Assalamu'alaikum ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Nurisfm Network
Naskah tentang Ilmu Agama Islam dalam media ini diambil dan disusun dari berbagai sumber. Tidak tercantumnya sumber dan penulis, bermaksud untuk penyajian ilmu yang 'netral' semata. Mudah-mudahan menjadikan amal baik bagi penulisnya dan mendatangkan kebaikan bagi sesama. Kelemahan dan kekurangan serta segala yang kurang berkenan dihati mohon dimaafkan. Apabila ada pihak yang keberatan atau merasa dirugikan dimohonkan menghubungi Admin (Abu Azka). Dan untuk naskah-naskah ilmu pengetahuan umum, Insya Allah akan dicantumkan sumber dan atau penulisnya. Mohon Maaf sebelumnya, sekian dan terima kasih ^-^

Shalihah Lahir Batin

Written By Rudi Abu azka on Minggu, 01 Juli 2012 | 14.34


Diantara berbagai perhiasan dunia wanita shalihah merupakan perhiasan terbaik. Sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits, "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah" (HR Muslim).

Shalihah adalah kata sifat yang berarti balk. Wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Muslimah shalihah merupakan sosok pribadi yang telah tercelup oleh celupan (shibghah) keimanan. Ia menghambakan diri kepada Allah dan senantiasa berusaha menetapi setiap hal yang telah disyari'atkan-Nya. Apapun yang diperintah Allah, ia akan berupaya maksimal untuk merealisasikannya. Sementara apapun yang dilarang Allah, sebisa mungkin ia tinggalkan.
Hatinya diliputi oleh ketakwaan. Hati yang terbebas dari penyakit dan kebusukan. Hati yang bersih dari obsesi dan ambisi duniawi yang semu. Karena ia sadar, hanya di sisi Allah-lah keutamaan dan kemuliaan. Sadar bahwa ridha Allah dan jannah-Nya adalah tujuan utama kehidupan.

Bersih Hatinya
Hati adalah penentu kebaikan pribadi seseorang. Jika hati seseorang balk, maka baiklah seluruh jasadnya. Sebaliknya, jika hatinya buruk maka buruklah seluruh jasadnya. Kebersihan hati juga menjadi faktor penentu keselamatan seseorang di akhirat nanti. "(yaitu) di hari harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hat yang bersih" (QS Asy-Syu'ara':88-89). Dengan demikian, profil shalihah tak bisa dipisahkan dari pribadi muslimah yang berhati lurus dan berjiwa bersih.
Karena  itulah,   perbaikan  dan pembersihan hati dari noda-noda dan virus yang menjangkitinya haruslah senantiasa dilakukan. Agar hati bersih dari segala kotoran dan penyakit yang mengancam. Hati juga harus dijaga dari berbagai bentuk bujuk rayu setan, yang kerap menjadikan hawa nafsu sebagai tunggangannya.

Muslimah shalihah harus memiliki hati yang bersih dan jiwa yang suci, dengan segenap usaha terbaik yang bisa dilakukan. Kebersihan hati dan jiwa adalah pondasi untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat. Hati yang bersih dan lurus juga berfungsi sebagai kunci untuk mendapatkan kebahagiaan hidup. Bahkan hanya dengan cara membersihkan hati dari segala bentuk kesyirikan dan hawa nafsu, lalu menundukkannya untuk menghamba kepada Allah dan menjadikan-Nya satu­satunya Ilah (sesembahan), hati seseorang dapat berbahagia.

Bahagianya kehidupan  dengan manisnya iman barulah tercapai jika ia ielahtmenjadikan Allah sebagai hidupnya. Ia tidak bersandar pada apapun dan siapapun selain Allah.  Ia bebas dari segala hal yang dimurkai Allah. Ia hidup di atas keyakinan dan ketergantungan hanya kepada Allah. Kepada Allah ia berserah diri dengan penuh rasa cinta, pengagungan, ketaatan, ketundukan, merendahkan diri, penuh rasa takut dan berharap, serta bertawakkal kepada-Nya. Tanpa itu semua, kebahagiaan yang dirasakan seseorang hanyalah bahagia semu dan fatamorgana.
Dengan demikian, penyebab utama hidupnya hati dan kebersihannya adalah tauhid (mengesakan Allah). Hati akan senan­tiasa damai jika seseorang memerdekakan hatinya dari setiap bentuk perbudakan kepada sealin Allah. Ia menjadikan Allah sebagai puncak keinginan dan kecintaan, serta menjadikan-Nya satu-satunya Dzat yang di ibadahi.

Jika segala sesuatunya kita kembalikan kepada Allah, maka akan hilanglah seluruh duka dan gundah gulana yang ada. Hati akan diliputi dengan ketenangan dan kekhusyukan. Bila suatu saat merasakan penderitaan di jalan-Nya, maka itulah pengorbanan untuk Dzat yang kita cintai.
Berkorban untuk Dzat yang dicintai, menjadi suatu nikmat tersendiri. Jika bahaya mengancam diri, maka jiwa akan aman dan tentram dalam perlindungan-Nya. Yakin sepenuhnya, bahwa selamat atau celaka adalah kekuasaan Allah semata. Kalaupun kehidupan dunia tak berpihak padanya dan diliputi kesengsaraan serta kesulitan hidup, maka harapan atas pahala kesabaran dan keindahan jannah-Nya menjadikan hidupnya terasa ringan dan mudah.

Pribadi yang Utuh
Seorang muslimah shalihan digambarkan Al-Qur'an sebagai sesosok pribadi berjiwa tinggi dan berkepribadian utuh. Semakin ia menaati Allah, maka semakin utuhlah pribadinya dan semakin tinggilah jiwanya.
Gambaran tentang sosok tersebut adalah pribadi yang di dalam dirinya menancap kalimat thayyibah,yaitu Laa ilaaha ilallah begitu kuat tertanam pada dirinya, diibaratkan seperti pohon yang baik.
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (QS Ibrahim:24-25).

Pohon yang diibaratkan dalam ,ayat tersebut, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, adalah pohon kurma. Sebagaimana kita ketahui, pohon  kurma merupakan pohon yang kuat dengan akar yang kokoh, batang yang menjulang tinggi dan buahnya yang bermanfaat dan  lezat di setiap musimnya.
lbarat pohon dengan akar teguh, cabangnya menjulang ke langit dan memberikan buahnya pada setiap musim, adalah sesosok pribadi muslimah yang memiliki kekuatan akidah yang menghunjam, ibadahnya tinggi dan hatinya 'terikat dengan langit', serta akhlaknya manis pada setiap kesempatan. Kemanisan akhlak yang dapat dirasakan oleh orang-orang dl sekeliIingnya.

Kepribadian shalihah adalah sesuai yang terangkum dalam lahiriah dan batiniahi seorang Muslimah. Sosok mar'ah shalihah tidak hanya tampak pada lebarnya jilbab jubah, namun juga cemerlangnya hati clan jiwa. Pun, kelurusan batin serta ruhiyah pasti terefleksikan pada penampilan lahiriah yang terwarnai oleh syariat Islam dan akhlak karimah. Wallahu a'lam.

0 komentar:

Posting Komentar