Memakai "sabun Istighfar" yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan
yang telah mengotori hati, pikiran dan jiwa.
5. Merawat rambut dengan "Selembar kain Islami" yang akan menghilangkan
kotoran pandangan lelaki yang membahayakan.
6. menghiasi kedua tangan dengan gelang Tawadhu' dan jari-jari dengan
cincin Ukhuwwah.
7. Sebaik-baiknya kalung adalah kalung "kesucian".
8. Bedaklah wajah dengan "air Wudhu" ia akan senantiasa lembab
menyejukkan dan akan bercahaya di akhirat.
22.04 | 0 komentar

DZIKIR

Ketahuilah dengan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang” (13:28) Adakah diri seringkali terdetik di kalbu, perasaan ingin disenangi oleh Allah? Sifat manusia mudah alpa dan lengah, menginginkan yang dhahir dan duniawi yang terlihat, ingin dikasihi manusia. Padahal kemauan untuk mendekat kepada Ilahi, awal lahirnya hablun minannas lebih kukuh dan erat, karena lahirnya keridhaan Allah.

Seorang sahabat yang bernama Zaid al- Khair bertanya kepada Rasulullah saw, akan peri gusar hatinya bila mengenang perasaan, adakah dirinya disenangi oleh Tuhan semesta alam. Perasaan tersebut yang mengganggu hati, diungkapkan kepada Nabi dengan harapan akan reda keresahan yang melanda dengan kata-kata Nabi yang menenteramkan jiwa. Baginda bertanya, “ Bagaimana keadaan kamu pada pagi hari ini wahai Zaid?” Jawaban Zaid yang patut bagi diri untuk meneladaninya. Pertama, kata Zaid, akan perasaan senangnya dia pada kebaikan yang berlaku. Kedua, dia merasa senang pada orang-orang yang melakukan kebaikan. Ketiga, dia sendiri merasa senang bilamana dirinya sendiri berbuat kebaikan dan Keempat, dia merasa susah hati tatkala kesempatan untuk berbuat kebaikan itu hilang.

Rasulullah saw menyambut kata-kata Zaid ini dengan menyatakan bahwa inilah tanda-tanda orang yang dikehendaki dan disenangi oleh Allah swt dengan kehendak yang baik. Perasaan yang hakiki apabila merasa diri dekat kepada Allah s.w.t, menjadi hamba-Nya yang kukuh iman dan teguh sifat ihsan. Merasa sepi apabila diri tidak sujud syukur di sepertiga malam, gembira menabur bakti kepada segenap ruang kebaikan dan menginsafi akan dosa-dosa yang acapkali mengikat hati ke arah pintu kebatilan. Tidakkah diri ingin Allah merasa senang kepada diri kita.

Dikurniakan ibadah dzikir kepada manusia, agar manusia menggunakannya sedaya mungkin, menjadikan Allah sebagai pusat segala kebajikan, ibadah dan perilaku. Inti yang terbit dari rasa syukur yang melangit, menyejukkan hati dan senantiasa mengingatkan akan kekerdilan manusia yang hina. Pertolongan dari Allah dan dengan ketaatan tersebut akan Allah balas dengan kecintaan, suatu yang sungguh mahal dan hanya yang istiqamah dalam mujahadah yang mampu menggapainya. Hadits dari Muadz bin Jabal r.a. bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Bahwa penghuni- penghuni syuga setelah tibanya di syurga tidak akan menyesal dan tidak akan berdukacita mengenai suatu apapun kecuali masa yang telah berlalu dalam dunia tanpa dzikrullah.”
21.42 | 0 komentar

JENAZAH

Sebelum ajal menjemput diri, marilah coba matikan diri sejenak. Tutuplah kedua mata dan bayangkan diri sedang berada di atas keranda mayat diiringi oleh para penghantar jenazah. Keadaan bagaimana yang diri inginkan setelah diri mati, maka menjadilah seperti yang diri inginkan di saat diri hidup sekarang ini. Memperbaiki kesalahan diri, memperbaiki tingkah laku diri, bertaubat diatas segala perbuatan maksiat, membuka lembaran baru kehidupan diri dengan perjalanan hidup dan budi pekerti yang baik. Mencuci hati dari kedengkian dan membersihkan dari penghianatan. Kelak diri akan mengingat apa yang telah diri kita lakukan karena makhluk-makhluk ibarat pena ALLAH dan seluruh manusia adalah saksi ALLAH dibumi-NYA. Jika mereka bersaksi dengan memuji, maka itu kabar baik buat diri dan kesaksian ini diterima disisi ALLAH Yang Maha Esa. Namun jika mereka bersaksi dengan menyebut keburukan, maka diri sangat rugi di atas apa yang sedang menanti. Kita sedang berada di medan persaingan sengit, tetapi kita sering melalaikannya. Tidak ada yang mampu kita lakukan dihadapan hiruk pikuk dan kerihuan yang sering membuat kita melupakan akhirat kecuali dengan mematikan diri sejenak selama satu menit, yaitu enam puluh detik. Dalam waktu yang singkat ini hendaklah kita lakukan lalu kita bertaubat dan perbaiki amal perbuatan kita. Barangsiapa yang meluangkan masanya satu menit dalam setiap hari untuk melakukan hal ini, maka dia akan kembali menjadi seorang yang lurus, pecinta kebaikan, bermanfaat bagi orang lain, menjadi mulia, penyabar dan penuh toleransi. Sedang orang yang melupakan kematian akan hidup dalam kelalaian, tidak menyadari adanya pengawasan ALLAH dan tidak bermuhasabah dirinya. Kita amat memerlukan usaha untuk menyelamatkan dalaman kita, agar tidak dijajah oleh kedengkian dan iri hati. Sungguh rugi orang yang mengisi hatinya dengan dendam, dengki dan iri hati sehingga menjadi lubang yang dihuni oleh ular dan kalajengking. Untuk itu hendaklah diri mengasihi diri kita sebelum kita mengasihi orang lain dalam menghadapi peperangan yang berkecamuk di dalam diri kita supaya kita tidak mengganas kepada orang lain. Ali bin Abi Tholib radiyallahuanhu berkata, ''Dunia pasti ditinggalkan pergi sedangkan akhirat sudah siap menanti. Oleh itu, jadilah kamu sebagai anak-anak akhirat dan janganlah kamu menjadi anak-anak dunia. Hari ini adalah hari beramal bukan hari dihisab sedangkan besok adalah hari dihisab bukan hari beramal''.
21.34 | 0 komentar
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu. (QS. Al-Baqarah:261)

DONASI

TEBAR DAKWAH FILM ISLAM

Teknik Support Streaming

DJ ONLINE

IP

Visitor

free counters

TAFSIR IBNU KATSIR

NURIS TV

AGENDA TV

STREAMING RADIO RUQO FM

STREAMING RADIO RUQO FM
Radio Dakwah Ruqyah Syariyyah

RUQO FM

Server Luar Negeri

Dengarkan Nurisfm Disini

Total Tayangan Halaman

Pengunjung