Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Amal Unggulan di Bulan Puasa (1)

Written By Rudi Abu azka on Rabu, 25 Juli 2012 | 22.59

Marilah kembali kita bersyukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita peluang pahala
begitu besar di bulan Ramadhan yang mulia ini. Mari meniti hari demi hari di bulan ini, dengan
kesungguhan amal dan kekhusyukan dalam hati kita. Sepenuh doa keselamatan dan
kesejahteraan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, yang memberikan contoh begitu
jelas kepada kita, bagaimana mengisi bulan Ramadhan dengan penuh amal kebajikan.

Kaum muslimin yang berbahagia ....
Sejak awal Ramadhan memang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai bulan musim kebaikan,
dimana setiap pecinta kebaikan diundang untuk berlomba-lomba memanfaatkan kesempatan
dan hari-harinya yang singkat, dengan memenuhinya dengan amal kebaikan yang bermacam-
macam. Rasulullah SAW menyebutkan ciri khusus bulan Ramadhan :
 “(Bulan dimana) dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, syetan-syetan dibelenggu.
Dan berserulah malaikat : wahai pencari kebaikan, sambutlah. Wahai pencari kejahatan,
berhentilah” (demikian) sampai berakhirnya ramadhan” ( HR Ahmad)

Maka inilah yang harus kita yakini dalam hati, sejak awal menyambut Ramadhan visi kita adalah
menjadikannya sebagai ladang amal kebaikan dan keberkahan. Adalah sebuah kesalahan jika
ada yang memandang bahwa kemuliaan Ramadhan hanya terkait keistimewaan ibadah puasa
saja. Rasulullah SAW dan para sahabat telah mencontohkan dengan jelas kepada kita, melalui
banyak riwayat shohih yang tersebar di kitab para ulama. Bagaimana mereka mengisi Ramadhan
dengan berbagai amal kebaikan begitu rupa, berlomba dan terus berlomba seolah tak rela jika
bulan ini hanya berhiaskan kemalasan dan duduk semata.

Kaum muslimin yang berbahagia ....
Lantas apa sajakah amal kebaikan dan ibadah unggulan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan
pada sahabat di hari-hari Ramadhan yang penuh berkah ? Mari sejenak kita mengkajinya dengan singkat satu demi satu, agar memotivasi kita untuk mampu menjalankannya di bulan Ramadhan
yang telah berjalan beberapa hari ini.

Yang Pertama : Menjalankan Sholat Tarawih atau Qiyam Ramadhan
Salah satu yang menjadi ciri khas bulan Ramadhan adalah shalat tarawih berjamaah. Bulan
Ramadhan menjadi begitu semarak di malam hari karena pelaksanaan sholat tarawih
berjamaah. Riwayat tentang keutamaan qiyam ramadhan atau sholat tarawih ini begitu sering
kita dengar di hari-hari ini, dan bahkan telah kita hafal tanpa sengaja. Rasulullah SAW bersabda
dengan lisannya yang mulia :
.
Barang siapa melakukan qiyam ramadhan dengan iman dan pengharapan, maka akan diampuni
dosa-dosanya terdahulu (HR Bukhori)

Menjalankan sholat tarawih dengan penuh keimanan dan keyakinan akan keutamannya
pahalanya, akan membuahkan gugurnya dosa-dosa kita yang terdahulu. Karenanya, ini menjadi
amal unggulan di bulan Ramadhan yang sungguh sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Kaum muslimin yang berbahagia,
Sejarah pelaksanaan sholat tarawih berjamaah ini tidak lepas dari peran seorang sahabat yang
mulia, beliau Al Faruuq Umar bin Khottob ra. Dahulu pada awalnya Rasulullah SAW mengajak
beberapa sahabat untuk menjalankan qiyamur ramadhan, namun dari hari ke hari kaum
muslimin bersemangat dan jumlahnya terus bertambah, hingga akhirnya Rasulullah SAW
menyuruh untuk sholat sendiri-sendiri di rumah karena takut hal tersebut menjadi wajib bagi
umatnya. Ini adalah bentuk kasih sayang seorang pemimpin terhadap umatnya. Namun waktu
terus berjalan, ketika Umar melihat para sahabat di Madinah sholat sendiri-sendiri saat malam
Ramadhan menjelang, maka kemudian beliau berinisiatif dan berijtihad untuk mengumpulkan
kembali kaum muslimin dalam sholat tarawih berjamaah dan memerintahkan sahabat Ubay bin
Ka’ab ra sebagai imamnya.

Maka marilah kita terus berusaha istiqomah menjalankan sholat tarawih berjamaah, agar
menambah syiar dan cahaya bulan Ramadhan. Sholat tarawih hendaknya kita kerjakan dengan
sungguh-sungguh dan sepenuh hati, bukan hanya ewuh pakewuh karena dilihat anak dan istri.
Sholat tarawih juga hendaknya kita jalankan dengan penuh kekhusyukan, bukan malah
sebaliknya, mengerjakan dengan cepat, terengah-engah, bahkan jauh dari kekhusyukan dan
ketenangan. Kita bisa bercermin bagaimana Rasulullah SAW begitu bersungguh-sungguh dalam
qiyamul lailnya, bahkan hingga kaki beliau yang mulia bengkak-bengkak karena begitu lamanya
beliau berdiri bermunajat kepada Ilahi. Semoga kita mampu menghayati dan menjalani, ibadah
tarawih ramadhan yang benar-benar membantu kita lebih dekat kepada Allah SWT.

Kaum muslimin yang berbahagia,
Amal Unggulan Yang Kedua : Tilawah dan Tadarus atau Mempelajari AlQuran

Bulan Ramadhan adalah syahrul quran, bulan Al-Quran. Bukan saja karena Al-Quran turun di
dalam bulan Ramadhan, namun karena memang salah satu agenda dan amalan Ramadhan
adalah membaca dan mempelajari Al-Quran. Inilah salah satu sunnah dalam bulan Ramadhan
yang begitu jelas dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat ibnu Abbas
menceritakan :
:Adalah Jibril menemui Rasulullah tiap malam dalam bulan ramadhan dan bertadarus Al-Quran
(HR Bukhori)

Sudah menjadi kebiasaan baik yang ada di masyarakat kita, bersama-sama membaca dan saling
menyimak bacaan Al-Quran yang sering disebut dengan tadarusan. Begitu pula dengan
kebiasaan lain yaitu mengkhatamkan al-Quran dalam 30 hari Ramadhan ini. Ini semua harus kita
jaga dan syukuri, dan tentu tidak lupa kita berusaha untuk meningkatkan dari hari ke hari, bukan
hanya sekedar membaca atau tilawah, namun juga mempelajari dan memahami makna-
maknanya. Mengingat makna tadarus sendiri secara bahasa adalah : saling belajar dan
mempelajari Al-Quran. Hal ini menjadi amal terbaik yang pernah Rasulullah SAW promosikan di
hadapan para sahabat, beliau bersabda dengan gamblang :

“ yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya
kepada yang lain “ (HR Bukhori)

Maka setiap kita bisa berusaha untuk mempelajari dan mengajarkan Al-Quran, dari yang mulai
sederhana ; belajar dan mengajarkan membaca Al-Quran huruf per huruf, belajar dan
mengajarkan tafsir atau makna ayat per ayat dari Al-Quran, atau bahkan hingga belajar
memahami makna dan kandungan hukum yang ada dalam Al-Quran. Ini semua tentu bukan hal
yang mudah, namun Bulan Ramadhon adalah waktu yang tepat untuk memulai atau
meningkatkan kedekatan kita terhadap Al-Quran.


Kaum muslimin yang berbahagia,
Marilah kita menyediakan waktu khusus dalam hari-hari kita di bulan Ramadhan ini, bukan
hanya sekedar membaca Al-Quran siang dan malam, namun juga mencoba untuk memahami
dan mentadaburinya. Terlebih lagi saat ini begitu banyak ceramah, kajian, pengajian yang
membahas seputar Al-Quran dan tafsirnya, maka akan sangat indah dan berkesan Ramadhan
kita jika kita mampu menghadiri majelis-majelis ilmu semacam itu. Kita juga perlu mengingat,
bahwa hakikat kemuliaan Al-Quran akan dapat kita rasakan, dengan benar-benar mentadabburi
ayat-ayatnya, sebagaimana jelas disebutkan dalam Al-Quran :

“ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran”
(Q.S.SHood :29)

Akhirnya, sholat tarawih dan tilawah al-Quran adalah dua dari sekian banyak amal unggulan di
bulan Ramadhan. Mari bersama menguatkan tekad, saling menasehati satu sama lainnya, seraya
memohon kekuatan kepada Allah SWT agar benar-benar kita bisa menghiasi Ramadhan ini
dengan sepenuh amal kebaikan.

washholatu wassalamu ala Rasulillah wa ‘ala aalihi wa ashabihi ajma’iin

0 komentar:

Posting Komentar